Friday, August 24, 2018

Tujuan Wisata Cirebon : Keraton Kasepuhan

Assalammu'alaykum Reads,

Biasanya jaman gie sekolah dulu kalau ke Keraton Kasepuhan itu pas Maulid Nabi (Muludan) aja. Bareng temen-temen atau kadang sama mantan pacar  keluarga. Biasanya gie ke sini jalan-jalan, jajan, naik komedi puter (ada pasar malam) dan beli tahu petis juga martabak telor.

Masuk ke Keraton Kasepuhan pun gie jarang banget, sering nya pas jaman 2004-2006 pas belajar Tari Topeng Klana. Walau lebih sering berlatih di Kacirbonan, sempat juga beberapa kali ke Keraton Kasepuhan dan yang bikin bangga bin Happy bisa bertemu dengan (Alm) Sultan Sepuh XIII Pangeran Raja Adipati DR. H. Maulana Pakuningrat, SH (1969-2010).

Melanjutkan cerita tentang Kuliner Khas Cirebon kali ini gie akan berbagi pengalaman mengenai Tujuan Wisata Cirebon. Pada postingan sebelumnya gie udah cerita kan mengenai Keraton Pakungwati yang merupakan awal dari nama Keraton Kasepuhan. Nah di sini gie mau berbagi pengalaman terbaru gie mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon (18082018)



Main ke Keraton ceritanya karena nemenin mbak Idhan yang lagi jalan-jalan ke Cirebon. Sayangnya cuma seharian aja, kirain gie mbak Idhan bakalan balik minggu siang/sore ternyata minggu pagi sudah ke Jakarta. Padahal mau ngajak kabupatenan sama plangonan lo *eaaa

Keraton Kasepuhan Cirebon

Berdasarkan sejarah, Keraton Kasepuhan Cirebon dibangun oleh Pangeran Cakrabuana keturunan Prabu Siliwangi. Awalnya Keraton Kasepuhan bernama keraton Pakungwati yang diambil dari nama putri Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati.

Keraton Kasepuhan memang tidak semegah Keraton Ngajogjakarta Hadiningrat, tapi tidak mengurangi keindahannya. Keraton Kasepuhan sendiri dibangun sekitar tahun 1430 dan berkembang di bawah pimpinan Sunan Gunung Jati yang meneruskan tampuk kerajaan setelah Pangeran Cakrabuana meninggal.

Bangunan Keraton Kasepuhan menghadap ke arah Utara, di depan ada Alun-alun, sebelah timur ada Pasar Kasepuhan dan di sebelah barat ada Masjid Agung Sang Ciptarasa yang dibangun oleh Walisongo. Membicarakan CIrebon atau Keraton Kasepuhan tentu tidak lepas dari peran Walisongo menyebarkan Agama Islam di Nusantara. 

Tajug Agung/Langgar Agung
Pada saat memasuki keraton, sebelum ke bangunan utama maka di sebelah barat kita akan melihat Tajug Agung (Musholla Besar) tempat dimana keluarga keraton melakukan ibadah. DI dalam keraton ada juga namanya Tajug Alit (Musholla Kecil) dimana putra/putri keraton belajar mengaji. Menurut guide yang sedang memandu rombongan lain replika Tajug Alit ini ada di Taman Mini Indonesia Indah anjungan Jawa Barat.

Mona sedang berada di Tajug Alit

Nah, selepas tajug agung kita akan menuju ke bangunan utama keraton. Sebelumnya kita akan disambut oleh Taman Dewandaru atau dikenal juga dengan Bunderan Dewandaru dikarenakan berbentuk melingkar/bulat. Di dalam taman ini ada dua patung macan putih yang terkenal, bahkan macan menjadi gambar bendera kasultanan yang dikenal sebagai Macan Ali yang terdiri dari kalimat tauhid dengan tulisan kaligrafi berbentuk macan. Kini bendera macan ali kuno berada di museum tekstil Tanah Abang.

Dua Macan Penjaga Keraton
Yang khas dari Keraton Kasepuhan adalah Kutagara Wadasan  yang dibangun oleh Sultan Sepuh I dengan gaya arsitektur khas Cirebon. Pada Kaki gapura bergaya ukiran wadasan dan pada atap gapura dengan ukiran mega mendung, arti dari kutagara wadasan tersebut adalah seseorang harus memiliki pondasi yang kuat dan apabila sudah menjadi pemimpin harus mampu mengayomi bawahan dan rakyatnya.


Kutagara Wadasan
Jangan heran kalau di sini bentuk bangunan tidak lurus atau simetris, karena memang didesain sedemikian rupa. Konon katanya agar apabila ada penyerangan tidak langsung menyerang sultan. Terutama bangunan yang bernama Gajah Nguling atau gajah yang sedang menguak, bangunannya menyerong dan memiliki 6 tiang bulat bergaya tuscan.

Dominasi keraton berwarna putih, hijau dan emas serta unsur alam seperti kayu dan bata yang tetap dipertahankan. Pada dinding keraton terdapat berbagai keramik eropa maupun tiongkok. Maklum saja, salah satu istri sultan berasal dari negeri Tiongkok.

Teras Keraton

Silsilah Keraton Kasepuhan
Semakin ke dalam kita akan menemukan Kaputren, Kaputran, Dapur Maulud, Pemburatan dan juga gie melihat ada galeri dekat kaputren. Sayangnya di beberapa bagian nampak sekali tidak terawat bangunanya (bekas bocor dan lainnya) namun secara keseluruhan Kreaton Kasepuhan masih menunjukkan kecantikan dan kemegahan masa lampau.

Oia ada museum keraton lho, tempat benda-benda pusaka. Kalau mau melihat kereta Singa Barong disarankan masuk ke sinil. Membayar sekitar Rp. 25.000,- sudah bisa melihat berbagai peninggalan keraton dengan pendingin udara dan fasilitas lebih modern. Kalau gie sendiri kemarin nggak masuk wkwkwkwk, kan jalan-jalan hemat lagi pula gie sudah cukup sering melihat benda pusaka keraton.

Mbak Idhan nggak mau masuk, sayang padahal jauh-jauh ke Cirebon nggak melihat Singa Barong yang asli. Atau ini pertanda kelak mbak Idhan akan ke Cirebon lagi bersama keluarga kecilnya 😚

Museum Benda Pusaka Keraton Kasepuhan

Gie ke sini ngajak Mona, adik gie yang baru berusia 2 tahun (INGAT YA ADIK!!!) soalnya suka dikira anak gie sih. Coba yang mau ngelamar gie, cepatan ditungguin nanti keburu keduluan lho *eaa 😂😂😂😂 Ke sini sekitar jam 2 siang yang lumayan panas, tapi di keraton masih banyak pohon jadi adem ayem aja gie dan Mona.

Apalagi Mona seneng banget bisa lari sepuasnya, jalan kesana kemari dan lainnya. Nggak nakal dan pinter banget si Mona diajak jalan-jalan gie jadi Happy. Nah gie sekian dulu ceritanya jangan lupa mampir ke One Day Trip Cirebon punya mbak Idhan.

Nah sekian deh cerita gie jalan-jalan ke Keraton Kasepuhan next time Insha Allah gie akan bahas mengenai 2 keraton lainnya ya ^^

Tiket Masuk Keraton : WNI Rp. 15.000,- & WNA Rp. 25.000
Tiket Masuk Museum : Rp. 25.000,-
Fee/Tip Guide : Seikhlasnya tapi gie sarankan jangan kemurahan ya, walau tanpa guide kita bisa baca informasi yang ada tapi akan lebih menyenankan jika mendengar langsung dari para kerabat keraton/abdi dalem.


Wassalam,
Love ^^
gie

12 comments:

  1. Waah cerita tentang keraton kasepuhan lengkap di Gie. Saya percayakan kepadamu karena Anggi Dutanya Cirebon. Hehee..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eaaa, jadi GR wkwkwkwkkw sebenernya sih nggak lengkap-lengkap amatan wkwkwkkk ANW ditunggu kedatangannya ke Cirebon lagi ya ^^

      Delete
  2. asri sekali ya wisata di cirebon

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keraton sih Iya kalau tempat lain uni siap2 kepanasan lagi yaaa

      Delete
  3. setelah baca blog kamu, saya jadi tau banyak tentang keraton kesepuhan tanpa harus ke lokasinya langsung :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Lho, lebih enak lagi pas ada kesempatan main deh ke sini ^^

      Delete
  4. Tiket masuk ke keraton dan museumnya cukup terjangkau ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup bener banget, masih masuk di kantong ya ^^

      Delete
  5. Aku kesini udah 2 tahun yang lalu wkwk. Pas bagian masuk kereta barong mendadak merinding bagian kedua kaki, sepertinya yang 'disana' mau menyambut kedatanganku ��

    Pengen deh kesini deh bareng mamtir duta sosialita cirebon ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. OMG ku langsung GR wkwkwkwkw, berkat dirimu dan terutama MBAK TURIS daku jadi mengulas Cirebon deh biar semakin dikenal ^^

      Hayuk ke sini lanjut ke Kanoman biar sekalian bisa lihat Paksinaga Liman, kereta kencananya.

      Delete
  6. habis ke sini langsung makan nasi jamblang dsb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. OMG dimampirin mas Ef *sungkem*

      Atuh kapan2 mampir ke sumber, diajak ke Plangon atau Telaga Remis deh *eaaaa

      Delete

Syukron for coming ^^

Followers

Follow by Email