Tuesday, September 16, 2014

Amih Talya

"kamu kok belum diiket rambutnya, emang ga tau yah kalau MOS rambut musti diiket pakai sedotan ?" suatu pagi di tahun 2001, eorang (calon) gadis di sebelah gie menegur halus bersama seorang senior, gie menggeleng. Mereka pun berbaik hati mencarikan sedotan persis ketika upacara MOS berlangsung, baik sekali gadis dan kakak ini pikir gie, akhirnya mereka berdua pun mengikat rambut gie seadanya
"lumayan dari pada nanti dihukum" kata senior gie
setelah mengucapkan terima kasih, gie malah nyaris pingsan kalau tidak ditopang gadis di sebelah gie, alhamdulillah dia sigap dibantu seorang lagi kami masuk ke kelas dan dia membantu gie. Terlalu bersemangat mau masuk SMP sampai lupa sarapan, padahal baru semalam datang dari Jakarta.
"Kenalin, nama saya Feradika Pratimas. Panggil saya  Fera"
"Makasih Vera"
"Bukan Vera, tapi Fera pakai F"
"maaf efek pusing" #ngeles
Sejak itu kami jadi sebangku dan dekat, di sekolah kaki dibilang kembar walau saya tumbuh ke atas dan ke samping sedangkan Fera ke atas aja :D sama-sama suka Paskibra, rumah deketan, kenal keluarga masing-masing dan....perjalanan pun berlanjut.
SMA kami berpisah, saya memilih masuk MAN dan memutuskan berhijab sedangkan Fera memutuskan masuk SMA biasa dan kami ternyata ketemu lagi di seleksi CAPASKA 2005 dan sama-sama masuk bersama Aderika seorang rekan dari SMP yang sama :)
Alhamdulillah, walau kami tidak satu kamar (Fera kamar 2) dan sempat ada berbagai salah paham, up and down dalam persahabatan kami tapi kami menyadari dalam lubuk hati kami bahwa, we are bestie :)
Berbeda dengan Nicha, yang bersahabat dengan saya sejak SD, dengan Phew, begitu akhirnya saya memanggilnya sebuah persahabatan yang lebih berwarna, dengan tidak mengurangi kasih dan hormat saya pada sahabat saya lainnya, but Phew one of my best part in my growth. Kami tumbuh bersama, menangis dan tertawa bersama, bertengkar bersama, bahkan memiliki cita-cita yang sama, jadi Polwan atau KOWAD :D
2007
Dan, jadi Ibu Persit (Alhamdulillah Phew sudah kesampaian :D ). Sayang, Polwan dan Kowad gagal....karena saya menolak melepas hijab saya. Sama-sama aktif di organisasi walau Phew masuk jajaran pengurus dan saya anggota, tapi kemanapun kami selalu bersama, berdua hingga akhirnya bertiga dan jadi ban becak :p
gie sama phew suka samaan, jama smp dulu dari gaya rambut, pakaian, hampir serupa tapi tak sama. guru dan teman suka ketuker membedakan kami, walau hanya kelas 1 kami sekelas, tapi kami satu organisasi di OSIS dan Paskibra dan satu tongkrongan ;p
Tumbuh kembang bersama, emosi bersama walau diantara kami berdua, jelas saya paling galak dan jutek plus keras kepala ;p
we are completing each others, bahasa kerennya sih ha ha ha ha.....


Bahkan saking samanya, kita bisa punya pacar 1 batalyon ;p padahal beda waktu pertemuan dan baru tahu aps udah jadian, kwkwkwkkk.....jaman-jaman SMA dulu deh
Selepas SMA kami memilih jalan yang berbeda, phew kuliah kesehatan gie kuliah bisnis back to the town. Jarang pulang dan jalan bareng, komunikasi sih lancar dan we always know when each others have problems. No need to talk, just send text, pray and when we meet we share. She's amazing gir, tought girl and I am salute to her, two thumbs up for her.
Setelah lulus, cita-cita kami masih sama jadi Ibu persit he he he....dan kami konsisten loh :p walau akhirnya gie ga punya pacar ha ha ha dan phew menemukan tambatan hatinya sama rekan alm. teman dekat gie yang juga gie kenal. Dulu selalu bilang mau gie duluan yang nikah, ternyata jodoh phew datang duluan selepas lulus kuliah dan gie pun dengan sukacita menyambutnya. She's make her dream come true, so proud and happy for her #hug
yah, mungkin kalau Allah ga lebih sayang sama alm. sekarang sih kita satu batalyon he he he, tapi biar bagaimana dalam setiap episode kehidupan manusia selalu ada suka dan duka serta ada hikmah yang bisa kita ambil darinya.


Waktu gie nulis ini, udah beberapa bulan ga ketemu, so kangen sama amih (ya sejak menikah gie memanggilnya amih dan dia memanggil gie bunda, membahasakan ke Talya juga, her baby girl :) ). Inshaa Allah dimanapun kami berada kami selalu saling mendoakan, sesekali bertemu dan hangout bareng dengan keluarga (jadi pengen cepetttt.....hehehehe)
Walau sekarang beda kesatuan, beda batalyon, tapi inshaa Allah gie akan segera nyusul amih. amih dan apih juga talya sendiri udah nggak sabar dan sering meledek gie, mendoakan gie :D
Love you and Miss you so much amih #kiss #hug


Sahabat Sejati bukanlan orang yang selalu membenarkan perkataan atau perbuatan kita, tapi dia selalu menegur, mengingatkan dan membenarkan ketika kita salah. Walau kadang kita sering keras kepala dengan keputusan kita, namun mereka selalu ada di samping kita. Mendukung kita, mendoakan kita dan mencintai kita karena Allah.





No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^

Followers

Follow by Email