#Jogja : Macetnya Jembatan Comal

Minggu lalu sekitar 3 hari gie dan teman-teman berkunjung ke jogja. Rekreasi sekaligus mempererat silaturahmi antar junior dan senior serta sesama. Alhamdulillah perjalanan pulang dan pergi diberi kenikmatan macet :D dan mulai edisi ini akan ada cerita mengenai #Jogja.
Kamis malam selepas isya kami semua sudah berkumpul di Disbudparpora menunggu kedatangan bus dan tour guide yang akan membawa kami ke Jogjakarta - Never Ending Asia. Informasi awal berangkat sekitar jam 8an tapi kenyataannya berangkat sekitar jam 9 malam.
Bus pun datang, kami semua memasukkan barang bawaan ke bagasi bus, beberapa di abwa ke atas bus (makanan, obat-obatan dan lainnya) tak lupa dua dus air mineral pun dimasukkan dan diletakkan di belakang. Nasib deh last minutes ikut jalan-jalan dan masuk daftar, jadi kebagian duduk di belakang sama para junior yang udah siap bawa gitar plus kendang.
Smoking room, tapi karena ada teteh cantik di sini jadi pada nggak smoking deh kwkwkwkk.....satu kali aja si mujib smoking dan gie pindah duu sementara ke depan tukeran sama eka. Kenapa ekan ga di belakang, karena tangan kirinya cedera dan kalau di belakang bisa-bisa kesenggol sama para junior2 yang heboh. Kalau tetehnya yang dibelakang kan mereka jadi anak baik kwkwkwkk.....
Berangkat lewat jalur utara dan macet.....masih akibat perbaikan jembatan comal. Awalnya gie kira kami akan lewat selatan, ternyata lewat utara dan tentunya lewat comal yang sedang 'in' itu. ketika melintas di atas jembatan yang gelap dan menjadi dua lajur, cukup deg-deg an juga, langsung aja deh banyak2 istighfar. Sebelum melintasi comal, sudah banyak yang kebelet pipis, maklum ac bus yang dingin dan perjalanan malam membuat para penumpang beser, jadilah sigit pun ijin ke depan untuk minta berhenti di pom berikutnya.
"Teh, kata kang arif nanti berhenti setelah comal"
jadilah kami bersabar menunggu pemberhentian sambil menikmati macet yang cukup panjang. Setelah comal, satu, dua pom dilewati dan baru pom ketiga berhenti. ternyata lebih besar dan bersih, tidak hanya kami berdua yang turun banyak penumpang lain yang ikutan turun dan mengantri di toilet yang hanya ada 2 kamar mandi.
Musti siapin banyak receh deh sepanjang perjalanan dan di Jogja, sekali ke KM saja antara 1000-3000 rupiah, jadi kalau lagi ga ada receh ya samaan sama yang lain bayarnya, gantian gitu. Nikmatnya perjalanan bersaama itu walau macet tidak terasa karena sibuk karokean, nyanyi dan bercanda.

#edisi depan, Candi Borobudur

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^