graha XL vs Soto ceKer pLus robak edi

"gie, besok lo temenin gw ya"
"ok, siangan tapinya ya."
"seep"

Pagi harinya saya  dan keluarga meluncur ke kampung setu cilangkap, ada acara nikahan oom saya. Ada sedikit insiden kecil ketika oom saya yang lain ketinggalan rombongan dan nyasar akibat alamat yang diberikan tidak lengkap dan orang yang ditelpon tidak tahu jalan. Akhirnya satu jem kemudian mereka dijemput oleh kerabat mempelai wanita dan sudah hampir sampai di pondok gede.
Siangnya saya bbm teman saya lagi dan memastikan acara hari itu. Akhirnya akibat cuaca yang menyenangkan saya baru sampai di rumah 1.30 siang, masih gerimis ketika teman saya meluncur ke rumah saya. Benar saja, dia terjebak banjir dan hujan deras di graha raya.

"jangan ketawa ya kalau gw buka helm"
"emang kenapa ?"
"tukang cukur salah motong"
"masa sih"
benar saja ketika dia buka helm saya tertawa tidak berhenti, aneh sekali potongan rambutnya :D

Jadilah meluncurk sekitar jam 4.30 sore menuju kawasan radio dalam dengan satu misi mencari graha XL yang ada di sana. Jam pulang kerja cukup padat dan macet, menyusuri jalanan radio dalam dan yang kami dapatkan adalah kelaparan plus kegerimisan. Akhirnya meluncur ke Plaza Blok M, sampai di sana ternyata sudah tutup dan akan segera pindah, saya melihat alamat yang di woltermonginsidi.
Meluncur ke woltermonginsidi dan salah arah, akhirnya parkir di KFC dan jalan kaki menuju mabes polri, karena informasi bapak tukang parkir. Sampai ujung jalan ternyata yang kami temukan adalah restauran, akhirnya balik ke KFC dan beli minuman. Lapar ditunda dulu karena kami sepakat makan soto ceker di taman gandaria. akhirnya memutuskan ke PIM 2, karena teman saya bilang di sana ada. harap-harap cemas dengan traffic jam akhirnya kami mengambil jalan melalui radio dalam. Iseng bertanya di radio dalam dan benar saja sudah pindah ke PIM 2. Langsung meluncur ditemani gerimis mengundang dan perut lapar. sampai di PIM 2 ternyata sudah tidak bisa digunakan kembali itu kartu, teman saya yang sudah lelah dan kesal langsung sedikit esmosi, untung bisa ditahan karena saya menjanjikan makan soto ceker. Ditemani gerimis kami meluncur ke gandaria dan sampai sana 8.30 malam.
Dua mangkuk soto ceker, sate usus, hati, ampela dan kulit plus air mineral dan es jeruk menemani santap malam kami yang sudah sangat telat. Kami berdua makan seperti orang kelaparan dan sibuk dengan ceker masing-masing sambil sesekali bercerita.

"sama lo mah gw lebih suka kek gini"
"kenapa"
"asyik aja"
"awas ntar ada hati lo"
"ha ha ha, nggak lah. nggak mungkin, lo itu sobat gw dan gw nyaman banget"

Saya tersenyum saja, ya memang kami justru menjadi sahabat. Masa lalu biarlah berlalu, bagi kami saat ini yang terpenting adalah bermanfaat satu sama lain. Walau jarang sekali bertemu dan sesekali berinteraksi tapi memang kalau sudah bertemu kami jadi rame sendiri. akhirnya satu jam kemudian kami meluncur ke robak edi di pesanggrahan. Robak coklat-srikaya-keju dan jus mangga jadi pilihannya sedangkan saya robak coklat-keju plus vanilla ice cream plus jeruk hangat jadi pilihan saya dan belakangan ditambah teh tawar hangat. Awalnya saya memilih pisang bakar namun sayang sudah kehabisan, sempat mau nambah sate ayam tapi rasanya sudah malam, jadi saya pun tidak jadi memesannya :D Takjub dia melihat selera makan saya yang bisa sama dengannya, sama-sama doyan makan ya he he he....
Maklum kami 'dikerjai' graha XL yang alamatnya di lihat teman saya di web dan dia tidak mencatatnya. Keliling jakarta di waktu jam pulang kerja ditambah rintik hujan menguras tenaga dan membuat kami lapar.

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^