Friday, November 11, 2016

Bis Kota Riwayatmu Kini

Assalamualaikum  Reads,

Apa kabar ? Semoga selalu dalam keadaan sehat ya. Mau nanya, kapan terakhir kali kalian naik bus kota ? Metromini ? Kopaja ? Koantas Bima ? Atau angkutan umum lainnya (bukan TransJakarta ataupun commuter line ya) ??? Gie sendiri udah cukup lama nggak naik bus kota, sebulan lalu masih sempet naik metromini 640 dari thamrin ke semanggi yang berakhir diturunin di jalur cepat depan atmajaya.

Membahas angkutan umum di ibu kota pasti ada perasaan sedih, kesel, sebel tapi ngangenin. Apalagi bagi pengguna yang memang setiap hari naik mayadari, PPD, Kopaja, Metromini dan lain sebagainya. Bagi orang tua kota, kakek nenek kita dan bagi kita angkatan 90an pasti nggak asing dengan angkutan umum di Jakarta.

Hasil gambar untuk mayasari p6
Source

 

Bus Kota

Kangen banget naik ini, biasanya yang disebut bus kota adalah bus besar macam mayasari (yang trayeknya sendiri sudah banyak hilang )dan ppd. Punya banyak penggemar dan selalu penih serta tepat waktu. Nggak perduli lama menunggu di halte yang kadang kalau panas ya kepanasan kau hujan ya kehujanan dan sering banget bau pesing. Atau bahkan sejak gie beranjak remaja merasa banyak banget halte bus yang sudah hilang atau beralih fungsi menjadi taman depan gedung pencakar langit sekaligus sebagai signase nama gedung.
Inget banget jaman TK kalau mau ke Polda (Metro Jaya) sama emih atau mamah, pasti jalan ke depan pengadilan dan nunggu mayasari P6. Dulu ngerasa ini bus gede bener ya dan supir sama kondektur selalu baik hati nungguin gie naik turun atau bantuin gie naik turun. Apalagi kalau kami bawa barang cukup banyak, pasti dibantuin nurunin ke jalan atau trotoar. Para penumpang pun lebih beradab dan nggak perlu pakai kursi prioritas.

Sampai di polda atas biasanya langsung naik jembatan penyebrangan semanggi buat sampai ke Polda. Suka mampir dulu di warung Mbah di parkiran Polda buat makan siang atau sekedar camilan dan langsung menuju gedung samsat. Atau kadang kami ke belakang dulu menuju tempat ujian SIM, ke ruangan dokter dan lainnya, ke gedung polantas baru samsat. Pulangnya kembali menunggu P6 dan turun di halte sekolahan atau pengadilan. Kadang turun di slipi jaya dan mampir makan di sini atau nyebrang ke Gelael (sekarang hotel Peninsula) buat makan KFC.

Bus kota selalu penuh baik dengan penumpang, pengamen bahkan pencopet. Tapi di bus kota apalagi yang nggak ada AC sukses buat gie tidur sanpai ngeces, hahaha. Sejak SMP gie sudah keliling Jakarta sendirian, naik turun bid kota dan menikmati berbagai pengalaman di dalamnya. Satu waktu bisa bertemu pengamen yang suaranya fals sampai ngalahin penyanyi di tipi. Kalau naik PPD 213 dari arah kampung melayu , biasanya di taman suropati atau megaria naik bapak-bapak dan dia akan berorasi atau membaca puisi dan turun di sekitaran semanggi.

Hasil gambar untuk ppd 213
Source
Di lain waktu terjebak kemacetan sepanjang sudirman dan nggak sekali dua bersebelahan dengan mobil presiden, yang walau sudah di klakson patwal tetap tidak bisa bergerak maju akibat jalanan yang cukup lebar dipenuhi oleh mobil pribadi. 

Hari lain ketika kembalian gie lupa diminta sama kondektur atau ketika turun kembalian dilempar sama dia dan pernah juga kurang dari seharusnya. Kejadian itu nggak banyak terjadi kok, kurang dari dua jari jari tangan menghitung. Mall favorit gie dari kecil itu Citraland. Berasa surga di sana mau apa aja ada, semangat minggu pagi nungguin PPD 213 atau P6 di depan halte sekolah dan turun di halte mall ciputra atau citraland.

Tapi kini, tepatnya tiga tahun terakhir selain TransJakarta adanya angkutan umum berbasis online membuat banyak bus kota hilang di telan badai dan tergerus oleh entah apa....mungkin kalian berkata tergerus jaman tapi bagi gie tergerus oleh kepentingan. PPD 54 yang selalu menemani gie Grogol - Pasar Minggu sudah lama punah. P6 yang jadi saksi sejarah pertumbuhan gie pun sudah punah, jurusan kampung rambutan - grogol itu kini hanya ada dalam kenangan.

Metromini

 

Hasil gambar untuk metromini
Source

Bus sedang berwarna oren (orange) ini benci tapi rindu, hahaha. Jaman masih kuliah dulu biasanya naik MM 9Metromini) 70 lanjut Mikrolet atau sejak 2007 ada TransJakarta kor 8, dari rumah naik MM lanjut TraJa (TransJakarta). Kenapa gie bilang benci tapi rindu, soalnya walau setiap naik jarang dapet duduk dan setiap turun belum juga bus berhenti kita musti loncat tapi selalu dinanti dan ditunggu kedatangannya.

Sayang dua tahun terakhir ini MM makin berkurang, katanya sih pemerintahan yang sekarang maunya semua moda transportasi umum terintegasi dengan TraJa dan di bawah satu payung. TraJa sendiri sekarang sudah PT dan berdiri sendiri, jadi sudah bukan Unit Pelayanan lagi kayak dulu. MM ini kalau di jalan kayak raja jalanan, terkenal banget sembrono dan ngebut nggak jelas. Apalagi kalau yang bawa anak muda (atau supir tembakan) dan dalam pengaruh alkohol. Pernah banget gie naik MM dari Kelapa Gading mau ke Senen eh supirnya minum Alkohol....ampun deh selain bau bawanya juga seenaknya. Alhamdulillah sampai dengan selamat, semua penumpang termasuk gie. Nasib supir dan teman-temannya yang minum di bus gie nggak tau deh gimana.

Kopaja

 

Koperasi Angkutan Jakarta yang biasa di singkan KOPAJA yang menurut catatan wikipedia adalah sebuah perusahaan yang menyediakan angkutan umum berupa bus sedang. Kopaja ini 'temen' nya MM klo kata gie mah, kenapa ? soalnya serupa tapi tak sama, trayek mereka berisnggungan tapi nggak saling merugikan (pusing kan sama bahasa gie) hahaha.

Kopaja identik dengan warna hijau dan putih, dan biasanya banyak ditemukan di terminal Blok M. Kalau gie sendiri biasanya suka naik P19 dari blok M ke tanah abang (yang lewat CSW-Sudirman-Thamrin) atau 605A (yang nunggunya udah kayak nunggu jodoh #eh) ke Kemang. Naik Kopaja atau MM sukses membuat gie ketiduran kalau dapat duduk. Entah bagaimana kalau di Kopaja atau MM gie pasti bisa lelap tertidur tapi di TraJa.....susah banget mau tidur hahaha.




Hasil gambar untuk kopaja
Source

Sekarang juga udah ada Kopaja dan MM AC lho, lebih nyaman sih hehehe. Kalau TraJa sekarang ada juga APTB (Angkutan Terintegrasi Busway) juga bus pengumpan dari setiap stasiun yang ada di Jakarta (bus sedang, kayak Kopaja AC gitu). 

Nah untuk kabar selanjutnya tunggu update dari gie ya ;)
Sementara gie mau liburan dulu hehehe 

Wassalam,
Love ^^
gie


4 comments:

  1. wahh aku tiap kerja naik metromini, aku gatau ya dulunya kayak apa. bagus kah , yang jelas selama ini metromini menurutku banyak yang udah gak layak jalan, tiap nge-gas dikit semua goyang goyang. Tapi kayaknya cuma butuh perawatan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang sih metromini udah jauh lebih bagus di beberapa jurusan. Memang masih banyak yang nggak udah layak jalan, tapi tetap menyenangkan naiknya walau dag dig dug hehehe

      Delete
  2. aduh 213, bbrp waktu lalu padahal sempat aku foto tp terus males menuh2in hape ya aku hapus deh. EALAH, sekarang malah udah gak beroperasi jd gak punya kenang2an lagi deh... Semoga walau sudah tidak ada, penggantinya bisa lebih baik lagi dalam memenuhi kebutuhan penumpang. Memang soon or later mereka akan tergerus oleh jaman krn selain supirnya ugal2an (dgn alasan uber setoran) ya sering gak nyaman krn byk tukang ngamen yg nodong wajib kasih sering di bus dan mikrolet.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak...gie aja sekarang suka tetiba naik bus kota cuma buat mengenang masa kecil hahaha.

      Delete

Syukron for coming ^^

Followers

Follow by Email