Wednesday, September 3, 2014

#kuliner : Es Campur Adem Manis

"Mang Leman, masih kelingan beli ?" sapaku suatu sore kepada seorang bapak yang baru saja selesai melayani pembeli
"Aduh sapa ya, iya kelingan tapi klalen arane....ko dikit...sapa ya"
"Ayo sapa" aku menanti jawabannya sambil memesan semangkuk es campur
"Iya, Anggi....waras tah nok ?"
"Alhamdulillah"
"Wes duwe pira kien ?"
"Due apa ?"
"Anak"
"he he he, dereng nikah mang. Ini mah adik saya berdua, pendongae bae ya ambir disegerakan. Insya Allah mang leman diundang ko :) "
"iya, ya aamiin"
"Oo waras tah ?
"waras, dagang ning uma"
"salam bae ya"
"iya"
"dibungkuse loro"
"siap"

Sepenggal percakapan menemaniku menyantap semangkuk es campur adem manis, es campur legenda sejak aku masih SMP bersama keenam sahabatku sering kali membeli es campur ini dengan cara patungan. maklum saja anak sekolah jaman dulu *ketauan deh umur berapa* uang saku tidaklah seberapa besar. kalau mau makan enak, ya patungan. memupuk kebersamaan juga dan membuat lebih menghargai pekerjaan kami sekarang :D
kini, tiga belas tahun berlalu masih sama rasa dan penjualnya. hanya saja yang berbeda kini harga (IDR 6k/mangkuk), tempat jualan yang kini di pinggir jalan depan SDN Kemantren dan juga mesin es nya....dulu masih manual dan diputar menggunakan tangan, gie sering kali terpesona kalau oo atau mang leman atau alm. ibu sedang memproses es batu jadi serutan halus dengan mesinnya.


Semangkuk es campur Adem Manis dengan rasa Manis kenangan dan persahabatan juga se- Adem panjang umur dan silaturahim. Semoga dilain kesempatan masih bisa merasakan nikmatnya es campur acem manis yang akan sangat nikmat bila disantap bersama keenam sahabat dan juga para istri, suami dan anak di hari pernikahan gie, insya Allah :)

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^

Followers

Follow by Email