Thursday, July 26, 2012

Buka Puasa di Jalan

Tahun ini saya baru merasakan apa yang dirasakan sebagian besar commuter yang bekerja di Jakarta, yaitu buka puasa di Jalan.
Kebijakan kantor saya yang menetapkan jam masuk dan pulang kerja normal [ sama seperti biasanya] membuat saya harus berbuka di Jalan.
Hari pertama masuk kantor, senin lalu saya harus berbuka puasa di atas bus 44 di tengah jalanan sudirman. Maklum saja, walaupun jalanan agak lengang namun bus yang saya tumpangi rupanya ingin #berbagipahala dengan bus lainnya, sehingga dia jalan sangat pelan dan ngetem cukup lama.
Hari itu saya buka puasa dengan teh manis yang sudah saya buat dari kantor dengan sekantong kecil Biji Ketapang [kue kering bikinan saudara saya]. Mbak di sebelah saya di bus menawarkan gorengannya [aduh saya sampai ngeces melihatnya] tapi saya tolak dengan halus, karena toh saya pun membawa makanan yang cukup.
Saya berusaha mensyukuri menu buka seadanya dengan perjalanan yang seadanya pula. Dengan enaknya supir bus merokok [posisi saya duduk di depan sebelah kiri supir] padahal mobil ber AC walaupun dia membuka kaca yang ada di sampingnya. Tetap saja, asap dengan enaknya menyeruak kepada kami penumpang :(
Kesabaran kami semua amsih harus diuji, karena bus berbaik hati membiarkan yang lain mendahuuinya. Hampir 30 menit kami berhenti di depan SCBD, seolah supir bus tidak perduli dengan kami yang ingin melaksanakan ibadah sholat magrib dan tarawih [yang hanya ada di bulan ramadhan].
Akhirnya, bus pun melaju setelah 35 lewat dan berhenti di Ratu Plaza. Saya kira bus akan berhenti kembali di pakubuwono, ternyata tidak. Alhamdulillah perjalanan menuju rumah cukup lancar, bahkan di ulu jami pun tidak terlalu tersendat.
Hari kedua, saya buka puasa di jalanan Arjuna Selatan [pinggir tol] karena saya membonceng teman saya yang sejurusan. Berhubung beliau bukan muslim jadilah saya memutuskan untuk buka puasa sambil motr terus berjalan. Saya sudah menyiapkan teh manis hangat, gorengan dan lontong/buras [isi sayuran]. Kenapa gorengan, karena kemarinnya saya ngiler melihat orang-orang menyantap gorengan :D
Menarik pengalaman beru berbuka di jalan, biasanya saya selalu berbuka di rumah sewaktu masih tinggal di rumah nenek saya. Jarak rumah ke kantor yang hanya 10 menit membuat saya selalu bisa berbuka bersama keluarga besar.
Tapi saya masih tetap bersyukur, sekalipun jarang berbuka bersama keluarga sekarang. Karena saya dan keluarga masih diberikan kesehatan dan panjang umur hingga dipertemukan lagi dengan bulan yang penuh berkah ini. Bulan dimana semua pintu surga terbuka, bulan di mana semua pintu neraka ditutup dan bulan dimana Allah SWT akan mengampuni segala dosa-dosa kita.
Mudah-mudahan kita bisa mencapai kemenangan pada hari nan fitri nanti.....^_^

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^

Followers

Follow by Email