Cerita Mudik #1 Sepanjang [per]Jalan[an] Kenangan

Liburan telah usai, namun tetap menyimpan cerita baik itu suka, duka, lucu dan sebagainya. Sampai hari ini, saya masih terbawa suasana liburan mudik lebaran yang lalu. Padahal hampir dua pekan saya liburan di Cirebon. Rencana untuk ke Lampung, Pemalang, Prembun dan Jogja sementara tertunda dulu. Maklum saja, kondisi uyut tercinta tidak memungkinkan untuk ditinggal lama kemarin.
Saya tak tega, menyusahkan keluarga yang ada di sana. Mumpung saya mudik, mereka bisa beristirahat sejenak.

Cerita pertama saya ingin berbagi mengenai huru-hara saya ke stasiun [di sini ] sampai akhirnya saya lega, karena sudah mendapatkan tiket. Selepas magrib saya pun masuk peron, pengantar tidak diperkenankan masuk [mungkin maksudnya menghindari penumpang gelap dan penumpukan penumpang].
Sejak siang saya sudah duduk manis di lobby utara, dan baru dapat masuk sekitar jam 7 petang. Saya memutuskan untuk menggunakan lift menuju lantai 2 sta. gambir. Sampai di atas, saya langsung menuju ke depan gedung informasi, karena saya kebagian gerbong eksekutif [exa] 1. Duduk manis di sana dan bertemu seorang wanita muda cantik yang menjadi teman ngobrol saya.
"mba, toilet di mana ya ?"
"Itu di sana, dibelakang bagunan itu" saya menunjuk bagunan informasi "tapi kotor mba, mendingan ke lantai 1 aja, mumpung kereta juga masih lama."
" Aduh, saya malas naik turunnya. Saya coba deh lihat, mudah-mudahan nggak terlalu kotor. Saya titip barang-barang saya ya."
"Ok" Sambil baca buku saya pun mengawasi barang-barang kami, tak lama dia kembali "gimana mba ?"
"lumayan"
Hape saya low, saya pun memutuskan untuk ke lantai 1 guna mencari colokan [stop kontak]. Sebelum saya turun, dapat pengumuman kalau kereta terlambat dan sampai di gambir sekitar jam 9. Baguuuusss......rupanya kesabaran saya masih diuji.....jadilah saya turun ke lantai 1 membawa koper dan barang lainnya mencari stop kontak. Alhamdulillah, ketemu PC dan Stop Kontak Free, sayangnya penuh. Karena saya bawa kabel data, jadilah saya charge hape saya di PC yang disediakan tanpa menganggu seorang ABG facebook-an.
Sambil menunggu hape saya penuh, saya melihat lobby tengah ada acara Mudik Gratis Bareng BNI. jajaran direksi, kepolisian dan KAI tampak hadir. Ada ratusan orang yang menjadi peserta dengan tujuan Jogja, Surabaya [yang syaa tangkap hanya dua jurusan itu]. Kalau mendengar MC, sepertinya mereka sudah memberangkatkan pemudik gratis dengan moda transportasi lain. Sedangkan dengan kereta api pun mereka sudah memberangkatkan sejak selepas magrib tadi.
Jadilah sambil menunggu hape, menunggu kereta saya mendengarkan alunan musik di bawah sambil memperhatikan games-games yang dilontarkan duo MC kocak. Saya jadi sedikit terhibur ditengah kebosanan yang mau melanda. Bukan saya namanya kalau mudah bosan, capek baca dan memperhatikan acara di bawah saya pun ganti memperhatikan orang di sekeliling saya :D
Akhirnya pengumuman yang ditunggu pun datang, jam 9 kereta sudah memasuki manggarai dan akan tida sekitar 10 menit lagi. Jadilah saya dan penumpang lainnya bersiap untuk menuju lantai 2, tempat peron penumpang.
Kereta datang, setelah menunggu penumpang turun saya pun memasuki gerobong exa 1. Saya dapat duduk sendirian, terjadi kejadian cukup lucu ketika seorang pemuda [kayakna sih single :D ] datang dan menghampiri saya.
" Ini 1B ya ?"
"ng....ia sih, tapi punya saya 1A."
"Kok cuma satu bangkunya"
"Coba saya lihat, tanggalnya bener hari ini ?"
"Iya bener" sambil menyerahkan tiketnya ke tangan saya
"hmm..." untung ada petugas teknisi cirex yang langsung saya tanyakan mengenai hal ini.
"Oiya betul ini milik 1A, 1 B di depan sana. Mari saya antar"
Fiuh...nggak jadi deh duduk sama cowo ganteng....hahaha....#lebay
Entah menunggu apalagi, hampir jam 10 baru kereta jalan. Lapar melanda, pesan makanan kehabisan di restorasi akhirnya di ganjal kacang, roti [yang dibeliin emak] sama teh manis hangat plus sebotol aqua. Ngobrol sama teknisi tadi yang sudah 17 tahun lebih mengabdi di cirek. Kasihan beliau, tampak kelelahan...hingga duduk lesehan di samping saya. Karena beliau mendapatkan telepon jadilah obrolan kami terhenti. Saya mengeluarkan laptop dan nonton Endless Love [seerial korea]. Oiya, enaknya sekarang semua gerbong exa ada stop kontaknya. Maklum gerbongnya bekas Argo Jati, jadi ada stop kontak di masing-masing gerbong.
Sempat berhenti agak lama di Hargeulis atau Jatibarang, saya lupa. Hingga akhirnya pukul 1.15 dinihari kami sampai di stasiun kejaksan cirebon. Masih pagi, malah belu pagi.....mau pulang malas naik angkot, maklum bawaan banyak. Di jemput orang rumah nanti habis sahur, akhirnya saya memutuskan menunggu di ruang tunggu eksekutif. Masih ramai yang menunggu kereta Harina tujuan Semarang - Bandung via Cirebon. Nggak berapa lama mereka berangkat tinggallah saya sendirian bersama satu porter yang tengah terdidur. Beberapa kali pindah kursi untuk mencari posisi paling nyaman, dan gangguan pertama datang. Seorang penumpang cireks juga yang masuk [rupanya wartawan kriminal salah satu media elektronik] dan tak lama disusul porter lainnya. Si penumpang keluar, si porter keluar dan porter yang tidur pun keluar. Saya sendirian dan hampir terlelap ketika seorang polsuska membangunkan saya dan bertanya tujuan saya.
"saya nunggu jemputan pak" jawaab saya. Tiga kali saya harus menjawab hal yang sama sampai kereta terakhir lewat sekitar pukul 3 pagi. Masuk seorang perempuan muda, niat akan tidur sirna jadilah saya mampir ke kantin dan makan mie rebus. Bertemu si wartawan tadi, ngobrol san akhirnya jam 4 saya memutuskan pulang. Naik becak ke Jagasatru dengan biaya tembak 10 ribu [amal gie...amal] dan duduk manis di GS di kursi depan dengan barang bawaan saya.
Di belakang pedagang sayur, pekerja yang harus berangkat pagi atau yang baru pulang memenuhi GS. Sampai di Sumber tinggal saya sendirian penumpangnya "turun mana mbak ?"
"SMP pak"
sampai depan rumah langsung saya bayar IDR 5000, maklum barnag saya banyak dan menghabiskan dua tempat di depan [normal IDR 2500]. Selesai beres-beres dan bebersih, telpon saya berbunyi....Tanteku nelpon.

It's a beautiful night,
We're looking for something dumb to do.
Hey baby,
I think I wanna marry you.

"nggil, kita udah siap-siap mau jemput."
"nggak usah aku udah di rumah, ngantuk jadi tadi langsung pulang"
"oh, ya wes nggak jadi jemput."

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^