Tuesday, November 18, 2014

Marathon Jakarta

Minggu lalu dua sahabat dari Aliyah datang berkunjung ke ibukota. Kedatangan mereka yang cukup mendadak membuat mereka harus menunggu gie cukup lama di Sta. Gambir. Akhirnya setelah 4 jam menunggu dengan penuh kesabaran, gie pun datang menjemput mereka. Maklum saja gie dari depok, baru selesai diskusi bersama @_perEMPUan_ mengenai isu kekerasan seksual di angkutan umum/publik.
Malam sudah menyapa, karena kelamaan mereka pun makan duluan. Duduk manis di depan Sta. Gambir menunggu bus kesayangan pulang, tadinya mau naik TransJakarta, tapi karena sudah lelah dan malas transit jadilah kami memilih naik Bianglala.Sepanjang perjalanan, gie menjadi pemandu mereka. Menginformasikan mengenai gedung dan jalan apa saja yang dilewati beserta sekelumit sejarahnya.

Minggu pagi tujuan ke Monas, Tanah Abang dan Istiqlal. Sudah berangkat dari jam 6.30 pagi diiringi dengan gerimis mengundang. Hanya 45 menit saja sudah sampai Sta. Gambir. Titip barang di loker dan cap cus ke Monas. Baru jalan seperempat lapangand ua sahabat gie sudah kelelahan, kasihan si bos kain nggak biasa jalan jadilah istirahat sekitar 15 menit sambil makan-makan cantik. Janjian juga dengan bumil, yang ternyata sudah mengantri naik ke monas. 8.30 kami berjalan ke area pembelian karcis, ternyata ditutup karena di dalam sudah mengantri, sekitar 10 menit kami sudah bisa membeli karcis dan kebagian gelang orange dengan rentang waktu mengantri 09-10 pagi.

Mengantri manis di pelataran monas, duduk dan narsis sampai jam 09.25 kami mulai berdiri dan mengantri lagi. Terus mengantri sampai tepat di depan lift yanga kan membawa kami ke atas. Persis 10.45 kami masuk lift dan tiba di atas, setelah sekian lama kami menunggu di atsa kami hanya sekitar 15 menit. Ya, [erjuangan berjam-jam hanya untuk 15 menit di ketinggia 115 meter melihat kota Jakarta yang berkabut dan berangin. Untuk turun pun kami harus kembali mengantri, sampai di bawah persis adxan Dhuhur berkumandang. Diputuskan untuk sholat di masjid Tanah Abang blok A, langsung cap cus naik taksi. Sampai di sana makan, sholat dan cuci mata sampai jam 5 persis ketika toko-toko pada tutup. Cuss lagi ke Istiqlal karena Khusnul belum tau Istiqlal kwkwkwkwk.....sholat di sana dan narsis tetep, selepas Isya mau makan malam dulu doi sekitaran masjid, eh malah nggak ada nasinya. Jadilah kami langsung ke Sta. Gambir, karena sudah jam 8 malam dan kereta mereka jam 09.05 malam.

Kasihan bos kain dan wong Penguragan diajak marathon sama gie keliling Jakarta jalan kaki seharian, sampai mau copot katanya kakinya...but Alhamdulillah cita-cita dan rencana mereka tercapai. Next time datang lagi ya, tapi jangan dadakan dan cuma satu malam, nggak puas :D

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^

Followers

Follow by Email