Soegija

Source
Sejak melihat iklan film ini dan membaca serta mendengar tentang film ini saya menjadi semakin penasaran. Sampai akhirnya sabtu lalu teman saya pun melontarkan hal yang sama. Jadilah kami pun berjanji akan menonton pada jum'at minggu depannya.
Tiba-tiba, kemarin sore teman saya chat saya. Dia memajukan jadwal nonton kita, kebetulan janji saya sudah di cancel pada paginya. Jadi ketika teman saya meminta memajukan jadwal saya pun meng-iyakan.
Jadilah kami berjanji untuk langsung bertemu di Blok M Square . Maklum saja, perempuan kalau pergi suka ribet sendiri. Belum lagi jalanan Jakarta yang nggak bisa diprediksi, akhirnya kami memutuskan untuk langsung bertemu di sana pukul 18.30 WIB.
Saya memilih naik busway dari thamrin, tumben saja penumpang busway tidak sepadat biasanya. Ternyata penurunan penumpang yang saya dengar dari beberapa teman saya benar adanya, termasuk penurunan kualitas. Tapi di sini saya tidak akan membahas itu, saya akan membahas menganai SOEGIJA.

SOEGIJA adalah salah satu karya dari Garin Nugroho, seorang sutradara terkenal Indonesia. Karya-karya beliau sudah banyak mendapatkan penghargaan baik dalam maupun luar negri. Menurut beliau SOEGIJA adalah karya beliau yang paling mahal ongkos produksinya. Film ini pun menggunakan bahasa yang paling banyak, Belanda, Jepang, Jawa, Mandarin dan tentu saja Indonesia.
Menyaksikan film ini buat saya seperti kembali ke masa lalu. Masa jaman penjajahan Belanda dan Jepang, masa kemerdekaan hingga serangan sekutu. Hanya sayang, film ini menurut saya kurang fokus :D
Kalau memang menceritakan mengenai peran Mgr. Soegija, kok ya saya merasa 'terlalu banyak' adegan pendukung yang kurang greget. Apalagi ketika ling-ling bertemu dengan mama-nya di gereja dan mendengar ledakan, saya merasa tidak mencapai klimaks menonton film ini.
Tapi saya pribadi suka film ini karena settingnya terasa nyata. Saya seperti dibawa kembali pada masa itu, begitu bergetar hati ini dan merinding ketika mendengar Latip mengatakan MERDEKA. Film ini bisa menjadi salah satu 'cubitan' bagi para pemimpin negeri ini sekarang. Ketika Mgr. Soegija mengatakan "Biarkan rakyat kenyang duluan dan para imam kenyang belakangan, akan tetapi biarkan para imam merasakan lapar duluan rakyat belakangan"[kurang lebih seperti itu].
Sekarang kita justru dijajah bangsa kita sendiri, nasionalisme, kebersamaan, semakin luntur. Kita mudah terkena isu SARA yang menguntungkan pihak kapitalis. Wahai saudaraku, kita saudara setanah air, meskipun kita berbeda kita tetap satu jua. Ingatkah engkau akan cita-cita para pemuda di masa lalu [Sumpah Pemuda], ingatkah engkau mengapa kemerdekaan bangsa ini dideklarasikan ? Wahai saudaraku, NKRI harga mati, mari bersama kita jaga keutuhan bangsa ini.
Semoga pesan yang terkandung dalan film ini dapat kita ambil, manfaatkan dan kita implementasikan MERDEKA!!!

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^