Tuesday, April 30, 2013

Jajan lagi, lagi dan lagi...

April 30, 2013 0
Teman-teman saya bilang saya ini kecil-kecil makannya banyak, dan mereka heran bagaimana saya yang dulu bisa dibilang 'ndut' sekarang sudah bisa lebih kecil dengan nafsu makan yang sama. Mereka kira saya menjalankan diet khusus atau meminum obat tertentu. Padahal saya tidak melakukan dieta atu mengkonsumsi obat khusus.
Untuk makanan, dari dulu saya paling nggak bisa tergoda terutama kalau di jalan selalu lapar melihat berbagai tukang makanan berjejer dengan mempesona. Pernah salah seorang teman saya bilang "kalau jajan itu pilih-pilih dong, jangan asal sembarangan aja."
Buat saya sih tetep aja nggak ngaruh, walau berbagai pengalaman pernah saya dapati. Seperti ketika saya main ke salah satu kantor teman saya yang berada di daerah elit sudirman tapi memiliki koleksi jajanan beragam walau daerah sekitar tempatnya nggak banget mulai dari lokasi yang mepet got yang bahasa keren temen saya sih amigos...agak minggir got sedikit, belum lagi aroma semriwing yang menyaingi aroma makanan itu sendiri tapi herannya saya selalu menjadi semakin semangat.
Pernah suatu malam saya dan beberapa teman saya baru pulang dari salah satu mall. Di dalam sudah makan dan jajan, tapi ketika kami melewati halte aroma bubur ayam dan pecel lele menggoda. Belum lagi suara seksi blender jus yang buat saya tidak bisa meneruskan perjalanan sebelum berhenti dulu. Awalnya hanya memesan satu mangkuk bubur buat berdua, ternyata berakhir dengan dua mangkuk bubur, gorengan, satu botol air mineral dan segelas jus. Selesai makan saya baru sadar bahwa di sebelahnya, beberapa meter dari saya makana adalah bak sampah. Saya dan teman saya tertawa keras sekali, maklum tempat itu sedikit gelap, berada di bawah jembatan dan di depan sebuah SD yang menyatu dengan halte bus.
Bau sampah tertutup dengan bau ansi goreng, bubur, dan pecel lele serta gorengan sehingga kami tidak menyadarinya. Untung saja kami sudah selesai makan, dan kami nggak kapok untuk jajan kembali di pinggir jalan.
Suatu waktu ketika saya main ke Jogja, saya mendengar ada waung kopi joss legendaris. Langsung saya mencobanya dan ternyata, saya ketagihan. Bener-bener nikmat duduk manis ditemani nyamuk dengan suara kereta bergema disertai dengan para pengamen hilir mudik membuat saya betah berlama-lama duduk di sana.
Saya dan teman saya kadang sampai rela memburu makanan kemana-mana hanya karena "katanya" enak, walau ternyata tidak semua yang kami coba sesuai harapan kami. Pernah saya dan teman saya sudah jauh-jauh datang ke sebuah daerah yang cukup jauh dari daerah kami hanya karena 'katanya' ada jajanan enak dan ternyata sampai sana tidak sesuai ekpektasi kami.
Berbagai pengalaman menyenangkan atau mengecewakan tidak menyurutkan niat saya untuk terus jajan, bahkan saya memiliki beberapa tempat jajan andalan dan tidak pernah saya lewatkan. Mulai dari gorengan, es buah, jus, sate padang, otak-otak, pempek, pecel lele, soto betawi, nasi uduk, sayur asem dan banyak lagi. Sampai tukang sop buah langganan saya kalau saya mendekat tidak perlu menanyakan lagi pesanan saya langsung dibuatkan sesuai kegemaran saya.
Wah, bahas makanan dan jajan nggak ada habisnya....sekarang saja sambil menulis saya sedang menunggu mendoan dan pisang molen yang dibawakan sahabat saya yang akan bertandang ke rumah.


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Femina Food Lovers 2013


Monday, April 15, 2013

Dari Battembat ke Ciledug

April 15, 2013 0
Kuliner....salah satu kekayaan Indonesia yang tiada duanya, kemanapun, dimanapun dan kapanpun saya pergi baik sendiri maupun bersama teman pasti hal pertama yang dicari adalah kuliner khas suatu daerah yang kami kunjungi. Nah, berhubung kali ini Team Spirit berkunjung ke Cirebon, maka tugas saya membawa mereka menikmati kuliner khas kota udang.
Jum'at pagi, 12 April 2013 menjemput Team Spirit di Stasiun Kejaksan, selepas menaruh barang di Aston Cirebon, meluncurlah ke Amarta. Makan Empal Gentong dan Empal Asam. Saya dan Mujib memlih makan empal asam dan lainnya memilih empal gentong. Team Spirit sangat puas memilih empal gentong sebagai second breakfast mereka. Kuah empal gentong yang kuning keemasan menggoda dengan potongan daging sapi yang empuk digigit ditemani sepiring nasi putih hangat ditaburi bawang goreng yang seksi plus acar dan sambal kering menggoda lidah mereka. Taburan emping melinjo pun tak ketinggalan ditambahkan, bahkan salah seorang Team Spirit sampai menghabiskan tiga bungkus emping melinjo.
Peluh menetes satu demi satu tak mengurangi nikmat, ditutup dengan segelas es teh manis penghilang dahaga plus rasa pedas menggoda. Sedangkan saya memilih empal asam dengan kuah bening dan asam menggoda dari belimbing wuluh beserta irisan daun bawang kasar dan daging empal empuk menggoda. Saya memilih ditemani oleh sepiring bongko a.k.a lontong yang keras dan liat namun empuk saat digigit.
Selesai makan Empal Amarta di Battembat langsung meluncur menuju tempat meeting masing-masing, dan sorenya saya beserta papih dan koko andy meluncur menuju Ciledug. Mampir ke rumah agent tercinta ang eka. Sampai di sana disambut semangkuk tahu gejrot khas Cirebon yang tiada duanya dan ternyata saya melihat ada pepes tahu, langsung habis 4 saya makan bersama sejumput nasi hangat. Belum lagi sibuk memakan koci isi kacang hijau dan pipis asin. Buah salak dan pisang tak ketinggalan ditemani teh manis hangat menambah hangat suasana sore yang mendung selepas hujan. Ah....nikmatnya hari itu ditutup dengan makan malam di hotel.

Sunday, April 14, 2013

Saturday, April 6, 2013

Tahu Gejrot Legendaris : Bapak Rat

April 06, 2013 0
Sosok beliau adalah paling dicari dan dinanti kalau saya pulang ke kampung halaman selain mie ayam mang ito :D
Beliau sudah berjualan sejak jaman pakde saya masih kecil dan ibu saya pun masih kecil...dari saya kecil (dan kata pakde, bude dan keluarga saya yang lain) rasa tahu gejrot milik beliau tidak pernah berubah dan selalu sama. Terutama air gula dan racikan ulekan beliau yang melegenda. Biasanya hari biasa beliau lewat di rumah sekitar jam 2 atau 3 sore.
Kebetulan minggu lalu saudara saya sunatan dan sejak jauh hari sudah booking  beliau untuk menyanyikan tahu gejrot legendarisnya di acara syukuran kami. 800 porsi habis hanya dalam waktu hitungan jam tidak lebih dari lima jari tangan saya.
Tahu beliau memang enak, apalagi beliau asli kemantren yang mana merupakan daerah penghasil tahu. Air gula yang beliau miliki pun enak dan pas ditambah ulekan cabai dan bawang merah [bisa ditambahkan bawang putih - sesuai selera] serta tahu beliau yang tidak basi sampai esok asal disimpan dengan benar. Tidak pakai pengawet, tapi beliau memiliki cara masak yang pas sehingga membuat air gula [dan cuka] serta tahu masih enak walau dimakan keesokan hari atau dibawa perjalanan jauh.

Wednesday, April 3, 2013

Monday, April 1, 2013

Sunatan Iqbal

April 01, 2013 0

Minggu lalu long weekend yang mana adik sepupu saya yang kecil mengadakan syukuran khitanan. Sebelum syukuran dapat terlaksana, huru-hara terjadi...undangan yang kurang, sembako yang melambung tinggi terutama si bawang putih dan bawang merah sampai sakitnya si empunya hajat hingga dirawat 1 minggu lamanya. Alhamdulillah, seminggu sebelum acara semua berjalan lancar :)
Hari "H" cuaca cerah ceria, saya yang sudah siap dengan gamis merah mega mendung harus berganti baju, karena rupanya saya juga mendapatkan 'jatah' riasan dan kebaya dari salon. Jadilah saya, mamih, Ambu Arik, Mama Puput, dan kerabat lainnya satu persatu dirias. Tidak semua mau pakai kebaya, karena pastinya anda semua tahu, kalau pakai kebaya yang menyiksa adalah korsetnya ha ha ha....
Si penganten sunat saja baru pakai seragamnya langsung keringetan, nggak sabar mau main, jajan dan kabur terus dari pelaminan. Jadilah orang tua dan adiknya serta uyut tercinta yang duduk dipelaminan.






And yang unik adalah....seragam kita UNGU, padahal nggak janjian, nggak teleponan tapi pas datengs emua ungu...kebaya saya sama mamih ternyata ungu....dan yang lainnya coklat keemasan....Alhamdulillah walaupun hujan selepas dzuhur namun acara berlangsung lancar tanpa halanagan berarti hingga pukul 12.00 malam. Maklum saja, sore selepas ashar ada acara shalawatan dan setelahnya sekitar pukul 9 malam ada ceramah agama. Bahkan hingga minggu sore masih banyak tamu yang datang, maklum pada saat acara hujan sampa malam sehingga sebagian tamu yang rumahnya cukup jauh tidak sempat hadir. Seperti kebiasaan syukuran dikeluarga saya maka makanan dimasak sendiri dengan tambahan dari langganan (semacam pondokan - bahasa catering).
Bubur Ayam buatan Mbok Anum

Es Krim

Tahu Gejrot Legendaris

MENU PRASMANAN








Followers

Follow by Email