Sepenggal Kisah di Nami Island

Assalammu'alaykum Reads,

Apa yang pertamakali ada dalam kepala kalian kalau mendengar kata Nami Island ? Mungkin bagi generasi jaman old akan ingat drama Winter Sonata dan bagi generasi jaman now akan ingat BTS - Idol asal Korea Selatan. Tidak heran kalau Nami Island adalah salah satu tujuan wisata yang harus dikunjungi dan popular baik di kalangan turis maupun warga lokal.

Sepenggal Kisah di Nami Island menjadi pembuka 2020 yang tidak bisa gie lupakan, bahkan hari itu ditengah dinginnya udara Korea Selatan gie tidak merasakan kedinginan atau sakit kepala sama sekali. Mungkin karena terlalu bahagia atau terlalu khusyuk berkhayal, melakukan perjalanan ke Nami Island bersama kamu 😁

Sepenggal Kisah di Nami Island

Sepenggal Kisah di Nami Island

Awalnya gie kira Nami Island adalah sebuah pulau yang ada di Korea Selatan, ternyata ini adalah taman buatan yang berada di Chuncheon. Pulau ini terbentuk karena pembangunan bendungan Cheongpyeong yang berbentuk setengah bulan dan terdapat makam Jendral Nami, seorang jendral yang memimpin kemengangan besar melawan pemberontak pada tahun ke-13 dari raja ke-7 dari Dinasti Joseon (Visit Korea).

Berdasarkan cerita Mr Nam, dulu sebelum adanya syuting Winter Sonata (2003) di Nami Island relatif sepi dan sering digunakan warga korea untuk piknik, pacarana maupun menghabiskan waktu Bersama keluarga. 

Mr Nam berbagi kisahnya dulu dengan Mrs Nam ke Nami Island ketika belum menikah, menurut Mr Nam orang lokal lebih suka berkunjung ke Nami Island itu sore sampai malam untuk menikmati waktu Bersama orang terkasih. Konon katanya (masih menurut beliau) orang Korea suka menghabiskan waktu di alam terbuka, terlebih menikmati waktu bersama pasangan.

Tidak sekali dua di sini gie digoda Mr Nam

Lain waktu kamu ke Nami Island harus musim Semi atau Musim Panas akan sangat indah di sini, bisa naik perahu (bebek), naik sepeda atau berjalan kaki seperti sekarang tapi tidak bersama saya, kamu HARUS ke sini bersama pacar kamu. Dia pasti suka ke sini, karena orang Korea kebanyakan akan suka menghabiskan waktu bersama pasangan di alam terbuka - Mr. Nam

Mon maap neh, emang Mr Nam tau siapa pacar gie 😝dan waktu gie jawab "Insya Allah, akan kembali dengan husband" eh gie malah diberikan petuah hidup (FYI anak Mr Nam seumuran gie) yang buat gie (makin) bersyukur banget sama Allah. Waktu gie minta pekerjaan dan jodoh yang berkah ternyata Allah kasih bonus keluarga baru 😊

Me, Mr Nam - Mrs Nam & Irwin

Kami berkeliling Nami Island berjalan kaki menikmati pemandangan musim dingin dan sisa salju yang turun beberapa waktu sebelumnya. Menurut Mr Nam tahun ini salju tidak banyak turun jadi udara sedikit lebih dingin. 

Kami menyusuri pulau dengan rute yang cukup berbeda dari turis asing, Mr Nam membawa kami seperti turis lokal dan menceritakan berbagai kisah menarik. Bahkan kami bertemu dengan kelinci di pinggir danau dan asyik bermain dengan mereka. 

Banyak cerita dan pelajaran yang gie dapatkan dari Mr Nam, baik tentang pekerjaan maupun kehidupan. 


Indahnya Desa di Gangchon

Ke Nami Island kami menggunakan ITX dari Yongshan dan transit di Gapyong Station untuk lanjut naik subway ke Gangchon Station. Kenapa ? Karena kita mau mampir dulu ke rumah Mr Nam yang ada di dekat Uiamho Lake. Oia waktu naik ITX ini gie udah dibeliin tiket sama Mr Nam ya jadi gie gak tau pasti harganya berapa dan naik subway gie tinggal tap kartu gie di Gapyong (tanpa harus keluar stasiun) untuk bisa lanjut subway (semoga di Indonesia bisa segera terintegrasi transportasi umum nya ^^).

Pulangnya kita dapat yang di lantai 2 ^^

Begitu turun di Gangchon station kita lanjut naik mobil ke rumah Mr Nam, karena Winter di Korea jadi mobil Mr Nam tertutup es. Kalau biasanya gie cuma lihat di tipi doang cara orang bersihin mobil dari es, sekarang gie bisa lihat langsung (padahal mau coba bersihin cuma takut kelamaan kalau gie yang bantuin πŸ˜€).

Begitu menyusuri jalanan menuju rumah Mr nam kok gie kayak di drama Korea lagi mau pulang kampung gitu, beneran suasana village banget dan persis kayak di drama (gie lupa namanya) yang tinggal di village banyak perkebunan gitu. Bahkan di sini bisa beli gunung juga lho, karena tanah yang dibeli Mr Nam ya termasuk gunung (bukit) dibelakang rumahnya.

Pertama masuk wilayah rumah Mr Nam (yang katanya sekitar 55 KK saja di sini) langsung disambut rumah dengan perkebunan dan rumah kaca, gereja dan (semacam) tempat berkumpul warga. Jalan berkelok dan cukup 1 mobil saja, tidak kebayang sih kalau ada mobil lain bagaimana jalannya wkwkwkwk.

Yang bikin kaget itu rumahnya, gie kira akan model rumah pada umumnya ternyata pas naik ke atas (garasi ada di bawah karena kontur tanah yang berbukit) gie seperti  berada di eropa pada musim panas. Rumah kecil yang cantic sekali dan semua dibangun dan desain sendiri oleh Mr Nam dan keluarga. Bahkan yang lebih mengagumkan hampir semua perabotan di dalam rumah (kayu) dibuat dengan penuh cinta oleh Mr Nam.






Uiamho Lake

Karena musim dingin, tidak banyak orang di sekitar danau Uiamho, di sini ada jalur sepeda yang menurut Mr Nam kalau tidak Winter di Korea maka akan ramai sekali, termasuk Mr Nam dan keluarga sering sekali bersepeda di sini.

Bahkan, banyak yang belajar canoe di danaunya dan juga menaiki perahu sambal menikmati keindahan pegunungan dan danau. Pada musim dingin saja sudah indah, tentu musim lainnya tidak kalah indahnya - semoga Allah kasih rejeki lagi bisa ke sini sama kamu 😍

Uiamho Lake
Uiamho Lake

Sementara ke sini sama Mr Nam dan Irwin dulu aja lah ya hahaha, gpp kan namanya pertamakali ke sini sama citizen sini itu beda tentu rasanya. Apalagi Mr Nam baik banget bener-bener bikin kita nyaman bahkan jadi juru foto kita lho ^^

Jalur sepeda di sini bikin kepengen cobain sih, insya Allah ada rejeki lain ke sini pas musim semi atau panas jadi bisa cobain sepedaan di sini dan cobain canoe di Uiamho lake. Ada satu halte (?) atau tempat istirahat yang cantik banget menurut gie, ada di bawah ini fotonya. Kalau buat foto post wedding pasti lucu ya hehehe.


Hei Kamu, next time kita ke sini ya ^^

Menyusuri Nami Island

Membutuhkan sekitar 15 menit menyebrang ke Nami Island

Begitu selesai dari Uiamho Lake kami menuju restoran Dakgalbi untuk makan siang, setelah makan siang yang bikin gie kaget (gegara kimchi) dan menyenangkan (bertemu dengan turis US dari Boston) kami langsung menuju Nami menggunakan mobil Mr Nam.

Ada kejadian menarik, saat menuju ke Nami kami cuci mobil dulu di tengah perjalanan. Itu lho kayak di drama yang kita duduk manis aja di dalam mobil terus masuk ke mesin pencucian. Pengalaman yang epic banget, apa yang dulu pernah terlintas dalam pikiran gie saat melihat drama hampir menjadi kenyataan semuanya.

Ingat, berhati-hatilah dengan pikiran dan perkataanmu karena kita gak pernah tahu kapan Allah akan mengabulkannya. Usahakan berfikiran positif dan mengatakan yang baik (atau lebih baik diam) itu yang sedang gie pelajari saat ini.

Sepanjang perjalanan yang cukup ngebut bagi gie (di Korea ternyata ada minimum kecepatan dan itu jauh lebih cepat daripada di Jakarta) kami sampai dengan cukup singkat di nami, parkir mobil dan lanjut beli tiket untuk menyebrang ke Nami Island.

Harga Tiket Nami Island sekitar KRW13,000 untuk umum, persisnya jujur gie gak paham banget karena Mr Nam yang membelikan semuanya. Harga tersebut sudah termasuk kapal feri PP, oia kalau untuk lokal mungkin sekitar KRW7,000 ya karena biasanya kan memang untuk warga lebih murah.

Begitu masuk ke Nami Island kita disambut oleh dua patung lucu dan ada peta besar pulau Nami, jadi jangan takut tersasar, atau kalian bisa langsung ke Tourist Center yang ada di sebelah kanan pintu masuk untuk bertanya. Kami sampai Nami sekitar jam 2 kurang dan akan ada pertunjukan music sekitar jam 3 sore.

Selamat datang di Nami Island



Karena Winter di Korea maka banyak sekali tungku penghangat yang tersebar di pulau Nami. Begitu masuk kami langsung ke museum, sebuah museum musik yang menampilkan para penggiat seni Korea maupun dunia. Puas berkeliling kami minum secangkir kopi (gie pilih teh), dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju tempat pertunjukan.

Candid by Mr Nam


Pertamakali Melihat Salju & Foto di Lokasi Winter Sonata

Sepanjang jalan kami hanya melihat sisa salju yang sudah turun beberapa waktu sebelumnya - kata Mr Nam memang musim kali ini salju jarang turun. Dekat lokasi pertunjukkan masih ada salju yang cukup tebal jadi gie bisa numpang eksis, ternyata benar salju aslinya dingin kayak es (ya jelas lah gie 😏).

Gangguin gie yang mau narsis terus nih πŸ˜‘

Sampai di lokasi pertunjukan sudah ramai, kami pun mengambil posisi dan gie senang sekali bisa menonton Korean Percussion, terlihat para pengisi acara sangat tulus dalam menghibur dan pertunjukkan mereka sangat indah, jujur sih gie sampai merinding sendiri. Terakhir pertunjukan mereka ditutup dengan sebuah lagu trot (menurut Mr Nam) yang walau gie gak tau bagaimana lirik dan artinya tapi tetap bsia menikmati ^^





Selepas menonton pertunjukan kami mengelilingi Pulau Nami dan tidak lupa mampir ke lokasi White Birch dan tentu lokasi jalan legendaris yang selalu jadi spot foto di Pulau Nami. Karena salju belum turun sempurna, jadi foto disini serasa musim panas/gugur tapi dengan Udara lebih dingin 😁


Winter Sonata Legendary Street

Karena kami harus mengejar kereta jam 5 sore, kami pun mengakhiri perjalanan kami di Pulau Nami dan bersiap kembali ke dermaga. Sepenggal Kisah di Nami Island  yang akan terus terkenang dan tidak terlupa, semoga kelak bisa kembali ke sana bersama kamu ^^

Kalau kalian giemana ? share dong kisah kalian di Nami Island, jangan lupa mampir ke Semalam di Myeongdong Street.

See You Soon Nami Island !
Wassalam,
swastikagie ^^

Comments

Popular Posts