Friday, July 15, 2016

Sederhanakan Pernikahanmu

Sederhanakan Pernikahanmu, maka berkurang beban pikiranmu
Alihkan uangmu, untuk bekal rumah tanggamu


Assalammu'alaikum Reads,

Tulisan di atas sering gie baca di IG, juga mendapatkan nasehat dari para guru gie, tapi nggak sedikit yang mengatakan bahwa menikah adalah sekali seumur hidup.

Ya memang tidak menyalahkan atau membenarkan, kadang alasan tersebut dijadikan ajang untuk berpesta. Atau banyak alasan lainnya, tak terkecuali gie....dulu. Melihat keluarga gie yang selalu menikah dengan pesta tapi pusing dengan dana membuat gie tumbuh memiliki impian untuk pesta. Apalagi gie the only one dan keliarga besar pasti ikutan seneng bin rempong sama urusan pernikahan gie.


Tapi seiring waktu berjalan, gie pun belajar mengenai hakikat pernikahan itu sendiri dalam islam. Bukan bermewah yang diutamakan tapi keberkahannya. Bukankah Fatimah, puteri Rasulullah pun menikah dengan sederhana tapi penuh keberkahan ???



Jadi raja dan ratu sehari  menghabiskan banyak dana sehingga tidak sedikit yang mengatakan menikah itu mahal. Padahal yang mahal kan gengsinha, sampai seorang pemuda berkata pada gie 

"Maaf, aku belum siap untuk menikahimu. Aku tidak memiliki apapun untukmu, kewajibanku masih banyak dan aku takut tidak bisa menafkahimu"

Hei pemuda, gie sudah jawab waktu itu. Tapi di sini gie tulis kembali sebagai pengingat diri. Yang gie cari bukan dia yang sempurna dan sudah mapan, gie yakin akan janji Allah bahwa dengan menikah Allah akan membukakan pintu rejeki. Bahwa dengan menikah menyempurnakan separuh agama dan mengikuti sunnah rasul Nya. Semua yang kamu jadikan alasan, kembalilah berkaca. Jika belum siap, jangan kau permainkan hati wanita. Ingatlah ibu yang melahirkanmu adalah seorang wanita, jangan engkau menyakiti seorang wanita.

Yah, mungkin bagi sebagian orang gie terlalu sombong dan bagi sebagian lain gie terlalu mahal. Tapi gie hanya belajar untuk bisa meneladani Khadijah, Asiyah, Aisyah, Fatimah dan Maryam. Walau seujung kuku pun belum seperti mereka, keimanan masih naik dan turun tapi gie yakin Allah akan selalu bersama hamba yang mengingatNya.



Siapa sih pilihan gie ? Mereka bertanya dan 'menuduh' gie terlalu pemilih bahkan ada yang berkata gie nggak akan laku, naudzubillah. Siapakah mereka berani mendahului Allah. Ah, gie pun dulu sama...akibat kurangnya ilmu mengenai Islam. Kurang mengenal Allah dan Rasulullah jadi suka komentar seenaknya dan sekarang gie mendapat balasannya. Alhamdulillah semlga balasan di dunia saja dan tidak di akhirat. 


Jaman muda dulu #tsaahhh....gie pengen yang berseragam, perwira, ganteng, orang jawa. Nggak tau kenapa, bangga aja kali hehehe. Tapi seiring bertambah usia dan semakin mengenal Allah, sekarang lebih memilih Islam, orang yang enak dipandang dan baik pada keluarganya serta bertanggung jawab. Suku apapun selama dia muslim, pekerjaan apapun selama dia halal. Bukankah rasul pun menganjurkan memilih pasangan yang ketika dipandang menyenangkan dan ketika ditinggal amanah (please cmiiw).

So, gie mah nggak muluk muluk. Cerita dengan yang berseragam telah lalu. Penantian dalam kesendirian, bersama Allah. Jika Allah berkehendak kita untuk bersama maka akan Allah mudahkan, jika tidak maka Allah sudah mempersiapkan jodoh terbaik bagi kita. Boleh kita berencana, namun Allah yang punya kuasa. Belajar ikhlas, tawakal dan yakin pada Allah.


Hei kamu di sana, jaga diri mu seperti aku menjaga diriku. Semoga kita memang mendoakan hal yang sama, pun jika tidak semoga Allah karuniakan bagi kita pasangan yang sholeh/sholehah dan keluarga yang sakinah mawwadah warrahmah.


Love
gie ♡♡♡

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^

Followers

Follow by Email