Wednesday, September 15, 2021

Ceritagie Vaksin AztraZeneca 2021

 

Cerita Vaksin AstraZeneca 2021



Assalammu'alaykum reads,

Gak berasa sudah september 2021 saja nih...sudah berapa bulan blog ini berdebu tanpa ada postingan? Bahkan tanpa sadar kita sudah sekitar 2 tahun mengalami Pandemi Covid19 dan adanya aturan pembatasan sosial. Bahkan masih ada pembatasan bagi WNI untuk bepergian ke luar negeri, sehingga banyak bisnis, liburan maupun pertemuan keluarga yang harus ditunda atau bahkan dibatalkan.

Namun, dibalik itu semua gie pribadi merasakan hikmah yang cukup banyak. Kita jadi lebih mensyukuri kesehatan, waktu bersama keluarga, waktu luang dan lain sebagainya. Walau tidak dipungkiri banyak yang terimbas akibat pandemi, mulai dari kehilangan pekerjaan hingga kehilangan sahabat, kerabat dan orang terdekat.

Buat gie pribadi saat ini yang dapat dilakukan adalah berdoa dan berusaha, salah satu usaha untuk menjaga kesehatan selama pandemi adalah mengikuti protokol kesehatan serta anjuran vaksinasi dari pemerintah. Pada post kali ini gie ingin berbagi pengalaman dalam tajuk Cerita Vaksin AstraZeneca 2021.

PULSE by Prudential

Cerita Vaksin AstraZeneca 2021 tidak akan terjadi tanpa informasi dari Kak Turiscantik yang berbagi informasi mengenai vaksin untuk umum dari Prudential melalui aplikasi Pulse. Sedikit cerita pada bulan Juni Turiscantik sharing mengenai vaksin untuk umum dan Pulse memberikan kesempatan pada masyarakat guna mendukung kebijakan pemerintah.

Perusahaan tempat gie bekerja telah mendaftarkan semua karyawannya untuk vaksin melalui KADIN. Namun karena saat itu masih terbatas sehingga yang didahulukan adalah para tenaga kesehatan dan mereka yang bekerja di sektor publik dan esensial.

Sampai akhir mei 2021 beberapa team di kantor sudah melakukan vaksin mandiri yang didapatkan dari kerabat juga sahabat. Akhirnya kantor memberikan pengumuman sambil menunggu jadwal dari KADIN, kami semua juga mencari informasi vaksin untuk umum. 

Alhamdulillah di TL instagram gie banyak yang sudah vaksin dan sharing pengalaman vaksin serta lokasi yang menyediakan vaksin mandiri. Salah satunya adalah Prudential yang memberikan vaksinasi gratis bagi umum bertempat di Pru University Kota Kasablanka Mall. Berdasarkan informasi Kak Turiscantik dan dipandu mendaftar via Pulse akhirnya gie bisa vaksin juga.




Cerita Vaksin AstraZeneca 2021

Pengalaman Vaksin AstraZeneca Dosis Pertama

Kalau tidak salah gie melihat postingan Kak Turiscantik itu pertengahan Juni 2021, dan langsung download Pulse di Playstore. Daftar seperti biasa, dan pilih bagian vaksinasi - disini gie mendapatkan tanggal 21 Juni 2021 untuk dosis vaksin pertama. Alhamdulillah pada saat download, instal, daftar hingga mendapatkan jadwal di aplikasi pulse memakan waktu tidak sampai 30 menit saja.

Setelah mendapatkan jadwal gie langsung buat email pemberitahuan ke HR kantor melampirkan screenshot aplikasi pulse yang menunjukkan tanggal vaksin dosis pertama. Pada aplikasi tertera gie akan menerima vaksin Sinovac.

Hari yang ditunggu tiba, Rabu 21 Juni 2021 jam 7 pagi gie sudah menuju Pru University di Mall Kota Kasablanka. Perjalanan menggunakan taksi online, menghindari bertemu banyak orang di transportasi publik (hari itu masih banyak yang WFO dan tingkat positif cukup tinggi. Beberapa hari kemudian diputuskan PPKM hingga postingan ini ditulis). 

Persiapan sebelum vaksin yang gie lakukan adalah:
  • Istirahat yang cukup malam sebelumnya ( 7 - 8 jam)
  • Menghindari kafein (sehari sebelumnya)
  • Sarapan 
  • Makan Kurma (karena gie darah rendah)
  • Minum Air Putih secukupnya
  • Menjaga kesehatan
Menurut jadwal gie vaksin jam 09.00 - 10.00 WIB dan begitu sampai di Pru University sekitar pukul 08.15 WIB ternyata sudah penuh. Hari itu berbarengan dengan salah satu perusahaan kesehatan yang bekerjasama dengan Prudential untuk vaksinasi karyawannya. 

Bagi kami pengguna Pulse langsung dikasih formulir, nomor dan masuk kedalam. Sebelum masuk diperiksa suhu tubuh (padahal sebelum masuk mall sudah periksa juga) isi kehadiran baru masuk ke area lobby. Sampai lobby isi dokumen dulu, lalu menunggu nomor dipanggil. 

Screening pertama adalah kecocokan data, lanjut ke ruangan lain untuk menunggu vaksin. Screening kedua adalah tensi darah dan ditanyakan apakah ada penyakit penyerta dll (sudah ditanyakan dan diisi dalam formulir sebelumnya). Selesai tensi darah (110/70) yang mana Alhamdulillah normal gie bisa melanjutkan untuk menunggu proses vaksinasi.

Ternyata setelah sampai disini diinfokan pada screening pertama bahwa Sinovac habis, jadi vaksin menggunakan AstraZeneca. Jujur gie sih tidak terlalu mempermasalahkan, sekali lagi vaksin menjadi salah satu ikhtiar gie menjaga diri, keluarga dan sekitar. Bagi muslimah disediakan ruangan tertutup untuk proses suntikan, jadi lebih nyaman.

Ada kejadian lucu, salah seorang bapak dengan perawakan bak pendekar terduduk dan gemetaran. Para petugas dengan sopan dan menyenangkan menghimbau bahwa tidak perlu khawatir. Tenangkan diri dulu sampai benar-benar siap (beliau takut jarum suntik) dan beberapa kawan beliau pun menyemangati. Ada juga yang karena tegang sehingga tensi darah naik cukup tinggi, karena beliau tidak ada riwawat penyakit darah tinggi petugas meminta beliau untuk duduk dan menenangkan diri agar tensi turun.

Tidak lama giliran gie dipanggil, jujur gie juga takut banget sama jarum suntik hahaha. Dulu waktu SD kan sering di vaksin gie bisa heboh deh minta ditemenin banyak orang hahaha - tapi sejak pandemi beberapakali ambil darah gie merasa jarum suntik tidak sesakit dan semenakutkan dulu. Tidak sampai 1 menit vaksin AstraZeneca dosis pertama telah gie terima.

Lanjut ke ruangan lain untuk obeservasi, setelah dirasa cukup petugas memberikan arahan apabila terjadi demam. KTP gie dikembalikan dan gie diberikan kartu vaksin dengan informasi jadwal untuk vaksin kedua.

Pasca Vaksin Dosis Pertama

Semua rangkaian vaksin selesai sebelum jam 12 siang, setelah suntikan dan observasi jujur gak ada rasa apapapun. Satu jam kemudian mulai lapar, memang sudah waktunya makan siang juga dan gie makan seporsi normal serta minum kafein. Sekitar jam 2/3 siang mulai mengantuk berat sehingga memutuskan tidur sampai sekitar jam 5 sore dan mandi.

Selepas maghrib baru deh mulai terasa semua sakit dan sedikit meriang serta mual. Belum minum apapun, karena gie pikir dengan tidur bisa hilang. Hari kedua tepar parah hahahaha, meriang, mual dan kepala sakit banget belum badan semua pegel. Habis vaksin bekas suntikan tidak bengkak/sakit, tapi seluruh badan yang sakit wkwkwkwk. Hari kedua gie masih meriang dan pegel semua badan tapi tidak minum obat. Hanya 2x minum panadol di hari kedua karena rasanya sakit banget gak tahan hahaha. Hari ketiga setelah vaksin pagi bangun tidur masih agak pusing tapi sudah tidak terlalu meriang dan sakit badan, jemur sebentar sudah berangsur normal.

Pengalaman Vaksin AstraZeneca Dosis Kedua

Pada 10 september 2021 lalu gie menerina vaksin AstraZeneca dosis kedua, jadwal kali ini siang hari. Persiapan masih sama seperi dosis pertama namun pagi sebelum menerima vaksin gie minum americano (sambil meeting dan menunggu jadwal vaksin) 😁



Kebetulan vaksin kedua adalah hari Jum'at sehingga gie memilih makan siang (setelah cemilan americano + beef filone) pada waktu Jum'atan, menghindari penuhnya resto di Mall.

Oia, vaksin kedua ini sedikit berbeda karena saat masuk mall tidak hanya ukur suhu tubuh namun harus melakukan check in melalui aplikasi PeduliLindungi yang harus kita download dulu sebelumnya. Pada aplikasi ini tertera juga sertifikat vaksin kita, sehingga ketika melakukan perjalanan/melakukan aktivitas yang menjadikan sertifikat vaksin sebagai syarat kita tinggal buka aplikasi saja (seperti naik TransJakarta atau CommuterLine).

Selepas makan siang gie langsung menuju Pru University dan di depan menerima formulir (tanpa nomor) yang harus diisi. Alur masih sama seperti penerimaan dosis pertama dan seluruh rangkaian selesai dalam 1 jam (jika gie tidak salah). Langsung menuju musholla lantai 1 untuk sholat dzhuhur dan menunggu waktu ashar. Musholla Mall Kota Kasablanka memang bagus, wangi dan bersih. 

Paginya gie datang menggunakan taksi online dan pulang memilih menggunakan transjakarta. Ada sedikit perubahan jika kita menggunakan transjakarta ke arah kampung melayu, biasanya turun di halte sekolahan SD Menteng Dalam 01 (?) kini jika mau ke Mall Kota Kasablanka turun di halte mall yang mana berupa pinggir trotoar setelah jalur masuk mobil menuju central/food society lobby.

Jujur sih gie lebih suka turun di halte sekolahan, merasa lebih aman dan mudah jalan masuk ke komplek kota kasablanka (atau bisa dibuat halte dan jalur pejalan kaki lainnya seperti Mall Gandaria City yang lebih aman ketika akan memasuki komplek Gandaria City) daripada halte tranjakarta baru yang ada.

Gie belum sempat coba, karena gie berfikir pulang melalui kuningan saja dan menaiki koridor 13 menuju ke ciledug. Akhirnya gie jalan keluar komplek kota kasablanka dan menyebrang melalui JPO serta menunggu di halte depan SPBU. Sampai di rumah sekitar jam 5 sore, mengingat akhir pekan dan dari arah casablanca waktu perjalanan gie sekitar 1 jam 30 menit tanpa berdesakan di transjakarta dan kemacetan berarti adalah sebuah kemewahan.

Pasca Vaksin Dosis Kedua

Setelah disuntik tumben agak berdarah sehingga harus diberikan plester. Bekas suntikan juga sakit dan tangan pegal (tidak bengkak) sejak vaksin sekitar jam 2 sampai perjalanan gie kembali ke rumah tidak ada ngantuk, pusing, mual atau meriang. Malamnya pun masih berlalu biasa saja, tapi esok hari sampai hari ketiga gie merasakan sakit kepala dan mual. Bahkan hari ketiga setelah vaksin agak diare, sejak hari kedua buang angin terus (tidak berbau) semacam masuk angin.

Pasca vaksin dosis kedua paling gak nahan sama sakit kepala hahaha, lapar dan ngantuk sih enggak ada ya (normal maksudnya). Alhamdulilla kedua dosis vaksin lancar tanpa kendala berarti, kali ini gie minum obat sesuai anjuran dan jika tidak membaik akan ke dokter (alhamdulillah hari ketiga setelah vaksin membaik) soalnya pas vaksin kedua ditanya sama dokter dan gie cerita minum obat hanya 2x dan masih meriang tidak ke dokter dimarahin πŸ˜“

Sekian Cerita Vaksin AstraZeneca 2021 versi gie, keluarga gie semua vaksin via JAKI (aplikasi milik DKI Jakarta) dan mendapatkan Sinovac maupun AstraZeneca. Memang gejala setelah vaksin berbeda pada setiap orangnya jadi tidak bisa disamaratakan ya. Bagi yang memiliki komorbid tentu harus sesuai dengan petunjuk dokter (konsultasikan dulu ya). 

Bismillah, semoga ikhtiar kecil ini dapat menjagaku, menjagamu dan menjaga kita semua.

Stay safe, healthy, happy and wear your mask!
Wassalam,
swastikagie



Saturday, December 19, 2020

Review Garden Multi Sleek Pot House of HUR by Sunnydahye - Red Rosie

 Assalammu'alaykum,


Review Garden Multi Sleek Pot House of HUR by Sunny Dahye - Red Rosie

Apakabar reads? 2020 sudah akan segera berakhir, bagaimana kondisi kalian? semoga selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT ya ^^. Tahun ini kita semua mengalami tahun yang cukup berat akibat Pandemi Covid19 yang melanda seluruh dunia, namun kita harus tetap optimis bahwa pandemi ini akan segera berlalu dan kita semua akan menjadi manusia yang jauh lebih baik lagi #aamiin.

Setelah sekian lama hiatus dari #beautiesgie kali ini gie kembali menulis review berdasarkan pengalaman pribadi. Kali ini review produk kece milik youtuber terkenal asal Korea Selatan yang besar di Indonesia - Sunny Dahye. Sudah cukup lama sebenernya mengikuti vlog Sunny, sebelum gie kerja di YLW malah 😁 walau gak selalu menonton dan mengikuti semua sosmednya di 2020 ini salah satu yang gie tunggu adalah launching produk House of HUR milik Sunny. Akhirnya, beberapa waktu lalu mampir ke Sociolla - Gancit dan melihat produk ini, langsung beli deh. Nah, yang penasaran langsung aja baca Review Garden Multi Sleek Pot House of Hur by Sunnydahye - Red Rosie.


House of HUR - Garden Multi Sleek Pot

Sebenernya yang bikin gie penasaran sama House of HUR adalah karena dia bisa digunakan untuk Lip, Cheek dan Eye πŸ˜‚πŸ˜ anaknya hemat maklum. Waktu Sunny cerita di vlognya soal HUR, auto kepo dan nungguin rilisnya di Indonesia dong. Sedikit cerita mengenai HUR by Sunny Dahye berdasarkan berbagai sumber bahwa ini adalah produk impian Sunny yang sudah berkecimpung selama 10 tahun di dunia beauty. Dengan menggabungkan konsep skincare dan make up, Sunny pun berproses untuk dapat memproduksi HUR dengan sempurna. 

Warna Garden Multi Sleek Pot HUR

Ada 6 varian warna yang menarik dan bikin gemash, berikut lengkapnya:

  1. Pink Rosie: Mengandung Roseship Oil, warna light pink dan cocok dipakai daily
  2. Lavender: Mengandung lavender oil, memiliki base warna plum yang memiliki hasil akhir merah. Cocok dipakai sebagai ombre maupun sendirian
  3. Playful Rosie: Mengandung Roseship oil, MLBB pink yang versatile untuk skintone warm sekalipun
  4. Red Rosie: Mengandung Roseship oil, berwarna merah cerah yang dapat membuat cerah seketika
  5. Camelia: Mengandung Camelia oil, MLBB peach dengan hint coklat
  6. Chamomile: Mengandung Chamomile oil, Nude peach yang subtle dan cocok jadi based ombre
.
HUR adalah skincare-infused makeup jadi ada kandungan skincare dalam makeup yang diproduksinya. Karena Sunny ingin memberikan yang terbaik, tidak heran jika Garden Multi Sleek Pot nya memiliki kandungan flowers oil.

Garden Multi Sleek Pot HUR Red Rosie
                                                  

Review Garden Multi Sleek Pot House of HUR - Red Rosie

Nah, udah pada kenalan dong sama House of HUR milik Sunnydahye. Kali ini lanjut kita bahas Review Garden Multi Sleek Pot House of HUR - Red Rosie yang udah gie beli beberapa waktu lalu dan tentu saja dicoba ^^. Coba tolong yang penasaran mana suaranya *eaaa

Tentu kalian kepo banget, berapa sih harga Garden Multi Sleek Pot House of HUR? Berdasarkan pembelian yang gie lakukan di Sociolla Gandaria City pada beberapa waktu lalu - Harga Garden Multi Sleek Pot HUR adalah Rp.99.000,- (sembilan puluh sembilan ribu rupiah). 

Nah udah tau kan harganya, menurut gie cukup terjangkau dengan manfaat yang di klaim dan kegunaan yang beragam. Makanya gie langsung beli gak pakai mikir, sedikit mikir masalah warna aja soalnya semua warna HUR cocok buat skintone Indonesia. Tinggal kalian sesuaikan saja dengan kebutuhan dan kesukaan kalian. Jujur gie agak bingung sama Playful Rosie dan Red Rosie, akhirnya memutuskan memilih Red Rosie karena emang dalam koleksi lipen gie belum ada yang Red. 

Akibat pandemi, Sociolla tidak menyediakan tester sebagaimana biasanya dikarenakan peraturan pemerintah. Jadi memang saat beli tidak bisa merasakan tekstur dan ketahanan juga tidak bisa memilih warna secara langsung. Modal YAKIN aja, soalnya gie merasa semua warna bisa masuk ke skintone gie (kuning langsat) dan pilihan Mbak Lala - BA fav gie di Sociolla cenderung ke Red Rosie buat gie ^^.

                                                   

Gambar di atas adalah gambar swatch setelah gie beli (dua hari kemudian, soalnya ketinggalan di kantor. Selama Pandemi kan masuk kantor gantian, jadi ya hampir aja kelupaan foto produk) itu cukup gie ambil dengan jari (mengusap) dengan memutar 1x dan swatch ke tangan langsung keluar lho. Gak nyangka sih warnanya akan seintens itu.

Menariknya lagi, permukaan seperti oily namun ketika diaplikasikan (bibir maupun pipi) langsung set dan gak oily sama sekali. Penampakan gambar di bawah adalah gie baru menggunakannya di pagi hari dan menggunakan cahaya lampu dalam ruangan. Untuk penggunaan minum tidak membekas di gelas/sedotan - belum dicoba jika menggunakan masker.

Garden Multi Sleek Pot HUR - Red Rosie 

                                                 
Foto dibawah setelah beberapa jam pemakaian dan menggunakan cahaya matahari, agak sedikit keunguan mungkin karena kontras handphone gie πŸ˜πŸ˜‚ Pada kesempatan kali ini (atas dan bawah) gie menggunakan hanya di bibir dan pipi saja, belum menggunakan untuk bagian mata.



Sejauh ini gie puas banget sama Garden Multi Sleek Pot HUR, gak menutup kemungkinan next time akan beli warna lain. Kalau kalian mau nitip, boleh banget lho ke @kamunitipid selain menyediakan berbagai macam titipan kecantikan juga lainnya (all shops di Gandaria City Mall) dengan keunggulan biaya titip yang bersaing - "Kamu Nitip, Kami Belanjain".

Demikian Review Garden Multi Sleek Pot House of HUR by Sunnydahye - Red Rosie, share dong pengalaman kalian di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di #beautiesgie selanjutnya.

Stay Safe, Health dan Waras!!!

Wassalam, 
swastikagie

Thursday, May 28, 2020

Pengalaman Menggunakan Garuda Indonesia Dari Korea Selatan

Assalammu'alaykum Reads,

Perjalanan ini dilakukan pada Januari 2020 sebelum ada wabah Covid19 menjadi pandemic di dunia

Melanjutkan  #AnggidanKorea maka postingan kali ini gie akan membahas mengenai pengalaman penerbangan menggunakan Garuda Indonesia dari Seoul - Korea Selatan. Setelah pada postingan sebelumnya Anggi Winter di Korea menggunakan Malaysia Airlines maka untuk pulang gie memilih Garuda. Kalian pasti penasaran kan, lanjutin baca Pengalaman Menggunakan Garuda Indonesia Dari Korea Selatan.

Pengalaman Menggunakan Garuda Indonesia

Alasan Memilih Garuda Indonesia

1. Nasionalisme

Jujur waktu pilih penerbangan gie dapat pilihan SQ, Thai dan China Airlines. Tapi karena gie mau menggunakan Garuda [cinta produk Indonesia] maka gie memilih Garuda. Makanya waktu berangkat gie memilh Malaysia Airlines.

2. Jadwal Penerbangan

Karena jadwal kepulangan dari Seoul adalah jam 10 KST yang mana sesuai banget sama jadwal gie, sedangkan waktu berangkat dari Jakarta tidak sesuai jadilah gie memilih penerbangan negeri jiran. Sempat tergoda memilih SQ sayangnya waktu transit terlalu lama sehingga tidak bisa langsung ke kantor [iya, pulang dari Korea - esoknya gie sudah kerja seperti biasa].

3. Makanan dan Pelayanan

Makanan Halal [insya Allah] yang selalu disajikan Garuda baik dalam maupun penerbangan luar negeri. Makanan di Garuda terkenal enak dan Pelayanan Awak Kabin pun sangat ramah, sayang semua buyar begitu gie masuk ke kabin pesawat. Soalnya awak kabin senyum sekenanya dan sapaan lebih hangat oleh staff ground floor. Mungkin masih terlalu pagi, jadi mereka masih lelah.

Makan Siang Garuda Indonesia

Pengalaman Menggunakan Garuda Indonesia Dari Korea Selatan

Memang bayangan tak seindah kenyataan πŸ˜‚πŸ˜ padahal perjalanan dari Kantor ke Incheon Aiprot mulus dan menyenangkan. Check-in pun sangat nyaman, petugas Garuda Darat (Unnie Korea yang cantik dan ramah) membantu gie untuk kelebihan bagasi gie (iya karena gie bawa jastip - terbatas) untuk membawa kelebihan bagasi ke kabin saja (padahal gie sudah bawa tas laptop dan tas biasa).

Dapat duduk di Aisle (enaknya sebelah kosong jadi mayan bisa ngelonjor) walau di seat - 4 - alias tengah (konfigurasi kemarin 2 - 4 - 2 ). Ujung kiri gie sepertinya orang Indonesia dan sebelah gie persis dua Oppa yang ngingetin gie sama Oko (gaya berpakaian kalau penerbangan jarak jauh sama). Karena masih 1 jam sebelum boarding dan gate gie lumayan jauh gie sempat mampir ke Shilla Duty Free untuk beli [oleh-oleh] bagi diri sendiri.

Baca Juga : Review Banila Co Clensing Balm

Begitu masuk kabin disambut dengan awak kabin tapi tidak sesuai ekspektasi gie (yang bakalan disambut lebih hangat) padahal gie udah senyum lebar (mungkin masih pagi) batin gie. Kabin harum dan bersih, langsung menuju kursi dan meletakkan barang di kabin. Karena gie memilih Aisle dan sebelah gie kosong (kecuali sebelah kiri gie, berbeda 2 kursi kosong) jadi gie bisa menikmati 2 kursi kosong lagi sendirian *yeay!

Selama penerbangan gie lebih banyak tertidur karena kembali sakit kepala (walau tak sehebat saat berangkat) dan sudah berbekal penghangat jadi tidak perlu obat sakit kepala. Minum air putih lebih banyak dari biasanya dan saat snack time meminta kopi hitam + sedikit milk (no sugar) sedikit agar dapat enjoy menikmati Film nya Lady Gaga.



Entertainment - di GA menurut gie lebih sedikit pilihan, layer resposif dan headset juga berfungsi normal. Btw yang bikin penasaran itu [gimana cara manggil awak kabin tanpa bangun dan teriak-teriak ?] mungkin ada tombol di layer kali ya hahaha. Soalnya pas mau minta minum gie bingung apa kudu ke dapur ((((dapur)))) atau gimana - tolong kasih tau ya reads di komen ^^

Baca Juga : Sepenggal Kisah di Nami Island

Beruntung di belakang gie ada yang manggil jadi pas lewat sekalian aja gie minta minum. Dikasih mineral water 330ml dalam botol, jadi enak dan memudahkan untuk disimpan kembali. Minusnya jadi gak bisa refill dan menimbulkan lebih banyak sampah plastik.



Sebenernya selama penerbangan sih rate 7.5/10 lah ya cuma gengges pas ambil bagasi. Diumumkan di belt 4 dan udah nunggu lama (ada tulisan di layer) ternyata pindah dong (tidak ada pemberitahuan di layer belt - kata petugas darat "sudah diinfokan di Layar Utama") gengges gie nunggu sampai 2 jam kurang dikit sampai akhirnya ada awak darat telpon gie.

ASLI gie dengan judesnya cuma bilang "Mbak, itu layer di Belt (apa sih nama ban berjalan buat koper itu) kan gede ya bisa kan TULIS DISANA PINDAH KE BELT 1 dan di sini banyak petugas bawa TOA bisa kan woro-woro pakai manual juga ?" 

2 jam terbuang percuma mana lapar, haus, dingin, sakit kepala, koper berat bikin gie kapok naik GA dari LN jadinya huhuhu πŸ˜“ so far, Alhamdulillah sudah mendarat di Jakarta, sudah dijemput Pak Hery dan siap pulang ke rumah. Meredakan kekesalan pesan Kopi Susu Family Mart (biar dingin kepala) mayan kan dorong troly ke parkiran lantai 4 berat juga πŸ˜‚πŸ˜

Anyway, kita tetap harus mendukung produk lokal untuk berkembang dan tetap jaya. Mungkin memang gie lagi kurang beruntung aja dan kurang update sama masalah bagasi di bandara. Lain kali apakah gie akan menggunakan GA lagi dari luar negeri ??? Masih dipikirkan, kalau ada opsi lebih baik kenapa tidak. Sekian Pengalaman Menggunakan Garuda Indonesia Dari Korea Selatan kalau kalian ada pegalaman apa ? share dong ^^

Wassalam,
swastikagie

Monday, May 4, 2020

Review Cleansing Balm Banila Co Clean It Zero

Assalammu'alaykum reads,

Alhamdulillah sudah memasuki Ramadhan 1441H hari ke-10, bagaimana puasa kalian ? Semoga dimudahkan dan dilancarkan, sekalian gie titip do'a ya semoga pandemic C19 ini segera berakhir agar kita bias menyambut Idul Fitri 1441H dengan sehat dan Bersama keluarga tercinta - Aamiin. Postingan kali ini gie ingin menceritakan pengalaman gie menggunakan Cleansing Balm Banila Co, kenal merek ini pertamakali dari turiscantik yang waktu itu jalan-jalan ke Korea. Sempet mau nitip sama temen yang ke Korea tapi kok ya agak mahal -_- jadilah mengurungkan niat, ternyata Januari 2020 yang lalu berkesempatan beli sendiri - alhamdulilah ^^ #AnggidanKorea 

Review ini berdasarkan pemakaian gie dari awal maret lalu, kenapa baru dipakai maret ? Karena memang menunggu yang sebelumnya habis dulu dan gie memang mau menulis Review Cleansing Balm Banila Co ini apakah cocok untuk kulit sensitive dan di Indonesia. Penasaran kan semuanya, langsung aja lanjutin baca Review Cleansing Balm Banila Co Clean It Zero ^^


Cleansing Balm Banila Review

Banila Co Clean It Zero Special Kit - The Starry Night Edition

Waktu di Korea, emang udah gatel banget jajan si Banila Co ini. Pas mampir ke Myeongdong Street  udah bilang sama Cece mau beli Banila, tapi Cece saranin beli di Bandara Incheon aja supaya lebih murah dan gak berat bawa (bener aja soalnya da drama kelebihan bagasi pas mau balik Jakarta). Jadilah setelah check in di Incheon gie langsung memicingkan mata kira-kira beli dimana dan ahirnya pilihan jatuk ke Shilla Duty Free yang ada persis sebelah boarding room gie. Tokonya gak terlalu besar, sebenarnya ke sini karena melihat sudah tidak ada toko lagi setelah ini. Masuk iseng liat NatRep dulu (karena tokonya kecil jadi agak sempit dan depan Banila lagi ada pelanggan) dan ditawarin macem-macam sama SPB yang cantik-cantik, ramah dan Bahasa Inggris yang baik. 

Sampai akhirnya si pelanggan selesai transaksi gie baru deh ambil si Banila Co Clean It Zero Original, tapi Mbak SPB bilang :

SPB : Mbak, kalau mau ambil yang Special Edition saja harganya lebih murah dan mendapatkan Facial Foam.
Me : Oia, memang berapa ?
SPB : Harga Banila Cp Clean It Zero Special Kit adalah US$23 dan ini tinggal satu
Me : Wah iya benar, okelah (karena yang satuan harganya US$16)
SPB : Mau Lipstick juga ? ini bagus lho keluaran terbaru hanya US$
Me : (hening - karena lagi mikir lipen udah banyak)
SPB : Kemahalan ya Kak ?
Me : Tidak juga, tapi di koper saya sudah ada beberapa lipen dan di rumah juga.
SPB : Oh, tidak apa-apa. Lain waktu ke sini beli lagi ya
Me : *smile*
SPB : Ini saya kasih beberapa sample (CC, DD dan Foundation) warna Cinnamon. Awalnya akan agak putih di muka Kakak, tapi saya yakin ini warna akan bagus sekali digunakan Kakak.

Sebenernya waktu duduk nunggu pesawat gie sempet kepikiran balik lagi mau beli itu lipen, tapi gak jadi ha ha ha. Karena inget di Jakarta udah ada store nya jadi ya beli di sana saja kecuali untuk beberapa edisi yang (mungkin) cuma ada di Korea. Kalau yang ini bias minta tolong Oko kalau pas dia balik ke Korea, dia kan baik hati dan tidak sombong kalau dititipin ^^. Nah sekarang lagi bicara baik-baik sama Oko nih biar dia mau dititipin Cushion Banila, karena pas dikasih sample sama si Mbak SPB bagus banget dan bener menyerap di kulit ^^.


Review Banila Clean It Zero Original


The Starry Night Edition adalah special kit Banila edisi 2019 yang terdiri dari :
  •  Clean It Zero Cleansing Balm Original 180 ml
  •  Clean It Zero Foam Cleanser 150 ml
  •  Rabbit Cleansing Hair Band (pink)
Beneran good deal sih menurut gie, karena waktu gie cari di gugel harganya jauh banget sama yang gie bayar di Incheon Airport. Emang bener nasehat Cece, belanja di bandara saja agar murah, banyak hadiah dan promo plus gak berat wkwkwkwkk.

Review Cleansing Balm Banila Co Clean It Zero

Awal pemakaian gie inget banget waktu masih ngantor (belum WFH) dan full make up, langsung cobain Cleansing Balm nya dan bersihin pakai kapas - kok aneh ya pikir gie. Habis itu lanjut double cleansing sama si Foam Cleansing Banila dan rasanya menyenangkan. Muka auto bersih (apalagi Foam Cleansing ada wangi yang bikin menenangkan - manis tapi gak terlalu strong). Masih berlanjut sampai beberpakali pemakaian dan gie baru sadar dong ternyata cara membersihkan gie salah hahaha.


Review Cleansing Balm


Jadi seharusnya setelah menggunakan Cleansing Balm langsung basuh menggunakan air saja bukan dengan kapas, pantas aja waktu itu kok gie ngerasa aneh dan kurang nyaman di wajah hahaha. Tapi setelah double cleansing sama si Foam jadi enakan, makanya metode yang (salah) tetap diteruskan sampai mendapatkan pencerahan.

Cleansing Balm Tekstur
Cleansing Balm Banila Co


Tekstur si Cleansing Balm ini padat, pada kemasan terdapat sendok khusus yang dapat digunakan untuk mengambil balm di dalam kemasan sehingga tetap higienis. Ambil secukupnya untuk membersihkan wajah dan VOILA semua langsung terangkat sempurna. Mulai dari Cushion, Eyeliner, Maskara dan Lipen waterproof juga alis tanpa ada drama dan tanpa membuang kapas banyak-banyak. Biasanya gie bilas pakai air dingin (hangat disarankan) baru dilanjutkan membersihkan dengan si foam.


tekstur cleansing balm
Bye Bye Make Up!!!

Setelah 3 bulan gie merasa kulit makin sehat, wajah makin cerah dan tidak ada kendala. Banila Cleansing Balm ini mengandung Zero Balance Technology yang dapat membersihkan kulit secara efektif dan tidak menganggu keseimbangan kulit. Nah si Clean It Zero ini mengandung Active Botanicals, Hot Spring Waters, Vitamin E dan C yang membuat kulit sehat. Menurut gie Cleansing Balm Banila Clean It Zero cocok untuk kulit sensitive dan iklim di Indonesia, jadi gie rekomen buat kalian yang emang suka Skin Care Korea (Cece pakai ini juga lho untuk membersihkan wajahnya - karena pada banyak yang nanya kok Cece glowing banget mukanya).

Foam Cleansing Banila Co

Sebenarnya untuk urusan foam cleansing gie itu pemilih, karena takut muka gie yang udah kadung nyaman sama Pigeon (mild) rusak. Tapi pas si Mbak SPB jelasin kalau Foam Celansing Banila ini Mild, Fragrance nya ada tapi gak strong, cocok untuk kulit sensitive dan kombinasi kayak gie. jadilah gie beli. Setelah 3 bulan dipakai tidak ada masalah berarti, busa tidak terlalu banyak (lebih banyak dari si Pigeon) wangi enak dan menenangkan hasil akhir setelah dibilas tidak licin dan kesat (pas buat gie).

Cocok banget sih emang dipakai setelah si Cleansing Balm dan untuk double cleansing (iya, sejak 2016 gie sudah menerapkan double cleansing agar muka gie yang sensi ini lebih cakep dikit). Kalau sebelumnya gie pakai Micellar Water dan foam, kali ini gie pakai Cleansing Balm dan Foam Cleansing berasa lebih bersih dan wajah lebih kenyal bercahaya (bukan IKLAN).


Review Banila Co Clean It Zero Foam Cleansing
Banila Co Foam Cleanser 

tekstur banila foam cleanser
Texture Foam Cleanser Banila

Nah buat kalian yang penasaran, langsung aja dating ke gerai Banila di Jakarta atau belanja online (kan lagi PSBB kita). Kalau ada teman di Korea atau ditawarkan oleh-oleh dari Korea tidak ada salahnya minta dibawakan Clean It Zero. Buat gie yang dulu (agak) skeptis sama Skin Care Korea, sepertinya harus mengakui dan meminta maaf kalau ternyata skin care Korea bagus (asal sesuai kondisi kulit kita) digunakan di Indonesia (khususnya gie). Sekian pengalaman gie, kalau kalian sendiri gimana Review Cleansing Balm Banila Co Clean It Zero ? share di komen ya ^^

Wassalam,
Swastikagie

Tuesday, March 24, 2020

Bekerja Dari Rumah

Assalammu'alaykum Reads,

Sebelum melanjutkan membaca postingan Bekerja Dari Rumah mari kita do'akan saudara-saudara kita yang terkena Covid-19 agar diberikan kesembuhan oleh Allah, dan mereka yang sudah meninggalkan kita lebih dahulu agar diterima amal, iman dan ibadahnya….

Al-Fatehah.

24 Maret 2020

Ini adalah hari kedua gie resmi bekerja dari rumah, setelah sebelumnya sejak 15 Maret 2020 pemerintah (DKI - khususnya) menghimbau agar melakukan social distancing dan bekerja dari rumah guna menekan penyebaran pandemic Covid19. Selama seminggu kami melakukan persiapan untuk bekerja dari rumah selama (minimal) 2 minggu kedepan.

Tapi, sebelum hari terakhir kami bekerja di kantor - Sajangnim sepertinya sudah memperkirakan bahwa kita akan bekerja dari rumah setidaknya selama 1 bulan kedepan. Apalagi melihat perkembangan kasus Covid19 yang semakin bertambah setiap harinya (khususnya Jakarta) sehingga kami pun mengikuti instruksi pemerintah untuk melakukan isolasi mandiri.


Bekerja Dari Rumah ditemani pemberian kesayangan 😍

Tuesday, March 3, 2020

경볡ꢁ Gyeongbokgung Palace - Istana Terbesar Dinasti Joseon

Assalammu'alaykum Reads,

Sebelumnya, mari kita mendo'akan saudara-saudara kita di dunia - khususnya yang berada di China, Korea Selatan yang memiliki pasisen (suspect) COVID-19 paling tinggi - juga di Indonesia. Semoga kita semua terhindar dari penyakit bahaya.

Bismillahirrahmanirrahim,  Allahumma Innii 'Audzubika Minal Baroshi wal Junuuni wal Judzaami wa Min Sayyi-il Asqoomi (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dari penyakit belang (kulit), gila, lepra dan dari keburukan segala macam penyakit). [HR Abu Dawud No. 1554]

Insya Allah, dengan berlindung kepada Nya dan menjaga kesehatan serta kebugaran diri kita dan keluarga kita semua terhindar dari penyakit berbahaya.


Ada yang bertanya pada gie, waktu gie ke Korea (Jan 2020) apakah COVID-19 sudah mulai mewabah. Sejujurnya waktu itu di Wuhan (Hubei - China) sudah mewabah sejak desember 2019 akan tetapi memang penyebarannya melum massif seperti sekarang. Alhamdulillah gie dan teman-teman dari Indonesia bisa pulang dengan selamat. Postingan kali ini adalah cerita gie mengunjungi κ²½λ³΅κΆ Gyeongbokgung Palace - Istana Terbesar Dinasti Joseon.

Sunday, February 23, 2020

Sepenggal Kisah di Nami Island - Pertama ke Nami Island di Musim Dingin

Assalammu'alaykum Reads,

Apa yang pertamakali ada dalam kepala kalian kalau mendengar kata Nami Island ? Mungkin bagi generasi jaman old akan ingat drama Winter Sonata dan bagi generasi jaman now akan ingat BTS - Idol asal Korea Selatan. Tidak heran kalau Nami Island adalah salah satu tujuan wisata yang harus dikunjungi dan popular baik di kalangan turis maupun warga lokal.

Sepenggal Kisah di Nami Island menjadi pembuka 2020 yang tidak bisa gie lupakan, bahkan hari itu ditengah dinginnya udara Korea Selatan gie tidak merasakan kedinginan atau sakit kepala sama sekali. Mungkin karena terlalu bahagia atau terlalu khusyuk berkhayal, melakukan perjalanan ke Nami Island bersama kamu 😁

Sepenggal Kisah di Nami Island

Ceritagie Vaksin AztraZeneca 2021

  Cerita Vaksin AstraZeneca 2021 Assalammu'alaykum reads, Gak berasa sudah september 2021 saja nih...sudah berapa bulan blog ini berdebu...