Monday, May 21, 2012

Balada Metromini

Bola Basket Masuk Ke Keranjang
Jangan Kaget kita masuk dari Belakang

Siang itu gue yang lagi ngantuk-ngantuk do metromini 70 sekitar kawasan melawai langsung waspada
bukan apa, kaget banget tiba-tiba ada suara dari belakang yang nyaring banget (-_-")
gue kirain ada apaan, nggak taunya ada ibu muda masuk sambil gendong anaknya
Ibu muda ini menurut gue baru sekitar 25th-an, menggendong seorang bayi yang palingan baru berusia sekitar tiga bulan, sungguh miris melihat si bayi dalam posisi tertidur sambil menyusu kepada ibunya.
si ibu menggunakan t-shirt kuning terang dengan legging selutut, di kaki kirinya ada tattoo entah bentuk apa gua nggak terlalu jelas merhatiin, belum lagi salah satu telinganya ada beberapa tindikan, selan tindikan normal, dengan wajah lonjong dan rambut ekor kuda si ibu muda mulai berorasi

Bapak, Ibu, Oom dan Tante
Uang seribu dua ribu tidak membuat kalian jatuh miskin
Berikanlah kepada saya untuk makan dan beli susu anak saya
Janganlah menjadi pelit, karena harti tidak dibawa mati
Bapak, Ibu, Oom dan Tante
Jangan sombong, hanya dengan memberikan uang seribu dua ribu anda sudah bisa membantu saya dan anak saya
Tidaklah harta anda bawa mati
(kurang lebih sepreti itu)

Sungguh miris, jujur aja gue sih nggak kasihan sama si ibu, tapi sama si bayi
(maaf) si bayi tidur sambil menyusu, yang mana susu si ibu menyembul keluar
dan terlihat sebagian, belum lagi belahan t-shirt yang cukup rendah, membuat mata ini risih seketika
entah benar atau tidak itu anaknya, tak mau berburuk sangka....
miris sekali melihat banyak sekali anak usia sekolah berada di jalanan
Padahal bukankan pemerintah sudah menjamin bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara sesuai dengan UUD pasal 34 (CMIIW)
tapi kenapa masih (semakin) banyak anak terlantar dan pengemis khususnya di Jakarta
katanya sih (dengar sana sini and pernah baca di media juga) Pengemis dan Anak Jalanan itu di bisniskan.....
Pernah juga gue denger, salah satu fatwa (CMIIW) yang tidak memperbolehkan kita memberikan uang atau sedekah kepada pengemis yang langsung ditanggapi dengan pro dan kontra khas Indonesia
buat gue pribadi, memberikan sedekat, shodaqoh dan sebagainya itu kan hak pribadi
gue sendiri, kadang kalau di angkutan umum suka ngasih, lebih banyak sih karena males dipalak
tapi kalau emang nggak ada receeh, cukup menangkupkan tangan sambil bilang "maaf" biasanya sih mereka akan mengerti, kecuali ada beberapa "preman" yang malak, nggak dikasih malah misuh-misuh (ngomel-ngomel) nggak jelas, pakai acara bawa2 agama dan menghina dina segama macam deh
gue sih istighfar aja dalam hati....suka-suka mereka deh mau bilang apa, selama gue nggak diapa-apain sih (naudzubillah, jangan sampai kenapa-napa)

So far, buat gue Balada Angkutan umum cukup menarik
kadang ketemu pengamen yang suaranya enak banget
yang bisa bikin gue tertidur atau bikin gue nangis-nangis (ini mah lebay)
atau ketemu pengamen yang bisa semakin membuat gue bersyukur
selama tidak merugikan atau menganggu (dalam arti memalak, dsb) buat gue sih nggak masalah mereka mau ngamen, orasi, dll....
selama mereka sopan, gue akan lebih sopan, tapi kalau mereka nggak sopan, gue pun akan acuh
mudah-mudahan buat kita semua yang diberikan kemudahan, kelapangan rejeki dan kemapanan akan semakin bersyukur dengan nikmat yang diberikanNya

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^

Followers

Follow by Email