Tuesday, March 5, 2013

Bali Trip : Day One

13 Tahun yang lalu, saya pertama kali ke Pulau Dewata bersama keluarga besar saya untuk merayakan tahun baru milenium. Dulu saya menginap di Bali Gardenia Resort - Nusa Dua yang banyak hotel berbintang kelas dunia. Saat itu kami semua menginap di Bali Gardenia hanya dua malam dan dilanjutkan bermalam tahun baru di Pacung. Di Nusa Dua saya ingat betul, kami merayakan ulang tahun salah satu tante saya dan pertunangannya. Hamparan pasir putih yang menjadi halaman hotel, kolam renang yang indah dan kebersamaan kami menambah indah suasana liburan di Nusa Dua. Selama menginap di Nusa Dua kami mengunjungi Pasar Seni Sukowati dan Pantai Kuta.
Pacung sendiri tak kalah eksotis, yang paling saya ingat adalah kami menginap di bagunan atas yang mana depan kamar kami adalah kolam renang yang seolah berada di atas tebing. Karena kami bisa melihat pemandangan indah yanga da di bawah kami. Serta lift yang terbuat dari bambu yang hanya ada satu diperuntukan bagi lansia, ibu hamil, anak-anak, dan membawa barang. Bagi kami yang muda harus menuruni tangga menuju ke bawah. Indah nian pemandangan di Pacung, selain itu kami mengunjungi Kuta dan Pasar Sukawati. Hanya itu yang saya ingat dari perjalanan saya 1 tahun yang lalu, dan kini saya kembali ke Bali.
Tidak dengan keluarga, hanya bersama beberapa kolega untuk kunjungan kerja. Pagi kami menggunakan penerbangan 8.10 dengan Lion dari Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.
Jam 6 pagi saya sudah sampai bandara dan check in bersama kolega saya. Dari Jakarta kami berlima, dengan arah yang berbeda. Dari Cibinong, Jatibening, Joglo, Kemayoran dan Pulomas. Sampai bandara kami sarapan di Baso Ino dan saya pun memakan bekal yang sudah disipakan, nasi bogana. Jadi saya hanya memesan teh manis hangat.
Perjalanan cukup mulus dengan M. Hariri sebagai kapten pesawat dan interior pesawat yang apik, bersih dan terasa masih baru. Bahkan di dalam pesawat disediakan lembaran do'a perjalanan. Baru kali ini saya menemukannya, dulu perjalanan dari Palembang dengan Lion juga saya belum menemukan lembaran do'a ini.
Cuaca cukup cerah, mendarat di Ngurah Rai International Airport dengan cukup mulus walau pada saat landing pesawat agak sedikit bergoyang mirip Inul :D tapi secara keseluruhan penerbangan kami nyaman.
Sampai di sana pas waktu makan siang, langsung saja meluncur ke Ayam Betutu di Tabanan Raya, sekitar 5 menit dari Bandara. Hampir semua memesan Ayam betutu, hanya Arwin saja yang memesan ayam bakar. Saya memesan ayam betutu tidak disiram kuahnya, karena saya tahu cukup pedas. Ayam betutu hadir dengan sambal mata, plecing kangkung dan kacang tanah goreng tabur garam.
Ayamnya cukup keras, sepertinya hanya direbus dengan rempah-rempah. Sereh cukup berasa dan bumbunya seperti setangah matang, atau mungkin memang seharusnya begitu :D
Selesai Makan langsung menuju hotel yang ada du By Pass Kuta, kali ini mencoba budget hotel dari Aston - Fave Hotel. Baru pertama kali coba budget hotel, tidak mengecewakan. kamar yang cukup besar dengan kamar mandi yang bersih dan nyaman. Interior yang meriah dengan warna Fusia atau magenta yang langsung menarik mata saya :D Dari bandara hanya sekitar 10 menit saja dan pantai Kuta ada di belakang hotel kami, sebentar saja ke sana.
Lokasi Fave Hotel tidak jauh dari sunset road, simpang siur dan pantai Kuta. Belum ke Bali kalau belum ke Kuta, sama dengan belum ke Jakarta kalau belum ke Monas - kelakar teman saya. Setelah istirahat sebentar di hotel, kami langsung menuju ke Uluwatu. Ternyata uluwatu itu tempat gunung kapur, banyak tebing, seperti puncak hanya saja tidak sehiaju puncak. Perjalanan ke sana melewati Universitas Udayana. Yang menarik adalah, fakultas berdiri berdampingan satu dengan yang lainnya. Ada di kanan dan kiri jalan raya menuju Uluwatu. Sayang Asramanya tidak terawat kalah jauh dengan Politeknik Negeri Bali yang sepertinya bangunan cukup baru dan Indah terawat.
Padahal UNUD arsitekturnya khas bali dengan halaman yang cukup luas. Sayang sekali dibiarkan terbenggkalai begitu saja, dan Asramanya, seolah tiadk ada penghuninya. Banyak bangku kayu menumpuk di halaman depan, merusak pemandangan mata. Sepanjang saya di Bali banyak sekali sepeda motor, baik warga asing maupun warga lokal. Maklum saja di Bali susah cari angkutan umum, saya hanya melihat Trans Sarbagita, Shuttle Bus dari beberapa lokasi dan bus-bus pariwisata serta mobil sewaan.
Mampir ke GWK atau Garuda Wisnu Kencana yang berada di bukit Ungasan berdiri patung Garuda Wisnu Kencana karya I Nyoman Nuarta.
Di bawah patung terletak area konser yang dikelilingi tebing yang bisa menggemakan suara. Setiap sore sebelum matahari terbenam ada tari kecak yang terkenal. Sorenya kami kembali makan malam di Sunset Road dan melewati Jimbaran.
Jauh-jauh ke Bali kami makan di Ikan Bakar Cianjur, ha ha ha....tapi tidak mengurangi nikmat kebersamaan saya dan rombongan yang berjumlah 10 orang. Gurame asam manis, Gurame tim, Pucuk Labu, teri Medan, tahu goreng dan sambal kecap menemani santap malam kami. Selesai makan malam kami pun mengunjungi Krisna, pusat oleh-oleh di Bali yang berada di Sunset Road seberang IBC-lokasi kami makan malam.
Puas berbelanja, kami pun kembali ke Hotel dan beristirahat.



Pemandangan dari Pesawat Sebelum Landing

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^

Followers

Follow by Email