Pengalaman Pertama Naik Bus dari Melaka ke Singapura

Assalammu'alaykum,

udah bulan maret aja dan mamtir masih belum nulis satu post pun, maafkan ya...mamtir sibuk pindah kantor (lagi). Next time mamtir cerita deh (klo niat 😂) kenapa mamtir pindahan (lagi). Aniway, lanjutin cerita soal liburan mamtir akhir 2018 yang lalu sekalian berbagi Pengalaman Pertama Naik Bus dari Melaka ke Singapura sama kalian. Karena jujur, pas mamtir mau liburan kemarin agak kesulitan cari informasi ini. Kebanyakan perjalanan dari Singapura ke Malaysia, sedangkan mamtir butuh yang sebaliknya. Oleh karena itu mamtir mau cerita pengalaman naik bus ke Singapura dari Malaysia sama kalian nih, lanjutin baca sampai selesai ya ^^

Pengalaman Naik Bus dari Melaka ke Singapura

Pembelian dan Harga Tiket Bus ke Singapura dari Melaka Sentral

Rabu, 26 Desember 2018 jam 9.45 pagi kami sudah siap di Lobby Hotel Hong sedang menunggu keluarga lain yang akan bergabung dengan kami menuju Melaka Sentral. Setelah Liburan 2 Malam 1 Hari di Melaka kami memutuskan untuk pergi ke Singapura melalui jalur darat, alias menggunakan bus via Johor Bahru.

Sebelumnya, Mr. Tan dari Hotel Hong sudah mengingatkan (thank to Mr. Tan) agar kami langsung membeli tiket bus ke Singapura begitu kami datang di Melaka Sentral. Alhamdulillah kami mendapatkan 3 tiket ke Singapura (City Plaza) sekitar pukul 11.00 siang. Karena libur akhir tahun yang padat, kami bertiga duduk terpisah. Dari Melaka Sentral menuju Singapura kami mendapatkan Bus Delima dengan Harga Tiket Bus Melaka ke Singapura sekitar Rp. 96.000,- per orang. 
Menurut mamtir, sangat disarankan untuk membeli tiket melalui online karena menghindari tidak kebagian tiket (setelah mamtir beli tiket ada beberapa orang tidak kebagian tiket ke Singapura). Kecuali jika kalian sendirian dan tidak terburu-buru ke Singapura, mamtir sendiri memang sudah memperkirakan sekitar jam 4 sore sudah sampai hotel, agar bisa langsung check in dan meletakkan barang-barang sebelum melanjutkan Jalan-jalan di Singapura.

Pengalaman Pertama Naik Bus dari Melaka ke Singapura (City Plaza)

Sejujurnya mamtir ke Melaka ini dadakan, alias nekat. Rencana awal dari Kuala Lumpur ke Singapura mau naik kereta tapi kok kayaknya lumayan ya bisa Liburan 2 Hari 1 Malam di Melaka dulu. Mumpung ngjak Emak dan Vica, sekali menyelam sambil berenang kan enak *eaaa.

Akhirnya pas di Kuala Lumpur, mamtir cari-cari kira-kira bisa naik bus dari Melaka dan turun dimana yang dekat dengan hotel atau setidaknya areanya mamtir familiar. Ada dua tempat sebenernya inceran mamtir yaitu di Bugis MRT (Exit D) atau City Plaza. Karena disesuaikan dengan jam keberangkatan dan ketibaan yang mamtir mau, jadilah mamtir memilih yang City Plaza.

Dari Hotel Hong sekitar jam 10 pagi dan tidak sampai 30 menit kemudian kami sampai di Melaka Sentral. Sampai Melaka kami sekalian cari sarapan, maklum di Hotel Hong kami hanya makan Mamee (bekal Croissant juga). Vica jajan kue putu (enak banget !) dan mamtir seperti biasa beli Subway (my love) 😍😍😍.

Mamtir nunggu di peron 10 tempat bus sudah terparkir sesuai jadwal, tidak lupa menyusun barang bawaan agar tidak menyulitkan diri sendiri dan orang lain (karena di Imigrasi kita harus menurunkan barang bawaan kita). Sambil makan Subway mamtir memperhatikan banyak sekali penumpang di Melaka Sentral ke berbagai destinasi.

Sekalian memperhatikan fasilitas yang ada di Melaka Sentral, selain toilet, konter tiket dan penjual makanan juga mini market ada juga pojok literasi alias perpustakaan mini. Ruangan ber AC, ada Wifi dan yang paling penting tanpa calo (atau minim calo ?). Tentu sambil membayangkan dan mendoakan semoga di Indonesia (minimal kota-kota besar) punya terminal bus yang seperti ini. Sangat memudahkan dan ramah terhadap turis serta tidak takut kena tipu calo.

Minusnya hanya kita harus angkut barang sendiri (kebiasaan manja ada porter 😁) dan di toilet nggak ada tisue (oia karena banyak turis menyebabkan agak bau pesing, bahkan ada bule yang nggak jadi pakai toilet saking baunya). Siapapun kita dan dimanapun berada jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan terutama di area umum atau fasilitas umum ya.

Keluar Malaysia melalui Imigrasi Johor Bahru

Tepat pukul 11.00 siang waktu setempat, bus kami pun perlahan meninggalkan peron dan kota Melaka. Langsung masuk ke tol yang kanan dan kirinya dipenuhi kebu sawit, belum lagi jalanan yang lurus membuat mamtir mengantuk. Oia, mamtir duduk dengan seorang perempuan, Vica berjarak tiga kursi di belakang mamtir dengan seorang Ibu dari Singapura yang sedang berlibur bersama suaminya di Melaka sedangkan Emak di paling belakang bersama dengan anak-anak muda yang baru pulang liburan.

Mata ini tidak sanggup untuk terus terbuka sampai akhirnya mamtir tersadar karena ingin ke toilet. Tak lama kami mampir di rest area (entah dimana, mamtir lupa), leganya mamtir bisa menemukan toilet yang bersih dan gratis. Vica minta makan, sayangnya tidak ada yang menjual nasi hanya ada penjual es cempedak (?) dan makanan ringan. Vica tidak mau, akhirnya kesepakatan makan nasi di Singapura dan untuk menganjal dia makan Croissant yang sudah kami bawa dari Melaka.

Selepas rest area banyak yang makan di dalam bus, walau driver tegas tapi membolehkan kami makan asal tidak mengotori bus dan membuang sampah ditempat yang telah disediakan. Maklum sudah pukul 12 lewat sehingga kami semua sudah kelaparan. Tidak lama mamtir kembali tertidur dan bangun sudah memasuku Terminal Larkin Johor Bahru.

Banyak yang turun di sini, termasuk ibu sebelah mamtir. Tidak lama kami pun memasuki Imigrasi Johor Bahru dan bersiap menurunkan barang bawaan kami. Di Imigrasi Johor Bahru bus menunggu kami melewati imigrasi, kami bergerak cepat bahkan Vica pun harus sedikit berlari. Alhamdulillah, kami bertiga termasuk rombongan pertama sampai di Imigrasi dan kembali turun ke bawah untuk naik bus.

Naik Bus dari Melaka ke Singapura

Baca Juga : Review Hotel di Bukit Bintang Malaysia

Hebohnya Imigrasi Singapura dari Melaka

Tidak sampai 30 menit kemudian kami sudah menyebrang jembatan dan memasuki wilayah Singapura, langsung terasa perbedaannya. Entah kenapa di sini terasa lebih "anker" apalagi driver memberikan kami peringatan :

Saye nak tunggu kalian 20 menit, tidak lebih. Jika kalian tertinggal kalian bisa naik bas mana saja yang sama (merek) - Driver Bas Delima

Memang sih, beberapa blog yang mamtir baca di sini semua serba cepat dan jika tidak cepat potensi ditinggal bus sangat besar. Ternyata alasannya selain memang peraturan satu merek bus hanya memiliki 1 parkiran/peron, driver tidak akan mendapatkan (komisi) mereka jika sampai di tujuan (PP) tidak tepat waktu. Jadi please banget bagi kalian dimanapun dan menggunakan sarana umum apapun tolong tertib dan semaksimal mungkin tidak menyusahkan orang lain.

Alhamdulillah banget, kami berlari lebih kencang dan mendapatkan konter imigrasi yang cukup padat (padahal ada banyak konter). Mamtir dan Vica di satu antrian yang sama sedangkan emak di sebelah mamtir, untuk memudahkan dan mempercepat imigrasi. Oia, di sini mamtir agak deg-deg an juga soalnya sebelum berangkat ke Malaysia ada drama surat kuasa bawa anak kecil di bawah 17 tahun keluar negeri di Imigrasi Jakarta.

Baca Juga : Pengalaman Explore Bandara Changi Singapura

Ternyata kekhawatiran mamtir tidak terjadi, karena pada saat membuat paspor di Imigrasi Cirebon mamtir sudah memberikan surat kuasa yang ditandatangani orang tua Vica beserta durasi kepergian (tanggal) ke Malaysia dan Singapura. Petugas tidak banyak tanya ke Vica (cuma nama) dan mamtir, kami pun di bagian klaim barang tidak masalah. Justru emak yang agak lama (ternyata orang depan dia agak lama ditanya-tanya) jadi kami pun bergegas turun dan mencari bus.

Dari eskalator turun kalian lurus saja dan cari bus kalian (sesuai dengan bus yang kalian naiki) oia, sebelum masuk Imigrasi Singapura, driver bus meminta tiket kami semua (agak aneh, soalnya menurut blog yang mamtir baca nggak begitu). Pas sampai peron kami bernafas lega, uncle driver masih menunggu dan kami rombongan kedua yang sampai di sana (tidak sampai 15 menit).

Sudah hampir 30 menit bus belum berangkat ternyata masih ada 2 gadis yang terakhir naik, di sini uncle agak marah dan bilang lain kali harus lebih cepat karena driver lain akan meninggalkan dia. Satu lagi, kalau kalian pindah duduk informasikan ke driver (karena emak gak bilang pindah ke tempat vica) jadilah dikira emak masih diluar 😂😂😂.

Baca Juga : Biaya Perjalanan ke Singapura bagi Pemula

City Plaza Singapore

Alhamdulillah, walau ada drama dan sedikit lebih lama di Imigrasi Singapura kami berhasil sampai di City Plaza Singapura sesuai jadwal yaitu pukul 03.00 sore waktu setempat. Rencananya kami akan naik grab dan duduk di halte. Sayangnya tidak ada titik penjemputan di halte (adanya di lobi City Plaza), akhirnya kami jalan lagi ke lobi 😅


Karena dijanjikan akan makan di Little India (karena mamtir nggak tau di City Plaza dan sekitarnya ada Nasi dan makanan halal atau tidak) jadi tanpa protes dia mengikuti mamtir. Singapura sedang panas-panasnya, oia dari City Plaza sebenarnya bisa naik MRT Green Line tapi jalan lumayan jauh, panas dan lapar maka mamtir memutuskan naik Grab ke Hotel yang ada di Little India.

Baca Juga : Cara Menggunakan Transportasi Umum di Singapura

Tips Naik Bus dari Melaka ke Singapura

  1. Siapkan tiket bus jauh-jauh hari, terutama jika anda bepergian rombongan dan di hari libur
  2. Bawa bekal makanan dan minuman
  3. Letakkan barang bawaan dengan rapi di bagasi
  4. Jangan buang sampah sembarangan
  5. Biasakan untuk bergerak efektif dan efisien di Imigrasi
  6. Cari line kosong di imigrasi, pastikan di koper atau tas anda tidak ada barang bawaan yang mencurigakan
  7. Siapkan pulpen dan isi form masuk singapura ketika di dalam bus (pada saat menyebrang dari Johor Bahru) agar anda tidak membuang waktu di Imigrasi Singapura
  8. Ingat merek bus anda dan driver juga nomor plat mobil (kalau perlu catat) terutama jika tiket anda diminta driver. Tanpa tiket bus, anda tidak bisa naik bus yang lain (walau merek bus sama) karena akan ada pemeriksaan lagi di dalam bus setelah imigrasi
  9. Berdoa dan tetap percaya diri

Sekian tips dan cerita Pengalama Pertama Naik Bus dari Melaka ke Singapura kalau kalian sendiri ada pengalaman apa ? Cerita dong sama mamtir ^^

Wassalam,
Swastikagie

2 comments:

  1. Hai kk.. Terimakasih utk infonya.. Berguna sekali,kebetulan minggu depan ada plan ke kl dan sin.. Oiya..mau nanya ni kk.. Di singapore kmrn kk nginep dmn ya?? Brp budget per malam ditempat kk nginep itu??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir, bisa lihat di postingan :

      https://www.anggiswastika.com/search/label/Singapore?m=1

      Biasanya di daerah Geylang atau Little India sih.

      Delete

Syukron for coming ^^

My Instagram