Wednesday, June 27, 2012

Wednesday, June 20, 2012

DIVA

June 20, 2012 0
Hi reads ^_^ semalam saya dan beberapa teman menjadi DIVA selama 2 jam :D
Bulan lalu [atau awal bulan ya, saya lupa] salah seorang teman saya mengatakan ada informasi penawaran keren dari dealkeren untuk karoke di DIVA Central Park. Kami pun memutuskan untuk menggunakan medium room [hanya IDR 42.000/2jam] dapat free es teh tawar 2 dan snack, lumayan.
Ruangannya keren, lampu bisa disesuaikan tingkat keterangannya dan AC pun bisa disesuaikan. Ruangan bersih dari bau rokok, puntung rokok dan juga dekorasi yang nyaman dipandang mata.
Pemilihan lagu cuat kami cukup gagap, he he he maklum kami agak sedikit gaptek :D. Sudah ada layar touchscreen  yang dilengkapi keyboard [ini pasti disediakan bagi orang seperti kami :D] untuk mencari lagu yang kita inginkan.
Kekurangannya menurut saya adalah : Staff yang kurang helpfull  dan informatif.
Mengapa ? karena apabila waktu sudah hampir habis seharsnya diingatkan [kalau di inul 30 menit sebelumnya kita sudah diingatkan bahwa akan habis waktunya. Dan saat habis waktunya pun kita akan kembali ditanya apakah ingin menambah waktu atau tidak.
Di DIVA waitress/waiter tidak membantu sama sekali, kami hampir saja kelebihan waktu apabila teman saya tidak sadar bawah di sudut kanan bawah layar ada penunjuk waktu [cukup kecil jadi bisa saja terlewat]. tapi ketika akan memasuki 2 jam tidak ada pemberitahuan apapun, kami malas kena charge tambahan jadilah 2 jam 1 menit sekian detik kami keluar ruangan. Kami pun tidak ditawari ingin pesan apa atau bagaimana cara pesannya, staff yang mengantarkan saya hanya memberikan mic menjelaskan [sangat] singkat cara penggunaan gadget yang ada di sana diakhiri dengan 'silahkan panggil saya kalau butuh bantuan' dan langsung keluar bahkan sebelum saya sempat memberikan respon.
Soal makanan/minumam, memang di dalam sudah ada beberapa kaleng minuman ringan dan dua botol teh kemasan serta 1 buku menu. Wah, kecewa saya, apa karena kita menggunakan voucher sehingga pelayanan seperti itu ?! entahlah, tapi akhirnya terobati dengan menjadi DIVA selama 2 jam bersama teman-teman saya.

Mba Shandra | Mba Ferra | Me | Mba Feba


Purple Dress : Details | Pants : Boutiqe | Green Bag : Aunt's


Penurunan Layanan

June 20, 2012 0
BBG adalah salah satu perusahaan taksi terkemuka di Jakarta dan di Indonesia, pengalaman BBG dalam memberikan pelayanan sudah puluhan tahun lamanya. BBG pun dinilai sebagai perusahaan yang memiliki reputasi terjamin, aman, nyaman, dan terpercaya.
Tapi saya merasa, beberapa waktu ini pelayanan BBG seperti kurang maksimal. Kantor saya sendiri adalah pelanggan BBG dan kami sudah bekerjasama cukup lama dengan BBG. kantor menyediakan fasilitas Voucher untuk pembayaran yang biasanya tagihan akan dikirmkan BBG per-satu bulan sekali.
Sejak akhir 2011 saya sudah merasakan pelayanan BBG yang kurang menyenangkan. Beberapa kejadian tersebut :

1. Terlambat Datang
Apabila saya melakukan pemesanan 1 jam atau bahkan langsung pesan pada jam itu juga saya selalu dikecewakan. Pemesanan  1 jam sebelum jam keberangkatan selalu saja terlambat datang sehingga beberapa kali saya cancel pemesanan saya. Saya maklumi apabila pemesanan saya mendadak dan datang 10-15 menit kemudian. Selain itu saya pun pernah memesan untuk keesokan harinya dan pesanan saya pun [lagi-lagi] terlambat,

2. Terlalu Cepat
Kalau yang ini sih sering kali, saya melakukan pesanan pada pagi hari dan pada saat tiba waktunya pesanan saya bisa datang 30 menit lebih awal.

3. Bersungut-sungut/Tidak Sabar
Bukan salah saya apabila saya pesan untuk jam 2 dia datang lebih cepat. Apabila saya tidak ada pekerjaan/tidak menunggu orang saya pasti langsung berangkat, tapi kalau saya amsih menunggu orang/ada pekerjaan yang tidak bsia saya tinggalkan pastinya saya biarkan pesanan saya menunggu hingga jam yang saya minta ke operator. Dan saya pun menginformasikan sebelumnya kepada pengemudi untuk menunggu. sayang sering kali ketika saya sudah berada di dalam mereka membawa seenaknya atau bersungut-sungut kepada satpam/ob di kantor.
Dalam membawa kendaraan pun mereka jadi seenaknya, beberapa kali ada polisi tidur dihantam begitu saja membuat saya terlonjak-lonjak. Saya diam bukan berarti tidak memperhatikan, kadang apabila pengemudi sudah membawa kendaraan dengan sangat tidak nyaman maka saya akn langsung menegur di tempat. Saya tidak mau sembarangan komplain, karena saya berusaha memikirkan apabila ada diposisi mereka. Jadi biasanya saya akn tegur secara halus, apabila sudah keterlaluan terpaksa saya pun komplain ke kantor pusat.

4. Menolak dengan Kasar
Kejadian ini di jalanan sudirman di suatu sore, saya dan rekan saya sedang membawa barang. Kami menunggu di depan Plaza ABDA/Asia. Setelah beberapa saat menunggu datanglah BBG dan saya segera melambaikan tangan. BBG berhenti sekita 10 m ke depan, saya dan rekan saya pun berjalan menghampirinya karena tidak ada tanda-tanda dari pramudinya bahwa dia akan mundur.
Sampai di sana saya langsung meminta pramudi untuk membuka bagasi, tapi dia malah menanyakan dengan nada cukup kasar
"Mau kemana ?"
"Taman Anggrek"
"Nggak bisa, Macet"
"Saya kan bayar"
"Nggak mau" sambil melambaikan tanggannya tanda tak mau, dan mencoba menjalankan kendaraan.
Saya yang masih ada di posisi pintu belakang belum sempat menutup pintu. Otomatis emosi saya langsung, saya katakan pada dia
"saya tidak pernah ditolak sekasar ini, seharusnya anda cukup melambaikan tangan dan tidak usah berhenti" sambil saya membanting pintu penumpang. Sekilas saya melihat ID pengemudi ada tampak 1 bintang di sana.
Yang paling baru semalam, dari batusari menuju Joglo sejak saya masuk saya merasakan pengemudi sudah membawa mobil kurang enak. Bisa sangat perlahan dan tiba-tiba ngebut atau sebaliknya. Ketika di lampu merah srengseng hampir dia belok kanan ketika saya sadar belum sampai tujuan
"Loh pak, ini srengseng bukan joglo"
"oh ya, masf-maaf saya salah" minta maafnya tidak meyakinkan "joglo yang di alfa [taman alfa indah] belok kiri kan bu ?"
"bukan pak, itu taman alfa. Ini masih lurus pak arah ke ciledug"
"bukan bu, tapi alfa indah belok kiri"
"bukan pak" kesabaran sudah menipis akibat lapar dan mengantuk
"harusnya kan alfa belok kiri"
"bapak, yang punya rumah kan saya. saya bilang lurus ya lurus!!!" sedikit membentak jadinya
setelah melewati taman alfa indah dia bawa mobil semakin melambat, lalu saya mendengar dia berbicara "yah habis deh..........murah deh.....lambat deh...."
entah apa maksudnya, kalau yang saya tangkap sih argo, karena hanya menunjukkan angka kurang dari 30.000 saja. semakin mendekat lampu merah joglo semakin melambat sampai saya gregetan sendiri jadinya. Akhirnya sampai juga di rumah dengan argo 29.400 saya bulatkan menjadi 30.000. Sebelum turun pun saya terbiasa mengucapkan "terima kasih" bukannya dibalas dia malah menanyakan "bu di sana nggak buntu kan?" dengan nada yang cukup kesal [mungkin karena saya bayar pas argo atau mungkin karena beliau sudah mengantuk, entahlah] "nggak pak, bapak bisa lurus saja kok" tiada ucapan terima kasih dia malah meluncur begitu saja......saya hanya terpana, inikah hasil didikan dari BBG ???bukannya sebelum turun melayani di lapangan para pengemudi sudah diberikan pelatihan ?! entahlah, saya hanya merasakan semakin hari pelayanan BBG semakin menurun (-_-")

Monday, June 18, 2012

Carnival Day at High Scope Unit Alfa Indah

June 18, 2012 0
Sabtu minggu lalu [16 juni 2012] saya dan saudara-saudara saya menjadi pelayan sushi dadakan di acara Carnival Day High Scope unti Alfa Indah.
Pelayan [dadakan] Sushi

Duo Boss

Mari di pilih

Sushi's menu

Coklat Torch

Me

Kkndy
Saya dan saudara-saudara saya tidak hanya jualan Sushi (by request), tapi juga coklat torch (by request), mie ayam, mie ayam bakso, udon, dan mie ayam katsu.
Untuk pemesana Sushi dan Coklat Torch, bisa hubungi email saya ya bunda2711@gmail.com thank you ^_^

Musholla @menara thamrin

June 18, 2012 0
Sering kali saya melintasi gedung ini apabila saya makan siang di Sarinah atau sekedar mampir di ATM tapi baru 2x saya benar-benar amsuk ke dalamnya. Itupun dikarenakan ada acara di sana.
Suatu waktu, saya datang bertepatan dengan adzan magrib berkumandang. Jadilah saya mencari Musholla, alhamdulillah Musholla berada di LG/basement.
Penunjuk Jalan
Musholla letaknya da di kiri/kanan lift (tergantung lift mana yang kita gunakan). Enaknya, antara musholla perempuan dan laki-laki di pisah jadi nggak khawatir tidak kebagian tempat sholat.

Tempat Wudhu

Wastafel di tempat wudhu

ruangan shalat


Nah, di musholla perempuan sendiri ada 2 ruangan. 1 untuk wudhu dan satu lagi untuk shalat, memang di ruangan shalat wanita tidak ada loket (di pintu masuk menuju musholla laki-laki ada loker dan tempat sepatu) tapi tidak mengurangi kerapihan yang ada. Hanya saja mukena sedikit kotor dan ruangan wudhu pun kebersihannya kurang (tampak pada foto).
Mudah-mudahan ke depan pengelola gedung/manajemen mau lebih memperhatikan musholla dan segala sarana serta prasarananya




Monday, June 11, 2012

NduL

June 11, 2012 0
Assalammu'alaikum Reads :)
Minggu lalu saya pulang kampuang nih, homesick  melanda ha ha ha.
Sabtu sing lalu, saya kangen sekali kepada sahabat saya tercinta [yang bulan depan akan segera melangsungkan pernikahan, hiks.....saya kapan *curcol*]. Padahal beberapa kali saya pulang ke cirebon, dan selama itu pula saya hampir tidak pernah bertemu dia. Hmm....kekangenan saya sudah tidak terbendung :D sayangnya sabtu dia harus lembur, jadilah kami baru bisa bertemu siang harinya di Grage Mall.
Pertama kali melihat saya dia langsung bilang :
NduL : Kayaknya gemukan deh gie
Me : Is it ? nggak lebih gemuk dari di MAN kali
NduL : iya, cuma dari terakhir yang tipes itu
Me : Ya ampun, itu 2010 and you know how can I so thiny . Sambil nyengir
NduL : ha ha ha, iya sih. Pipi nya chubby sekarang.
Me : you know me more lah
Kita menuju ke atas, duduk manis di foodcourt baru di samping Solaria. Lebih sepi jadi kita bisa ngobrol-ngobrol. Aku pesan Tenderloin Steak
Sayangnya menurut aku dengan IDR 22.500 Steaknya kurang mumpuni, ada bau amis yang terasa, kentang yang tidak panas dan sayuran yang terlalu matang. Tapi saya mensyukuri saja dan menyantapnya sampai habis, sayang kan makanan dibuang-buang. Tapi Jus Tomjerry [tomat, jeruk dan strawberrynya juara plus harga hanya IDR 8.000]. Ndul si nggak makan, baru makan siang dia jadi cuma pesan wafel dan strawberry jus [lupa nggak ke foto].
Lama nggak jumpa, kita sampai hampir lupa narsis :D ngobrolin masa lalu, masa kini dan masa depan :D aduhhh.....beneran kangen sama si mungil ini. Setelah sibuk makan dan ngobrol, jalan-jalan, belanja, kita pun harus berpisah di roti bakar API langganan kita di Polres 852.
Bulan depan, dia sudah menikah......hmmm, satu lagi sahabatku menempuh hidup baru....do'a saya selalu bersamamu.
The Next Bride

Friday, June 8, 2012

KMGP(dan kembali)

June 08, 2012 0
Source
Buku ini saya baru beli [akhirnya] beberapa waktu lalu setelah sekian lama menanti [beuh.....] he he he he.
Kalau saya nggak salah inget [berarti bener dong yah :D ] saya pertama kali tahu cerpen ini dari majalah annida punya salah satu tante saya jaman saya masih unyu-unyu [baca : imut-imut] dulu :D
Nah, saya memang sudah baca cerpen ini lama sekali. Tapi saya masih tetap ingin memiliki bukunya :D Alhamdulillah sekarang saya sudah bisa membeli bukunya :D
Akhirnya saya bisa puas-puasin baca cerpen ini [walau sekarang ada penambahan cerita :D] tapi saya tetap suka.

Wednesday, June 6, 2012

Perjalanan Malam

June 06, 2012 0
Hi reads, post kali ini saya ingin bercerita (curcol :D) mengenai Perjalanan Malam. Dua Hari terakhir saya pulang malam dan tidak menggunakan Transjakarta seperti biasanya, here we go...

Hari 1, Senin 04 Juni 2012
Keluar gedung sudah pukul 9 malam lewat, hujan cukup deras [gerimis cenderung hujan deras] tapi nekat keluar. Kenapa ? karena sudah hampir 9.30 malam dan saya khawatir ketinggalan Bianglala 44. Akhirnya saya dan butrep sepakat untuk naik taksi [sebenernya sih saya aja yang nebeng, butrep mau pulang naik taksi]. Sayang taksi di depan lobby gedung sudah ada yang punya. Nekat menerobos gerimis sambil ngobrol [dasar cewe]
"Akhirnya hujan juga ya bu"
"Iya nih"
"Coba sama yayang jadi beneran romantis deh bu"
"Iya ya, tadi ibu sama saya minta hujan apa angin ya ?"
"Hujan butrep, minta angin sama si kk" jawab saya sambil mengingat chatting siang tadi
"Ha ha ha, kalau begitu keturutan ya bu"
"Iya sayangnya sama butrep bukan sama yayang, ha ha ha"
"Ha ha ha"
Sampai di depan gedung, berjejer taksi biru tapi sayangnya mereka juga menunggu penumpang [sudah di book ]. Akhirnya setengah berlalri menuju jalan raya [posisi pintu masuk gedung agak masuk, sekitar 20 m dari jalan utama]. Alhamdulillah sampai juga di depan dan langsung dapat si burung biru.
"Manggarai pak, tapi lewat karet ya."
"Iya pak, saya turun di kolong karet ya" saya menambahkan
Sampai di kolong karet, bus tercinta saya sudah menunggu penumpang. Langsung saya turun dari taxi [sambil say thanks] dan berlari kecil menuju bus saya tercinta.
Tidak berapalama bus saya pun mulai menembus gerimis di sepanjang jalan sudirman, berhenti di benhil dan melanjutkan berhenti [again] di SCBD. Untungnya bus segera berjalan kembali dan berhenti [again.....] di ratu plaza. Cukup lama berhenti, saya sampai hampir tergoda untuk turun dan naik Kopaja P19, tapi saya khawatir sampai blok m sudah tidak ada Metromini 69 atau 70 [jam sudah merangkak di angka 10 malam].
Saya sudah lega ketika bus berjalan perlahan, tapi lagi-lagi [argghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.........jambak rambut] berhenti di samping STC [lama banget, lebih dari 30 menit] rasanya frustasi sekali saya.
Tapi saya mencoba bersabar, mungkin ini bus terakhir jadi memang harus menunggu bubaran mall. Kasihan kan penumpang lain kalau sampai ketinggalan bus ini, mau pulang naik apa mereka ke rumah.
Dan akhirnya, 10.45 bus tercinta saya pun beranjak meninggalkan tempat ngetem [mangkal] terakhirnya. Jalan perlahan namun pasti menuju ciedug, saya perhatikan sudah hampir tengah malam saja ada pengamen. Kebanyakan isinya adalah pekerja [seperti saya] yang pulang malam, beberapa pekerja kasar [yang maaf, wanginya bikin saya pusing tujuh keliling] belum lagi supir yang merokok [hello......ini bus AC sekali lagi AAAA CEEEEEE] bikin paru-paru dan indra penciuman saya dan penumpang lain tercemar saja.
Akhirnya, sampai juga saya di ruma setengah dua belas malam.....untung saya perempuan baik-baik jadi saya masih dapat becak :D [nggak kebayang dong dari depan komplek saya harus jalan kaki ditengah malam yang semakin sepi, deuuuuuu.... :D].

Hari 2, Selasa 05 Juni 2012
Yap, kali ini saya sangat bersyukur langit Jakarta cerah ceria. Jam 9 teng saya dan butrep sudah ada di depan gedung. Butrep memutuskan menggunakan ojek dan saya pun naik kopaja P19. Cukup tegang juga, di dalam kopaja hanya saya perempuan sendirian yang lainnya laki-laki semua. Aduh keringat dingin udah mulai keluar tapi saya berusaha tetap cool. Apalagi tiba-tiba bapak-bapak yang duduk di seberang kiri saya, menanyakan rute P19. Sampai lelaki muda yang di depan saya ikut menengok [mungkin dia khawatir sama saya]. Dalam pikiran saya, kenapa dia harus tanya sama saya sedangkan dia naik dari tadi [asumsi, karena dia sudah ada di dalam sebelum saya] padahal di sana ada beberapa lelaki muda yang bisa dimintai tolong [nggak ada kenek, jadi langsung bayar sama supir]. Sempet keki gimana gitu, tapi saya tetap jawab pertanyaannya sesopan mungkin.
 Alhamdulillah, di karet naik seorang ibu, dan kemudian beberapa orang perempuan muda di benhil. Sampai blok m saya tidak sendirian menjadi penumpang di P19 (alhamdulillah). Di blok m saya langsung menyebrang menuju terminal dan voila ada metromini 70 yang penuh [pas bangku dengan 1 ibu berdiri]. saya pun pasrah berdiri sampai tujuan, daripada saya harus tunggu lama [naik 69 lebih lama kecuali saya mau jalan ke arah taman marta tiahahu, yang nggak banget malem-malem dan sendirian]. Eh, ternyata di paling depan kosong, jadilah saya duduk di sebalah bapak-bapak. Supir metromininya masih muda, suara musik menghentak mulai dari bruno mars, ungu, rossa, wali sampai tarlingan dan house music pun ada. Di 70 saya sih nggak seberapa deg-deg an walau banyakan penumpang cowo. Saya meresa sudah dekat rumah, jadi lebih santai. Apalagi ada beberapa penumpang perempuan, jadi ya makin santai [walau dzikir tiada putus].
Cuma sebelnya, jalannya lambat sekali sudah begitu di sekitar copilas berhenti lama cuma untuk jemput seorang pemuda, ya ampuuun....plis deh bang, penumpang ditelantarkan. Lampu mulai dimatiin, haduh, makin deg-deg an soalnya saya cuma bertiga dengan dua penumpang perempuan lain. Yang lainnya cowo semua, hiiii......but stay cool.....saya duduk deket pintu [pindah pas di kelapa dua] kalau kenapa-kenapa kabur dan teriak plus persiapan lainnya :D. Menarik nafas lega, jam 10.05 malam sudah sampai di pom bensin depan komplek dan masih ada ojek terakhir. 10.12 sudah sampai di rumah dengan selamat, alhamdulillah.

Dua malam ini benar-benar menguras esmosi jiwa [lebay] maklum saja saya biasanya naik Transjakarta kalau pulang malam [dan nebeng temen yang kebetulan satu komplek] atau naik kwk 03 [kalau habis hang out bareng temen lama]. Kemarin saya lupa kalau teman saya masuk malam, tahu begitu saya naik transjakarta dan bersama pulang ke rumah sama dia. Semalam sih, dia sudah ada janji dengan yang lain jadilah saya memilih naik P19 yang memang terbukti lebih cepat daripada saya naik 44 [dan lebih hemat :D].
Malam nanti....hmmm, saya masih berfikir akan naik apa pulang ke rumah. tunggu cerita saya selanjutnya ya :)

point of this story
> Tetep hati-hati and stay cool walau kita satu-satunya kaum  hawa di mobil
> WASPADA
> Meminta perlindungaNya
> Usahakan mencari teman seperjalanan ^_^

Followers

Follow by Email