Thursday, March 7, 2013

Bali Trip : Pulang

Huah.....pagi setelah makan Iga Bakar Afrika Keda Jablai saya bangun dengan rasa malas karena kekenyangan :D
Ditambah lagi badan pegel-pegel semua akibat hari pertama lengkap sudah nikmat saya pagi itu. Selesai mandi dan packing terakhir saya langsung ke bawah bersama icha dan sarapan seperti biasa di restoran hotel.
Pagi ini seperti biasa saya makan satu tangkup roti gandum dengan butter dan homemade jam yang disediakan pihak hotel. Ditambah telur mata sapi setengah matang, sarapan kegemaran saya saat SD dulu :D [dulu sih telor rebus setengah matang yang biasa dimakan sama lada dan garam :D]

Selesai sarapan tepat 8.30 waktu bali kami pun dijemput Ngurah di hotel untuk diantarkan ke Bandara. Karena letak bandara yang cukup dekat dengan hotel kami, maka kami memutuskan berbincang-bincang di hotel sambil  minum teh. Sekitar pukul 9 saya dan icha pamit ke kamar untuk last pack dan mengambil tas kami semua.
Sektar 9.30 kami ke bandara dan sampai sana hanya sekitar 10 menit kurang langsung check in. Sudah lumayan panjang antrian, dan suasana bandara yang sedang renovasi ditambah ramainya pengunjung membuat kami cukup lama mengantri check in. Selesai check in, kami masuk ke dalam, ternyata di gate kami sudah penuh orang sampai kami tidak kebagian kursi tunggu dan berdiri. Saya lelah sekali dan ingin rasanya berbaring di aksur hotel yang lumayan empuk itu. Tapi pada kenyataannya saya ada di bandara ngurah rai - bali melihat berbagai macam manusia sedang duduk, berdiri, makan, pijat, dan lainnya menunggu pesawat.

Akhirnya panggilan boarding pun tiba, saya yang abru saja semenit duduk langsung berdiri dan berjalan ke arah pesawat. Panas, gerah, semua jadi satu. Maklum saja dari ruang tunggu ke pesawat kami jalan kaki sambil waspada dengan berbagai macam ornamen renovasi dan mobil yang berseliweran....nggak percuma tinggal di Jakarta, terbiasa dengan kesemrawutan.
Di pesawat duduk ditempat sebelumnya, dengan kapten pesawat yang sama M. Hariri hanya dengan pesawat yang berbeda [lebih lama, soalnya bangku dan flyer isi do'a perjalanan lebih kusam dan interior pun tak secerah pesawat saat kami berangkat] hanya saja dengan pramugari yang lebih ramah.
Take off alhamdulillah lancar, saya masih duduk di sebelah jendela walau seharusnya saya di tengah :D
Perjalanan cukup lancar sampai sekitar satu jam kemudian, saya merasakan kuping saya sakit sekali. Pesawat berguncang lumayan heboh dan ketika saya buka jendela pesawat secara penuh, bukan pemandangan lagi yang saya lihat namun hanya awan putih.
Padahal ketika melintas selat bali saya melihat beberapa pesawat yang berpapasan dengan kami dan pemandangan indah nun jauh di bawah sana. Dalam awan ada beberapa saat lamanya yang membuat saya terus berdzikir dan berdo'a. Keluar dari awan putih sebentar kemudian masuk lagi, berguncang, saya merasakan pesawat mulai naik lagi, telinga saya makin sakit. Saya makan 4 permen dan tetap sakit, ingin menangis menahab sakit. Salah seorang team saya mengajak saya terus berbicara dan berusaha membuat saya melupakan keadaan sekitar. Alhamdulillah tak lama kemudian kami mulai mengurangi ketinggian, terlihat tanjung priuk di bawah sana,, PIK, pluit dan saya pun tak berhenti berdo'a hingga kami mendarat dengan selamat, alhamdulillah.
Selesai menunggu bagasi, rencana kami akan makan siang. Tapi saya sudah tidak ada tenaga lagi, belum semua restoran mengantri. Karena ketika kami mendarat adalah tepat jam makan siang. Akhirnya saya pun kepangkalan taxi dan menunggu sekitar 30 menit untuk mendapatkan taxi. Awan yang tadinya cerah ceria ketika kami mengangkasa, sampai di jakarta mulai menagis sedikit dan akhirnya bertambah besar. sampai di meruya sudah berhenti hujan dan menurut suppir taxi saya hujan sejak pagi melanda Jakarta dengan intensitas cukup tinggi dan bergantian di beberapa wilayah.
Alhamdulillahh sampai rumah dengan selamat, lelah....saatnya istirahat dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke cirebon besok.

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^

Followers

Follow by Email