Tegal Arum

Punya favorite kereta baru saya, yaitu Tegal Arum, murmer sih ha ha ha....Nah post ini saya mau cerita perjalanan saya yang sudah 4x naik TA (Tegal Arum) ini. 2x saya naik waktu masih jadi kelas ekonomi biasa dan 2x naik waktu jadi kelas AC Ekonomi.
Kali pertama sama teman2 kuliah saya akhir 2008 lalu, wuah...kami bertujuh duduk berdesakkan dan bercampur dengan pedagang, penumpang bahkan hewan, heboh bener deh angkutan umum kelas rakyat kala itu. Setiap menit pedagang berlalulalang dan tak jarang bertemu sehingga membuat badan mereka oleng ke kursi penumpang. Banyak penumpang seenaknya duduk di bawah atau di kursi penumpang walau dia tidak memiliki nomor tempat duduk atau bahkan tidak memiliki karcis. Tidak ada pemeriksaan tiket di kereta dan setiap stasiun kecil bsia dipastikan berhenti. Saya ingat sekali, di stasiun karawang ada seorang bapak dengan ayamnya, dan karena sudah lansia maka teman saya memberikan tempat duduknya kepada si bapak. Jadilah saya duduk berhadapan dengan si bapak dan ayam. Belum lagi makan, kami bsia makan bebas segala macam makanan dari yang enak sampai yang paing menghebohkan ketika membeli nasi bungkus sudah rasa nano-nano. Modal 15 ribu saja kami sudah sampai tujuan tapi sayang jajan kami di kereta jauh melebihi itu, karena sepertinya semua yang diajajakan oleh pedangang menarik perhatian kami.
Kali kedua sekitar awal tahun ini atau pertengahans aya lupa. Bersama dengan junior saya, kami sepakat menumpang TA menuju kampung halaman. Alasannya karena kami tidak kebagian cirex ha ha ha....Dan kali ini kami duduk di gerbong yang tidak terlalu penuh penumpang maupun pedagang. Bahkan beberapa gerbong di depan sudah dilengkapi AC. Saya dan Eka pun menikmati perjalanan kami karena gerbong tidak terlalu penuh dan juga tidak selalu berhenti di setiap stasiun kecil. Hanya saja kami mengalami kerusakan Lokomotif hingga 3x dan membuat kami terlambat 2 jam sampai tujuan. Tapi pengalaman kami tidak membuat kami kapok, sejak itu Eka bahkan jadi pelanggan setia TA.
Ketiga kali bulan lalu, sepi, kosong, dingin, bersih dan menyenangkan. DItemani penumpang yang menyenangkan diajak ngobrol perjalanan 4jam pun tak terasa, enaknya pesan di loket stasiun bisa pilih kursi. Dapat di tengah dan gerbong tengah juga. Satu gerbong hanya ada sekitar 20an orang jadilah kami bsia duduk sendiri-sendiri menyelonjorkan kaki. Keempat kali minggu lalu, berli di indomaret jadi ga bsia pilih duduk. Dapet gerbong satu dan duduk persisi di belakang lokomotof mana penuh, dan beberapa pedagang pun di stasiun yang kami berhenti naik. AC nggak terlalu dingin sih, tapi ya lumayan lah walau nggak bisa tidur ha ha ha. 4 jam lumayan lama soalnya nggak BBMan sama adit sih ha ha ha #apasih. Dan besok, saya naik TA lagi back to Jakarta, nanti saya cerita lagi ya :)

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^