Bali Trip : Makan Tiada Henti

Day Two....

Paginya sarapan di Hotel, standar menu hotel dengan menu prasmanan dan roti.
Menu prasmanan saya melihat mie goreng, nasi goreng dan satu menu yangs aya tidak melihat jelas. Selain itu ada roti dan toast yang lucu, karena membakarnya di bawah dan di atasnya apnas, bentuknya kotak mirip oven terbuka. Ada roti gandum dan tepung dengan selai buatan sendiri beserta butter by anchor [kesukaan saya]. bubur ayam [nggak ada kecap manis :'( ] dengn taburang bawang goreng [pabrikan] daun sledri dan ayam suwir. Teh dan kopi dengan susu segar, tiga macam gula yang tersedia di meja masing=masing [gula putih, low fat sugar. brown sugar]. Ada juga jus jambu merah, air putih dingin dan tidak lupa buah serta salad beserta mayonaise sebagai topping salad. Untuk Budget Hotel, lumayan bervarasi menu makanannya dan masakan pun cukup enak.
8.30 selesai sarapan kembali meluncur menuju uluwatu. Selesai dari uluwatu kami makan siang di wisata kuliner krisna - tabanan. Menu yang kami pilih ayam penyet, oseng singkong, sayur asam, sate lilit, lalapan, sambal, dan saya memesan coklat banana smothies sebagai minuman. kenyang makan, kami pun sepakat ke dreamland dan melihat kompleks milik anak salah satu mantan presiden republik Indonesia.
Perjalanan kembali menuju uluwatu, sampai di depan kompleks kami sudah terpana dengan landscape dan desain berbagai macam bangunan yang ada di sana. Masuk area kompleks di kanan jalan ada masjid dan pura, di kiri jalan deretan ruko, dan banyak lagi bangunan sedang di bangun. sampai di ujung jalan sampailah kami di Klapa, sebuah bangunan segitiga di atas bukit dan dibaliknya ada pantai dreamland yang terkenal itu. Di sampingnya terdapat bar yang hanya buka pada saat tertentu. Sayang tidak bisa ke pantai karena kami harus membeli voucher restauant sebesar IDR 100k. Masalahnya kami baru selesai makan siang, lagi pula terik sekali siang itu jadi kami memutuskan ke Padang-Padang Beach tak jauh dari Dreamland.
Dreamland adalah kompleks yang besar seklai menurut saya, seperti kota mandiri yang di dalamnya terdapat berbagai macam fassilitas. Saya yakin, beberapa tahun yang akan datang apabila sudah selesai pembangunan akan menjadi kawasan yang sangat ekskusif dan indah.
Di Padang-Padang Beach hanya saya, arwin, icha dan pak waldy serta bli ngurah yang turun. maklum rupanya ada di balik tebing pantai yang indah itu. jadilah kami harus menuruni tebing yang cukup membuat lelah dan berkeringat. setelahnya hamparan pantai pasir putih dengan tebing yang cantik serta beberapa orang yang bersiap surfing menyambut kami. Sayang air sedang pasang dan pantai cukup sempiit serta banyak orang sehingga kami tidak berlama-lamaa di sana. Hanya sempat berfoto beebrapa saat dan menikmati tebing di pinggir pantai.
Banyak anjing liar yang berkeliaran sehingga saya sendiri kurang nyaman, apalagi cukup sempit dan banyak sekali pengunjung berjemur. Salah-salah saya bisa menginjak kaki atau tangan orang :D. Dari sana kami lanjut ke sanur, perjalanan lumayan sekitar 1 jam dari padang-padang beach. Sampai sanur ternyata penuh, jadlah kami menuju hotel La Taverna, tempat salah seorang kolega kami bekerja dan bisa bersantai dengan nyaman di pantai sanur milik hotel.
Ada beberapa pengunjung berenang, berjemur dan warga lokal sedang melatih anjing mereka. Kebanyakan berjenis pittbull, menurut bli ngurah adalah anjing yang sedang digemari saat ini. Saya sendiri tidak turun ke air, hanya duduk manis di kurs malas pinggir pantai sambil menikmati matahari sore yang akan terbenam. Melihat icha yang dilema ingin berenang sampai arwin yang sibuk melamun di pinggir pantai.
Puas main di pantai, sekitar jam 6 sore kami meluncur ke teuku umar di denpasar. Makan malam di Ayam taliwang, konon katanya di sini tempat bapak presiden kita SBY suka makan dan bisa menghabiskan beberapa ekor ayam.
Ayam taliwang disajikan satu ekor perporsi, tidak terlalu besar. Buat saya satu porsi cukup untuk dua orang, tapi rupanya di sini satu porsi satu orang. Ditemani plecing kangkung dan tahu goreng kami menikmati makan malam. Pak waldy memesan ayam sasak atau ayam susuk saya lupa namanya, ayam suwir bumbu seperti ayam taliwang hanya lebih berkuah saja.
Saya tentunya memesan tidak pedas, padahal aslinya ayam ini cukup pedas atau dalam versi saya sangat pedas :D
Selesai makan, tentunya sangat lelah dan kami pun kembali ke Hotel. Sekitar pukul sepuluh kami semua diajak keluar oleh pak arie bersama temannya di bali. Jadilah kami keluar dan menuju krisna, ada yang ketinggalan belum di beli. Malam hujan mengguyur bali, sekitar jam 11 lewat selesai berbelanja kami menuju kuta. Mencari makanan, maklum kami semua suka kuliner. Sayang sayas edang sariawan tak terlalu enak makan. Lewat pasar kuta lama, kami melihat depot/warung Iga Sapi Bakar Afrika. Langsung saja berhenti di sebrangnya, walau kami harus memutar sekali lagi. Karena jalan yang kami lalui jalan satu arah.
Sampai di sana ternyata kami harus antri, karena warung hanya berkapasitas sekiatr 20 orang dengan sekitar 8-10 orang di luar lesehan dan sisanya di dalam. sekitar 10 menit kami pun bisa masuk ke dalam dan langsung memesan Iga Sapi Bakar Afrika Plus Es Jeruk dan Teh Manis. Enaaaaak sekali dan murah meriah, berempat hanya menghabiskan IDR 118k plus bonus satu porsi sop ayam. Warung ini terletak di
KEDAI JABLAI
IGA SAPI BAKAR AFRIKA PAK EDI
JALAN KUTA - PASAR LAMA NO. 133
BUKA JAM 6 SORE SAMPAI JAM 5 PAGI
Menu mulai dari IDR 3k-25k
Buat yang ke Kuta, jangan lupa mampir ke sini, beneran enak loh. Leko dan Teko mah lewat kata lidah saya dan kolega saya. Nikmat, enak dan murah meriah. yang makan pun dari anak muda sampai orang tua, dari pejalan kaki hingga mobil mewah. Pokoknya jangan lupa mampir ya ke sini, dapet bonus sop ayam lagi kalau beli 4 porsi, enak kan :D
Sampai di hotel, belum lagi tidur masih ngemil kacang bali yang di beli di Krisna dan sop ayam gratisan dari kedai jablai. Tidur pun dengan senyum mengembang dan perut sangat amat kenyang.
Wisata Kuliner Krisna
Padang-Padang beach

Sanur Beach

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^