Wednesday, July 25, 2018

Kenalan sama Cirebon Yuk !!! Sejarah Berdirinya Cirebon

Assalammu'alaykum wr wb,

Reads apa kabar, udah mau akhir bulan Juli aja nih. Hayo kalian udah pada mencapai goals apa aja tahun ini ? Semoga yang punya rencana baik dimudahkan sama Allah ya 😊 Postingan kali ini gie mau cerita soal Cirebon, iya Cirebon atau Cerbon. Kenapa gie ? Soalnya gie kan perabon, alias Perantau Cirebon *eaaa 😆 Nah ini adalah postingan lanjutan sebelumnya, kan gie udah janji mau cerita lebih banyak soal Cirebon. Makanya Kenalan Sama Cirebon Yuk!!! Sejarah Berdirinya Cirebon.

Sejarah Cirebon

Sebelum gie cerita panjang lebar, yang gie olah dari berbagai sumber dan berdasarkan cerita dan pemahaman gie dari para sesepuh gie mau terima kasih dulu neh sama Turiscantik yang bikin gie semangat nulis soal Cirebon (Cerbon) juga sama mbal Larasatinesa yang jauh-jauh beli dompet ke Cirebon plus sama #BloggerHoreey yang udah pada nggak sabaran mau kondangan ke Cirebon 😆😘

Ingsun titip tajug lan fakir miskin (Saya titip Musholla/Masjid dan fakir miskin) - Sunan Gunung Jati


Cirebon, sebagian besar orang hanya tau mengenai Kota Cirebon. Padahal Cirebon sendiri terdiri dari Kota dan Kabupaten. Gie sendiri berasal dari Kelurahan Tukmudal Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Alhamdulillah, rumah tempat gie bertumbuh persis berada di dekat jantung pemerintahan Kabupaten Cirebon.

Cirebon sebelumnya adalah sebuah dukuh kecil yang didirikan oleh Ki Gede Tapa yang kemudian berkembang menjadi sebuah desa yang di berinama desa Caruban (bahasa sunda : campuran). Karena di sini terdapat berbagai macam suku, agama dan juga bahasa serta adat istiadat yang bersama-sama bertempat tinggal atau sekedar berdagang.

Cirebon terletak di pesisir laut utara (Laut Jawa) sehingga banyak penduduknya yang memiliki matapencaharian sebagai nelayan yang menangkap ikan dan rebon (udang). Karena banyak yang memproduksi terasi, air bekas rebusan rebon (belendrang). Dari udang rebon ini lah berkembang sebutan cai-rebon (air udang) yang kemudian menjadi Cirebon.

Pada abad ke-14 Pangeran Walangsungsang (Pangeran Cakrabuana) mendirikan Dalem Agung Pakungwati (Keraton Pakungwati). Pangeran Walangsungsang adalah anak pertama dari Prabu Siliwangi  dan  Nyi Subanglarang (Putri dari Ki Gede Tapa). Dikarenakan Pangeran Walangsungsang memeluk agama Islam (seperti ibunya) maka pangeran Walangsungsang tidak mendapatkan tahta kerajaan Padjajaran/Pajajaran.

Pada tahun 1479 Pangeran Walangsungsang wafat, kemudian kedudukannya sebagai Penguasa atau Raja Cirebon digantikan oleh Syarif Hidayatullah yang merupakan anak dari adik Pangerang Walangsungsang yaitu Nyi Rarasantang dengan Syarif Hidayatullah dari Mesir. Setahun sebelumnya, yaitu pada tahun 1478 diadakan sebuah musyawaran di Jawa Timur untuk mencari pengganti Sunan Ampel sebagai pemimpin para Wali (Wali Songo), terpilihlah Sunan Gunung Jati (Syech Syarif Hidayatullah) sebagai pemimpin Wali Songo. Sejak saat itu pusat kegiatan para wali dipindahkan ke Gunung Sembung (Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon).

Cirebon di Masa Sekarang

Singkat cerita ketika Cirebon dikuasai penjajah, secara resmi pemerintahan kasultanan Cirebon resmi berakhir dan memiliki status baru yaitu Gementee Cirebon pada tahun 1906. Kota baru ini dipimpin oleh seorang walikota (Burgermeester) pada tahun 1920 dan wali kota pertama Cirebon adalah J.H Johan. Pada masa pendudukan Jepang, antara tahun 1942-1943 ditunjuklah Asikin Nataatmaja sebagai walikota.

Kota Cirebon

Wilayah administrasi Pemerintahan Kota Cirebon seluas 38,10 KM2, pada tahun 2014 terdiri dari 5 Wilayah Kecamatan, 22 Kelurahan, 247 Rukun Warga dan 1.352 Rukun Tetangga. Lima Kecamatan yang berada di Kota Cirebon adalah : Harjamukti, Kesambi, Lemahwungkuk, Kejaksan dan  Pekalipan (wikipedia).

Saat ini pusat pemerintahan Kota Cirebon sedang menunggu Walikota baru, karena di 2018 ini tepat pergantian pemimpin daerah seluruh Indonesia yang dipilih setiap 5 tahun sekali. Balai Kota Cirebon terletak di tengah kota, berdekatan dengan Alun-alun Kota Cirebon, Stasiun Kejaksan, Masjid At-Tawqa maupun Pelabuhan Cirebon.


Masjid At-Taqwa Cirebon (Sekaligus Islamic Center Kota Cirebon)

Letak Kota Cirebon sangat strategis karena menghubungkan wilayah barat dan timur pulau Jawa. Kalau dari Jakarta naik kereta ke Jawa Tengah atau Jawa Timur pasti lewat Cirebon, pun begitu jika menggunaan mobil atau bus (Jalur Utara atau Pantai Utara Jawa). Saat ini banyak orang ber-Wisata ke Cirebon, baik menggunakan Kereta atau Travel bahkan menggunakan mobil Pribadi. Apalagi saat ini fasilitas wisata Cirebon sudah mulai membaik dan dikenal tidak hanya di Nusantara.

Kabupaten Cirebon

Sebagian besar mungkin nggak 'ngeh' sama Kabupaten Cirebon padahal wilayahnya membentang dari barat ke timur. Sebelum memasuki Kota Cirebon pasti lewat wilayah Kabupaten Cirebon dulu. Entah itu dari arah Jakarta, Bandung, Kuningan, maupun wilayah Jawa Tengah.

Kabupaten Cirebon merupakan batas sekaligus gerbang masuk Provinsi Jawa Barat lho, luasnya mencapai 990,36 KM2. Kalau gie sendiri biasa membagi wilayah Kabupaten Cirebon menjadi 3 bagian yaitu Bagian Barat, Tengah dan Timur. Pusat Pemerintahan Kabupaten Cirebon sendiri berada di kota Sumber. Gedung Bupati memiliki pemandangan Indah, dengan Gunung Ciremai sebagai latar belakangnya.

Sejak SD sampai MAN gie habiskan di Kabupaten Cirebon, tepatnya di Tukmudal, makanya gie seneng banget kelipih jadi Paskibraka Kabupaten Cirebon 2005  dan sebagai yang Pertama Menggunakan Jilbab pada saat pengibaran dan penurunan HUT RI Ke-60 😊

Bersama Bupati Cirebon (2013-2018) beserta Ibu 

Karena gie adalah PPI Kab. Cirebon 2005 (Purna Paskibraka Indonesia) nggak heran kalau setiap agustusan gie sempatkan hadir di Sumber. Seperti foto di atas adalah pada saat malam resepsi HUT RI ke-61 (2016) yang lalu. Berkat Paskibraka juga gie jadi punya banyak teman dari seluruh wilayah kabupaten Cirebon dan mengetahui keunikan bahasa mereka.

Cirebon berbeda dengan bahasa jawa maupun sunda, bahasa (atau Basa Cerbon) Cirebon memiliki tatanan sendiri, walau tetap dipengarungi oleh berbagai kata serapan. Orang Kota dengan Kabupaten beberapa kata memiliki perbedaan dialek, wilayah kabupaten sebelah barat, tengah dan seluruh kecamatan di pesisir  bagian timur mengunakan basa cerbon. Sedangkan wilayah Kabupaten yang berbatasan dengan kuningan dan majalengka memiliki Bahasa Sunda Cerbon dengan berbagai dialek dan wilayah yang bebatasan dengan Jawa Tengah memiliki Bahasa Jawa Cerbon.

Nah reads, sekian dulu deh cerita soal Cerbon nya ya 😁 nanti gie lanjut lagi bahas soal makanan, tempat wisata dan lainnya. Kalau kalian ada masukan, yuk sharing di komen kira-kira enaknya bulan depan kita bahas apaan ya ???

Wassalammu'alaykum wr wb
love ^^
gie

NB : Kalau ada kesalahan nama atau penulisan, mohon infonya ya ^^ maklum gie manusia biasa yang tak sempurna #eaaa

14 comments:

  1. wahh mbak angie foto sama bupati bisa jadi duta pariwisata cirebon neh kayaknya hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih lho mbak Turis inspirasinya, Aamiin untuk do'anya ^^

      Yuk kita bolang ke Cirebon, jangan lupa ajan mbak Lilis biar nggak iri :D

      Delete
  2. Bude.....sekian lama mengenalmu..belum pernah di ajak ke Cirebon..huhuhu
    pengen kesana deh...
    next story aq paling kepo sama makanan khas Cirebon ..

    ReplyDelete
  3. Soon ya uni, insya Allah sekalian kondangan sama Kayla dan Uda ^^

    Siap, next pos bahas makanan cirebon kesukaan gie :D

    ReplyDelete
  4. Oi, Gie. Tahun 2014 gue pernah tinggal 3 bulan di Cirebon buat mutasi kerja. Kantorku di Sumber, sebuah perusahaan retail nasional hehehe #kode. Terus dalam kurun waktu 1 tahun terakhir, gue udah 3 kali ke Cirebon haha.

    Beragamnya Cirebon itu kelihatan banget! Bahasanya aja campuran Jawa sama Sunda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah jangan2 pernah ketemu tapi belom kenal kita wkwkwkwkwk

      Mampir dong, makan makanan khas cirebon yang di pedangang rumahan bukan di tempat mainstream ^^

      Yup, makanya bahasa kita "Bahasa Cirebon" bukan sunda atau jawa :D

      Delete
  5. Aku sudah tidak sabar berkelana sama Anggi di Cirebon.. Yaaay! Duta cirebonnya kan Anggi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahey, jangan lupa siapkan tips buat gie ya wkwkwkwkw.

      Delete
  6. yeaay aku udah pernah ke masjid cirebonnya hehehe! Mamtir request tempat wisata sama kuliner doong. ditunggu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh, insya Allah di post bulan ini ya :)
      Makasih udah mampir

      Delete
  7. Sayang sekali saya belum pernah berkunjung ke Cirebon he he bagaimana nasi Jamblang sama empal gentongnya mba pasti enak yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk mampir mbak, Empal Gentong, Empal Asem, Nasi Jamblang, Nasi Lengko, Docang, Mie Koclok dan masih banyak kuliner cirebon lainnya yang menggoda :)

      Delete
  8. Sempat ngehadirin nikahan temen di masjid Cirebon ini. Lokasinya strategis ya, deket sama pusat kota, stasiun kereta api. Dulu kalo ga dapat kereta Gambir-Purwokerto selalu cari kereta yang Gambir-Cirebon trus lanjut kereta Cirebon-Purwokerto lumayan, jadi sempet nyicip empal gentong depan stasiun :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ini masjid icon Kota Cirebon, kapan2 main ke Kabupaten ya. Ke Masjid Agung Sumber, yang memiliki pemandangan langsung ke Gunung Ciremai.

      Delete

Syukron for coming ^^

Followers

Follow by Email