Fighting

Passion .... akhir-akhir ini kata itu sering sekali saya dengar. Tidak hanya dari dalam diri saya [baca : kepala saya yang selalu meneriakkan warning  kalau saya hampir saja kehilangan passion saya] tapi juga dari orang sekitar saya. Sebenarnya kejenuhan ini sudah saya rasakan sejak hampir awal saya bergabung di sini, dan semakin membesar beberapa bulan terakhir.

Saya sendiri tidak terlalu paham, apa yang membuat spirit saya seolah hidup segan kin mati tak mau. Mungkin kekecewaan ? tapi kekecewaan pada apa/siapa ? masalah pribadi, dengan apa/siapa ? entahlah, saya sendiri tidak bisa menjawab dengan pasti. Dari pada saya menyalahkan orang lain, lebih baik saya mengoreksi diri saya sendiri. Spirit itu memang tidak lagi sebesar dulu, harapan orang-orang kepada saya mungkin terlalu tinggi.

Seperti minggu lalu, akhirnya big boss saya secara langsung berbicara dengan saya. Saya sendiri tidak tahu harus menjawab apa. Mungkin bagi saya lebih mudah orang menunjukkan kelemahan dan kesalahan saya dari pada saya harus mencarinya sendiri. Karena menurut saya, kadang orang lain lebih jelas melihat kesalahan kita dari pada kita sendiri. Tapi sayangnya, yang saya dapat tidak seperti yang saya harapkan. Mungkin saya terbiasa diskusi dan diberikan masukan bukan berfikir sendiri.

Mereka berfikir saya sudah dewasa dan sudah seharusnya saya berfikir sendiri, tapi bukankah kadang orang dewasa pun perlu 'acuan' atau mungkin clues untuk bisa menjadi lebih baik. Atau mungkin benar semua karena ketidaknyamanan saya di sini ?! Mungkin saja. Karena buat saya suasana selalu yang utama, mengapa saya bisa bertahan cukup lama di tempat yang dulu, karena nyaman. Mungkin anda menilai saya tidak mau keluar dari zona nyaman, anda salah. Mengapa saya sekarang ada di sini kalau saya tidak mau keluar zona nyaman ?!

Saya kira tantangan baru, suasana baru, akan bisa menghadirkan semangat baru. Ya memang betul, tapi sayangnya semangat baru hanya bertahan sebentar saja. Belum lagi tiga bulan saya sudah banyak memendam rasa. Tapi saya kembali berfikir panjang, saya tidak boleh menyerah sebelum saya merasa saya sudah tidak mampu. Dan jalan itu berliku, berkerikil, tapi saya tetap kerasa kepala untuk bertahan.

Mungkin hanya perasaan saya saja saya dipersulit, karena mereka pikir mereka sudah maksimal mendukung saya. Sedangkan saya merasa, kok rasanya seperti dijegal secara sengaja tapi tetap saya juga yang salah. Akhirnya saya mengambil sikap, Anjing Menggonggong Khafilah Berlalu. Saya hanya bisa membuktikan pada mereka, walau tanpa dukungan mereka bahwa saya bisa dan mampu. Walau harus tertatih dengan semangat yang nyaris padam, tapi saya selalu meminta perlindunganNya.

DIA selalu menjadi tempat sandaran saya, ketika saya senang, sedih padaNya saya selalu mencurahkan semua. Tapi saya juga kecewa, sangat kecewa dengan apa yang mereka berikan kepada saya. Kesehatan saya sempat terganggu akibat saya terlalu memendam rasa. Padahal saya termasuk orang yang ceria, tahan terhadap tekanan dan mamu beradaptasi dengan mudah. Tapi di sini saya seolah mandul, saya jauh dari bayangan mereka, tekanan yang ada semakin menyurutkan langkah saya.

Tapi saya tidak mau berhenti berusaha, saya masih ingin berjuang sampai saya tidak mampu. Saya tidak perduli dengan mereka, saya tutup telinga saya dari cibiran mereka, saya tutup mata saya dari pandangan mereka dan saya tutup pikiran saya dari hal buruk tentang mereka. Saya ada di sini karena saya mau dan saya pergi dari sini pun karena saya mau. Karena saya selalu berkeyakinan, apapun yang kita lakukan dengan niat tulus, sungguh-sungguh sesulit apapun akan kita tuai hasilnya. Jika tidak hari ini bsia besok, lusa, seminggu lagi, sebulan lagi atau bahkan setahun lagi. Tapi saya pasti bisa !!!

Walau bagi mereka saya tidak selevel, tapi anda semua lihat nanti bahwa saya akan menjadi sesuatu. Bukan buat anda, tapi buat orang yang membutuhkan saya. Fighting !!!!

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^