Perjalanan Darat

Weekend lalu saya ke Cirebon menemani tante saya yang mau pulang kampung. Perjalanan menuju ke sana menggunakan Argo Jati pukul 17.15 dari Gambir. Seperti biasa beli tiket sehari sebelumnya di Indomaret dekat rumah. Sebelum ke gambir saya harus meeting dulu di Grand Indonesia, hampir saja terlambat, untung saja partner saya berbaik hati mengantarkan saya ke Gambir.
Alhamdulillah, sampai gambir pas sekali kereta datang saya sudah sampai di peron atas. Di dalam kereta, saya pasti memeprhatikan interior yang masih cukup tampak terawat namun seperti biasa toiletnya masih lumayan kotor dan bau pesing. Padahal kan Argo adalah kereta kelas satu, tapi nggak tahu kenapa tetep aja bau pesing.
Sampai stasiun cirebon sekitar jam 8 dan saya pun dijemput pulang ke rumah. Yang mau say abahas kali ini adalah perjalanan pulang dari Cirebon ke Jakarta yang menggunakan mobil Mujib. Jadi ceritanya tadinya kami mau pakai kereta, tapi rupanya barang abwaan banyak sekali dan setelah berdiskusi dengan Mujib dan mendapatkan harga yang sangat reasonable  kami pun memutuskan kembali menggunakan jalur darat.
Tibalah hari yang ditunggu, jam 4 sore kami sudah siap. Tapi tidak langsung berangkat, sempat ada adegan tangis - menangis dan narsis foto-foto. Setelahnya masih menjemput Adam dan Gunawan di pintex untuk mengawal mujib kembali ke cirebon. Sekitar jam 5 lewat sore itu kami meluncur menuju Jakarta.
Di dalam mobil heboh mengobrol sambil makan krupuk mlarat, saya duduk manis di depan dan berusaha tidak mengantuk sepanjang jalan. Sekitar jam 7 malam kami sampai di subang dan makan malam di Nikki 3, tempat makan favorit kami semua. Mujib pasti selalu mampir di sini dan keluarga saya pun juga.
Sebenarnya cukup lama saya tidak menggunakan jalan darat, terakhir lebaran tiga tahun lalu saya pulang ke kampuang menggunakan mobil dari cikarang yang harus menghabiskan sekitar 10 jam perjalanan. Dari dulu saya tidak terlalu suka menggunakan jalur darat, selain lama bisa membosankan menurut saya. Kecuali menggunakan mobil pribadi dan itu pun saya kadang lebih memilih menggunakan kereta yang lebih pasti dan cepat.
Masuk tol cikampek sudah 8.45 malam dan mobil melaju mulus. Selain makan dan sekali berhenti di SPBU untuk ke toilet, perjalanan kami terus tancap gas. Nah ketika sampai pada pilihan tol dalkot atau lingkar luar saya mulai bingung, ha ha ha.
Niat hati sih mau lewat tol pondok indah, nah sudah benar saya ambil lingkar luar. Tapi seharusnya saya ambil jalur jagorawi, saya malah ambil jalur tj. priok, hahahaha....untung bisa putar balik, jadilah dua kali bayar tol. Rupanya ambil jalur jagorawi, nanti di sana ada lagi pembagian jalur ambil arah ps. minggu/serpong.
Akhirnya benar juga tol yang saya ambil, keluar di lebak bulus, belok kanan ke pondok indah dan lewat pasar kebayoran lama. Sempat berhenti beli rambutan yang manis dan enak hanya seharga 35ribu untul 4 ikat. Memang masih mahal, maklum baru musim dan mangga justru murah karena penghabisan musim. sampai rumah sekitar 11.15 dan kami pun makan mie rebus plus telor ditemani teh manis hangat.
Perjalanan panjang pun terbayarkan, ternyata menyenangkan juga....apalagi jika bepergian bersama keluarga dan sahabat membuat perjalanan menjadi menyenangkan. saya pun sepanjang perjalanan tidak tidur, sempat beberapa kali hampir tertidur tapi kembali bangun.
Innalillahi wa innalillahi rajiun Di pintu tol cikarang utama sempat melihat kecelakaan, entah bagaimana caranya sepertinya orang tersebut ditabrak, di pinggir tol dekat pembatas jalur antara arah jakarta dan arah cikampek. Darah berceceran dimana-mana, dan kami pun masih eran bagaimana beliau bisa terkapar di sana, padahal tidak ada kendaraan rusak di dekat beliau.
Lain kali saya tidak menolak kalau memang harus perjalanan darat lagi, apalagi kalau bersama dengan rekan sejawat, semua menjadi lebih menyangkan hehehe....

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^