Masjid Besar Rengasdengklok

Pagi ini janjian sama Bu Frida, salah seorang rekan gie di #Pru pergi ke Rengasdengklok. Ini kali pertama gie ke sana, setelah sebelumnya gagal terus. Sudah beberapa hari gie di Karawang, selain silaturahmi sekaligus juga mengurus beberapa nasabah baru. Judulnya kerja tapi liburan :D

Janjian jam 7 pagi tapi baru jalan jam 10 siang, maklum Bu Frida (BF) nggak ada yang bantuin jadi beberes rumah dulu. gie duduk manis menunggu kedatangan BF di rumah saudara gie sambil main bareng Luthfi. Akhirnya jam 10 pun BF datang dan kami bersiap pergi. Ada rencana mengunjungi teman gie di SD dulu, sayang beliau tidak balas sms (ternyata salah nomer :D) jadilah gie mengunjungi yang lain.

Jam 12 BF ada meeting di Penabur, pas sampai sana pas Adzan Dhuhur berkumandang, ternnyata letak masjid hanya selemparan batu saja dari penabur. Jadilah gie pun menyebrang menuju Masjid Besar Rengasdengklok. Entah kenapa menggunakan kata Besar, bukan Raya seperti kebanyakan masjid lain. Ketika berjalan menuju masjid bareng bapak dan ibu polisi yang berdinas di polsek Rengasdengklok di sebelah Penabur.

Memasuki pelataran Masjid yang bersih dan beraspal, sudah ada beberapa sepeda motor, mobil dan orang yang akan melaksanakan shalat berjamaah. Indahnya ketika bisa shalat berjamaah, rasanya tuh bahagia banget :) apalagi melihat para pemuda dan pemudi nggak mau kalah dengan para senior mengunjungi dan meramaikan masjid.

Dari luar masjid berdiri kokoh dengan pintu kaca yang berfungsi sebagai jendela, atap masjid khas masjid di tanah jawa berbentukbujur sangkar dengan tiga susun atap dan di atasnya ada kubah bulat perak. Dari luar sepertinya ruang utama shalata kan bermandikan cahaya dan udara, benar saja memasuki ke dalam ruangan shalat langit-langit yang tinggi, bangunan masjid yang ternyata berlantai 2 dan didominasi oleh keramik warna putih, kusen khas berwarna coklat kayu dan dinding yang berwarna krem atau broken white atau memang putih yang sudah terlalu lama ? nggak terlalu bisa menebak sih gie :D

Area shalat wanita dibatasi oleh tirai berwarna salem, sayangnya walau masjidnya bersih  tempat wudhu yang bersebelahan tanpa pembatas membuat jamaah perempuan kurang nyaman, selain itu tidak ada keset yang memadai membuat kami sehabis wudhu jadi sedikit basah dan becek, walau masih dalam batas normal. Ada dua tangga yang terdapat di sisi kanan dan kiri masjid, satu di area shalat perempuan, tapi nggak naik ke atas juga soalnya kan di bawah juga masih kosong. Ada beberapa barang seperti etalase, pembatas dari rotan/bambu yang di letakkan di tangga dekat area shalat perempuan namun tidak menghalangi jamaah yang mau naik ke atas.

Terdapat lampu kristal di tempat imam atau di depan, bukan di tengah-tengah seperti masjid kebanyakan. Ada beberapa kipas angin menempel di dinding, yang walau siang itu matahari tepat di atas kepala, karena pintu kaca banyak terbuka lebar jadi suasana cukup sejuk tanpa harus menggunkana kipas angin. Ada sebuah mimbar kayu berukir di depan, tingginya cukup untuk imam khotbah sambil duduk. Tidak tinggi/bertangga seperti biasanya. Sayangnya adalah kapet sajadah yang sudah cukup usang, bahkan di area shalat perempuan sudah banyak yang sobek dan amat tipis walau mukenah parasitnya bersih dan wangi. Tempat wudhu juga sedikit becek dan kotor, tapi yang paling MENAKJUBKAN dan SALUT adalah kondisi RESTROOM yang BERSIH, WANGI dan AIR yang melimpah. Sebuah hal yang 'mewah' menurut saya, apalagi jika di Masjid di daerah-daerah yang kadangkala sering mengecewakan. Bahkan Masjid Istiqlal, ALatief Pasar Raya, Nurul Iman Blok M Square dan Masjid banyak masjid lainnya yang bagus eksterior dan interiornya juga terkenal tapi WC nya Jorok, Bau, Kotor, dan sebagainya.

Bukan menyalahkan, tapi ini perlu kesadaran kita sebagai umat muslim yang mengaku mengikuti Rasulullah SAW. Bukankah kebersihan sebagian dari iman ? lalu mengapa kita tidak mau menjaga kebersihan terutama di fasilitas ibadah umum ? kenapa di rumah kita nggak mau kamar mandi kita kotor dan bau tapi kita bisa dengan seenaknya mengotori kamar mandi umum ? terutama di Masjid-masjid ? yang gie heran dan takjub bahkan di masjid Istiqlal saja toiletnya kotor dan bau, orang sembaranganbuang pampers yang berisi (maaf) pup yang belum dibuang. Dengan enak dia meletakkan begitu saja di pojokan tanpa dibungkus, ketika kucing datang dan mengorek-ngorek tong sampah....jadilah semua berhamburan. Kami hanya bisa menyapu dengan meminggirkannya, karena tong sampah besar yanga da di luar ruang wudhu saja sudah penuh sesak. Tidak ada satupun petugas kebersihan terlihat.

Duh teman, yuk kita jaga fasilitas umum. Tidak hanya di Masjid, Musholla, tapi juga Mall, SPBU, dan lainnya. Karena kita menggunakan bersama maka harus menjaga bersama, jangan hanya tergantung atau menyalahkan petugas kebersihan saja.

Kesimpulannya, jalan-jalan di Rengasdengklok menyenangkan, selanjutnya akn lebih banyak berkunjung ke perkampungan penduduk dan mengenal keseharian mereka. Jangn lupa mampir ke rumah tempat bung karno dan bung hatta di culik oleh para pemuda :)

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^