Wednesday, June 20, 2012

Penurunan Layanan

BBG adalah salah satu perusahaan taksi terkemuka di Jakarta dan di Indonesia, pengalaman BBG dalam memberikan pelayanan sudah puluhan tahun lamanya. BBG pun dinilai sebagai perusahaan yang memiliki reputasi terjamin, aman, nyaman, dan terpercaya.
Tapi saya merasa, beberapa waktu ini pelayanan BBG seperti kurang maksimal. Kantor saya sendiri adalah pelanggan BBG dan kami sudah bekerjasama cukup lama dengan BBG. kantor menyediakan fasilitas Voucher untuk pembayaran yang biasanya tagihan akan dikirmkan BBG per-satu bulan sekali.
Sejak akhir 2011 saya sudah merasakan pelayanan BBG yang kurang menyenangkan. Beberapa kejadian tersebut :

1. Terlambat Datang
Apabila saya melakukan pemesanan 1 jam atau bahkan langsung pesan pada jam itu juga saya selalu dikecewakan. Pemesanan  1 jam sebelum jam keberangkatan selalu saja terlambat datang sehingga beberapa kali saya cancel pemesanan saya. Saya maklumi apabila pemesanan saya mendadak dan datang 10-15 menit kemudian. Selain itu saya pun pernah memesan untuk keesokan harinya dan pesanan saya pun [lagi-lagi] terlambat,

2. Terlalu Cepat
Kalau yang ini sih sering kali, saya melakukan pesanan pada pagi hari dan pada saat tiba waktunya pesanan saya bisa datang 30 menit lebih awal.

3. Bersungut-sungut/Tidak Sabar
Bukan salah saya apabila saya pesan untuk jam 2 dia datang lebih cepat. Apabila saya tidak ada pekerjaan/tidak menunggu orang saya pasti langsung berangkat, tapi kalau saya amsih menunggu orang/ada pekerjaan yang tidak bsia saya tinggalkan pastinya saya biarkan pesanan saya menunggu hingga jam yang saya minta ke operator. Dan saya pun menginformasikan sebelumnya kepada pengemudi untuk menunggu. sayang sering kali ketika saya sudah berada di dalam mereka membawa seenaknya atau bersungut-sungut kepada satpam/ob di kantor.
Dalam membawa kendaraan pun mereka jadi seenaknya, beberapa kali ada polisi tidur dihantam begitu saja membuat saya terlonjak-lonjak. Saya diam bukan berarti tidak memperhatikan, kadang apabila pengemudi sudah membawa kendaraan dengan sangat tidak nyaman maka saya akn langsung menegur di tempat. Saya tidak mau sembarangan komplain, karena saya berusaha memikirkan apabila ada diposisi mereka. Jadi biasanya saya akn tegur secara halus, apabila sudah keterlaluan terpaksa saya pun komplain ke kantor pusat.

4. Menolak dengan Kasar
Kejadian ini di jalanan sudirman di suatu sore, saya dan rekan saya sedang membawa barang. Kami menunggu di depan Plaza ABDA/Asia. Setelah beberapa saat menunggu datanglah BBG dan saya segera melambaikan tangan. BBG berhenti sekita 10 m ke depan, saya dan rekan saya pun berjalan menghampirinya karena tidak ada tanda-tanda dari pramudinya bahwa dia akan mundur.
Sampai di sana saya langsung meminta pramudi untuk membuka bagasi, tapi dia malah menanyakan dengan nada cukup kasar
"Mau kemana ?"
"Taman Anggrek"
"Nggak bisa, Macet"
"Saya kan bayar"
"Nggak mau" sambil melambaikan tanggannya tanda tak mau, dan mencoba menjalankan kendaraan.
Saya yang masih ada di posisi pintu belakang belum sempat menutup pintu. Otomatis emosi saya langsung, saya katakan pada dia
"saya tidak pernah ditolak sekasar ini, seharusnya anda cukup melambaikan tangan dan tidak usah berhenti" sambil saya membanting pintu penumpang. Sekilas saya melihat ID pengemudi ada tampak 1 bintang di sana.
Yang paling baru semalam, dari batusari menuju Joglo sejak saya masuk saya merasakan pengemudi sudah membawa mobil kurang enak. Bisa sangat perlahan dan tiba-tiba ngebut atau sebaliknya. Ketika di lampu merah srengseng hampir dia belok kanan ketika saya sadar belum sampai tujuan
"Loh pak, ini srengseng bukan joglo"
"oh ya, masf-maaf saya salah" minta maafnya tidak meyakinkan "joglo yang di alfa [taman alfa indah] belok kiri kan bu ?"
"bukan pak, itu taman alfa. Ini masih lurus pak arah ke ciledug"
"bukan bu, tapi alfa indah belok kiri"
"bukan pak" kesabaran sudah menipis akibat lapar dan mengantuk
"harusnya kan alfa belok kiri"
"bapak, yang punya rumah kan saya. saya bilang lurus ya lurus!!!" sedikit membentak jadinya
setelah melewati taman alfa indah dia bawa mobil semakin melambat, lalu saya mendengar dia berbicara "yah habis deh..........murah deh.....lambat deh...."
entah apa maksudnya, kalau yang saya tangkap sih argo, karena hanya menunjukkan angka kurang dari 30.000 saja. semakin mendekat lampu merah joglo semakin melambat sampai saya gregetan sendiri jadinya. Akhirnya sampai juga di rumah dengan argo 29.400 saya bulatkan menjadi 30.000. Sebelum turun pun saya terbiasa mengucapkan "terima kasih" bukannya dibalas dia malah menanyakan "bu di sana nggak buntu kan?" dengan nada yang cukup kesal [mungkin karena saya bayar pas argo atau mungkin karena beliau sudah mengantuk, entahlah] "nggak pak, bapak bisa lurus saja kok" tiada ucapan terima kasih dia malah meluncur begitu saja......saya hanya terpana, inikah hasil didikan dari BBG ???bukannya sebelum turun melayani di lapangan para pengemudi sudah diberikan pelatihan ?! entahlah, saya hanya merasakan semakin hari pelayanan BBG semakin menurun (-_-")

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^

Followers

Follow by Email