LOST

Masih inget kan tentang postingan saya mengenai kampung rambutan nah hari ini saya kembali menyambangi ciracs, yang mana saya pasti harus turun dan naik bus dari rambutan. Kenapa saya tidak turun di jalan baru ? karena saya malas menyebrang :D dan kenapa saya tidak naik dari jalan baru bus arah ke rumah, akrena saya malas menunggu lama berdiri he he he #pemalas. Dan saya tidak mau gambling apakah saya duduk atau berdiri nantinya.
kalau saya naik dari terminal saya pasti duduk walau saya harus menunggu bus setengah penuh. Nah saya mau cerita yah dari saya mulai sampai di terminal rambutan.
Jadi kan tadi siang ada janji silaturahim IMANI di daerah ciracas sana [belakang panti wredha]. Pastinya saya turun di terminal dan diminta naik kwk 03 aran centex dan turun di alfamart penganten ali. Ternyata betul saya turun di penganten ali tapi nggak ada alfamart nya, rupanya saya salah turun, harus naik lagi dan minta turun di warung atas [depan alfamart penganten ali] yang lokasinya ada di depan panti wredha #lupa namanya :D# tak lama mas amor dan putri cantiknya pun menjemput saya.
Selesai acara, saya diantarkan ke depan, saya boleh memilih ke terminal atau ke jalan baru. Pastinya saya pilih terminal, lah saya ngantuk dan mau duduk kok. Jadilah saya diantarkan ke terminal melalui jalan belakang. Dan saya seperti berada entah dimana, bahasa kerennya sih lost in space he he he...sampai terminal pun saya merasa asing, sepertinya ini buka terminal yang biasa saya datangi #padahal baru tiga kali ini#
Belum juga turun dari motor, calo udah pada berdatangan...bikin keki deh, tampang saya juga agak gimana gitu soalnya ngerasa tersesat. Tapi saya langsung pasang tampang cool, calm and confident #kayak iklan rokok# Saya melambaikan tangan pada para calo dengan maksud menolak mereka, saya mengucapkan terima kasih pada yang mengantar saya secara terburu-buru, dan saya langsung jalan lurus. saya yakin dibalik bangunan yang ada di depan saya pasti ad ajalan menuju shelter busway [patokan saya] Benar saja, ternyata saya turun di area bus luar kota atau antar kota antar provinsi.
Pantas saja banyak calo, mungkin tampang saya seperti mau pulang kampung. Padahal saya anya membawa tas dan kresek hitam #bahasanya kok kresek - plastik# PD saya jalan dan bertemulah saya dengan bus pujaan hati, saya sempat merasa lost in space  dan bingung untuk sepersekian detik. Saya terus beristighfar dan bershalawat memohon perlindungannya. Maklum sudah petang, sekitar jam 6 sore, bukannya saya tidak percaya kepada orang-orang yang ada di terminal. saya tahu pasti banyak orang baik, tapi saya hanya waspada dan memasang tampang sebiasa mungkin. Bukan tampang orang tersesat, sampai di bus pun ternyata masih sepi, saya seorang penumpang.
Istighfar, shalawat dan dzikir tidak pernah saya lupakan. Saya meminta perlindungan pada Gusti Allah agar saya dihindarkan dari segala macam bahaya, niat jahat orang maupun makhluk halus. Alhamdulillah, Gusti Allah selalu melindungi saya, satu persatu penumpang naik. Seorang ibu muda berserta ibunya, kemudian gadis muda duduk di sebelah saya. Bapak-bapak, mas-mas, mbak-mbak dan masih banyak yang lainnya. Saya pun terlelap, dan ketika bangun sudah di pintu tol pasar rebo, kembali terlelap ketika sadar sudah di lebak bulus. Kembali terlelap dan saya mendengar 'kebayoran' disebut kenek, terlelap dan tiba-tiba "tomang...tomang" saatnya saya bangun dan bersiap turun.

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^