Jajan lagi, lagi dan lagi...

Teman-teman saya bilang saya ini kecil-kecil makannya banyak, dan mereka heran bagaimana saya yang dulu bisa dibilang 'ndut' sekarang sudah bisa lebih kecil dengan nafsu makan yang sama. Mereka kira saya menjalankan diet khusus atau meminum obat tertentu. Padahal saya tidak melakukan dieta atu mengkonsumsi obat khusus.
Untuk makanan, dari dulu saya paling nggak bisa tergoda terutama kalau di jalan selalu lapar melihat berbagai tukang makanan berjejer dengan mempesona. Pernah salah seorang teman saya bilang "kalau jajan itu pilih-pilih dong, jangan asal sembarangan aja."
Buat saya sih tetep aja nggak ngaruh, walau berbagai pengalaman pernah saya dapati. Seperti ketika saya main ke salah satu kantor teman saya yang berada di daerah elit sudirman tapi memiliki koleksi jajanan beragam walau daerah sekitar tempatnya nggak banget mulai dari lokasi yang mepet got yang bahasa keren temen saya sih amigos...agak minggir got sedikit, belum lagi aroma semriwing yang menyaingi aroma makanan itu sendiri tapi herannya saya selalu menjadi semakin semangat.
Pernah suatu malam saya dan beberapa teman saya baru pulang dari salah satu mall. Di dalam sudah makan dan jajan, tapi ketika kami melewati halte aroma bubur ayam dan pecel lele menggoda. Belum lagi suara seksi blender jus yang buat saya tidak bisa meneruskan perjalanan sebelum berhenti dulu. Awalnya hanya memesan satu mangkuk bubur buat berdua, ternyata berakhir dengan dua mangkuk bubur, gorengan, satu botol air mineral dan segelas jus. Selesai makan saya baru sadar bahwa di sebelahnya, beberapa meter dari saya makana adalah bak sampah. Saya dan teman saya tertawa keras sekali, maklum tempat itu sedikit gelap, berada di bawah jembatan dan di depan sebuah SD yang menyatu dengan halte bus.
Bau sampah tertutup dengan bau ansi goreng, bubur, dan pecel lele serta gorengan sehingga kami tidak menyadarinya. Untung saja kami sudah selesai makan, dan kami nggak kapok untuk jajan kembali di pinggir jalan.
Suatu waktu ketika saya main ke Jogja, saya mendengar ada waung kopi joss legendaris. Langsung saya mencobanya dan ternyata, saya ketagihan. Bener-bener nikmat duduk manis ditemani nyamuk dengan suara kereta bergema disertai dengan para pengamen hilir mudik membuat saya betah berlama-lama duduk di sana.
Saya dan teman saya kadang sampai rela memburu makanan kemana-mana hanya karena "katanya" enak, walau ternyata tidak semua yang kami coba sesuai harapan kami. Pernah saya dan teman saya sudah jauh-jauh datang ke sebuah daerah yang cukup jauh dari daerah kami hanya karena 'katanya' ada jajanan enak dan ternyata sampai sana tidak sesuai ekpektasi kami.
Berbagai pengalaman menyenangkan atau mengecewakan tidak menyurutkan niat saya untuk terus jajan, bahkan saya memiliki beberapa tempat jajan andalan dan tidak pernah saya lewatkan. Mulai dari gorengan, es buah, jus, sate padang, otak-otak, pempek, pecel lele, soto betawi, nasi uduk, sayur asem dan banyak lagi. Sampai tukang sop buah langganan saya kalau saya mendekat tidak perlu menanyakan lagi pesanan saya langsung dibuatkan sesuai kegemaran saya.
Wah, bahas makanan dan jajan nggak ada habisnya....sekarang saja sambil menulis saya sedang menunggu mendoan dan pisang molen yang dibawakan sahabat saya yang akan bertandang ke rumah.


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Femina Food Lovers 2013


No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^