Thursday, October 4, 2012

Taksi Putih [again]

Postingan ini bukan bertujuan untuk mendiskreditkan perusahaan atau pribadi, lebih kepada keluhan pelanggan yang entah kenapa selallu saya alami ketika saya menggunakan armada tersebut.


Masih ingat postingan saya di sini nah dua hari ini saya 'terpaksa' [saya menggunakan kata ini karena buat saya kalau masih ada pilihan taksi selain putih saya lebih baik memilih mereka akumulasi kekecewaan saya beberapa waktu selama saya menggunakan armada mereka]. menggunakan lagi si taksi putih.

Pertama,

Semalam, saya baru pulang dari kantor cukup malam. Sekitar pukul 10 saya menunggu taksi di tanjung duren raya, dekat snaapy. Saya sih mengharapkan taksi biru, orange atau kuning, sayang seribu sayang mereka selalu lewat dalam keaadaan berpenumpang. Jadilah saya menunggu, sekitar 10 menit kemudian datanglah taksi putih, saya pun memberhentikannya.

Sampai di dalam taksi saya langsung menyebutkan tujuan saya, seperti biasa saya mengobrol dengan supir taksi. Bahasa yang saya tangkap #maaf# kok sepertinya si supir ini orang yang belagu/sok/apalah sebutannya. Karena dari cara dia bicara seolah memandang remeh saya, tapi saya mengabaikannya...karena saya tidak mau dong berfikiran negatif.

Sampai di lampu merah pos pengumben, ada mobil kontainer, taksi saya sudah terlanjur ambil ke kanan. karena lampu merah, jadila taksi saya cukup membuat kehebohan karena dari arah berlawanan jadi agak tersendat. Tiba-tiba berpapasan dengan taksi biru, si pramudi pun bilang "Kejar setoran mas" saya yang menjawab di dalam sambil bercanda "laper pak" yang memang tidak kedengaran dari luar.

Saya hanya bercanda, tiba-tiba si bapak dengan suara yang terdengar angkuh berkata "dasar supir taksi biru sok menguasai jalanan, mentang-mentang banyak pelanggan belagu" saya cukup kaget, karena diuucapkan dengan nada angkuh, melecehkan dan sangat tdiak suka. Pikiran saya pasti bapak ini pernah di taksi biru, dan ternyata benar saja.

Dia bercerita atau lebih tepatnya cukup menjelekkan taksi biru, dia dua tahun di sana dan pindah ke taksi putih. Di taksi putih dia sudah 5 tahun dan sudah lunas mobil satu serta dapat uang 4 juta, selain itu dia juga sudah dipercaya di taksi putih. Dari pembicaraannya terlihat sekali dia merasa kecewa dengan taksi biru dan bangga di taksi putih.

Ketika saya jawab "namanya orang pak berbeda-beda, ada yang sok dan tidak bukan tergantung taksi yang dia bawa." eh kok kayang nggak senang hati dia argumen lagi #nggak usah saya sebutkan# dan membawa taksi jadi asal-asalan, dan entah kenapa saya jadi merasa kok argonya cepat sekali ha ha ha.....akhirnya sampai di rumah, benar-benar tdiak ada sapaan hangat atau ucapan terima kasih atau selamat malam, langsung kabur begitu saja....kacau....kacau....

Hari ini lain lagi, saya kasih tahu jalan ke si supir eh seperti nggak terima, dia malah bilang kalau jalan yang dia pilih benar. Lah, saya ngotot dong kan saya yang punya rumah. Lagi pula rute yang dia ambil menyalahi aturan lalu lintas, saya bukan takut di tilang tapi lebih takut membahayakan diri dan pengendara lain. Seperti tak terima ditegur dia jadi bawa taksi asal-asalan, saya sih diam saja malah menyalakan mp3.

Sampai komplek rumah saya kembali dia sok tahu jalan, saya kaish tau dia ngeyel....ya ampuuun bener-bener deh saya kapok naik ini taksi. Kalau nggak terpaksa saya nggak mau lagi naik ini taksi. Sore tadi pun terpaksa, akibat hujan, becek nggak ada ojek dan bus pun jarang....ada satu-satunya taksi kosong ya taksi yang saya naikin....ya ampuuuun.....sabar deh saya....

Maaf mungkin banyak yang tidak sependapat sama saya.....tapi ya itu kenyataannya, kayak si yayang dia suka naik si putih karena lebih murah. yah selera orang kan beda-beda ya, saya sih tetep tuh si biru, orange, kuning atau si merah.....bagaimana dengan anda ?

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^

Followers

Follow by Email