Saturday, October 8, 2016

Alana #6

Hari yang kutunggu tiba, surat pemberitahuan bahwa aku lolos beasiswa datang tepat seminggu setelah hari ulang tahunku ke-18. Hubunganku dan Lana semakin memburuk, kesibukannya sebagai paskibraka membuat waktu kami yang sedikit semakin sedikit. Bahkan buku Ralana sudah dua minggu ada ditanganku dan aku belum berkesempatan memberikan padanya.

Kabar bahagia ini hanya bisa aku ungkapkan melaui tulisan di buku kami. Suka cita dan harapan kami tulis bersama, kekesalan dan ganjalan pun kami tulis dan biasanya kami cari jalan keluarnya bersama tapi kali ini aku harus merasakan kegembiraan ini sendirian. Tapi aku yakin di sana dia pun merasakan kebahagiaan yang sama.

Hasil gambar untuk love quotes
Source Google


When I am down and oh my soul so weary
When troubles come and my heart burdened be
Then I am still and wait here in silence 
Until you came and sit a while with me
Josh Groban - You Raise Me Up

Aku berharap Lana ada di sini, menikmati kebahagiaan bersamaku. Tapi aku tahu, tugas besar sedang diembannya jadi untuk sementara kami harus bersabar. Lagi pula anggap saja sebagai latihan, mulai juli besok aku sudah meninggalkan Lana untuk menuntuk Ilmu di Jogja dan sepertinya aku tidak bisa sering pulang ke sini.

Walau abah tidak menolak ketika aku memberikan informasi mengenai beasiswaku tapi abah menekankan bahwa aku harus mencari sendiri kebutuhanku selama di sana karena abah tidak akan membiayaiku. Maka hal yang harus aku lakukan selain mempersiapkan kuliah juga mencari pekerjaan sampingan untuk biayaku selama di sana.

Aku banyak bertanya kepada para alumni yang ada di sana, untuk sementara aku bisa bernafas lega. Selama setahun pertama aku diperkenankan tinggal di asrama, tapi tingkat 2 aku sudah harus pindah dan kos atau mengontrak bersama teman lain di luar untuk memberikan kepada adik kelasku yang lain yang akan menuntut ilmu di kota pelajar nanti. Tinggal mencari pekerjaan sambilan, katanya mudah mencari pekerjaan sambilan di sana dan tidak menganggu kuliah, semoga saja - harapku.

.....


Seminggu sebelum aku UN Lana datang ke kelasku, setelah beberapa minggu tidak bertemu dengannya ini sebuah kejutan yang sangat manis. Walau aku menerima kadonya, sebuah tas ransel hitam dengan semburat merah yang akan aku pakai nanti ketika kuliah (masih terbungkus rapi di dalam kamarku) tapi aku belum benar-benar berbicara dengannya.

Lana datang dengan senyumnya seperti biasa, dengan cahaya matanya seperti biasa tapi aku merasakan sedikit perubahan. Ah, mungkin karena dia lelah mengikuti pendidikan juga pelajaran di sekolah (aku membatin).

"Hai Kak"

"Hai"

"Selamat ya atas beasiswanya"

"Terima kasih"

"Suka kado dari Lana ?"

"Suka banget"

"Kok nggak dipake ?"

"Nanti aja pas kuliah"

"Ooo gitu, ya udah Lana ke kantin dulu ya."

"Ok, hati-hati"


Hanya itu percakapan kami tapi sanggup memuat energiku berllipat-lipat dan semangatku membara. Lana, sungguh betapa senyummu begitu berarti bagiku, cahaya matamu menyinari hariku dan dirimu sumber kekuatanku.

2 comments:

  1. Sesuatu yang membahagiakan akan terasa indah dengan apapun cara menggungkapkannya.
    Termasuk dengan tulisan.
    Terima kasih dan salam kenal Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, salam kenal. Terima kasih sudah mampir

      Delete

Syukron for coming ^^

Followers

Follow by Email