Penyebab Kemacetan

Hari ini kembali membicarakan mengenai kemacetan
mungkin membahas kemacetan di Jakarta tidak ada habisnya
Tapi tetep menarik buat diulas and di gosipin...
hehehe....daripada gosipin orang, mendingin gosipin kemacetan
siapa tahu bisa menemukan solusinya bersama....hehehe
Jalur yang gw bahas kali ini, ya jalur dari rumah gw ke kantor
rumah gw yang ada di Joglo sana, kalau mau ke kantor di Taman Kebon Sirih musti banyak perjuangan deh
kalau beruntung, alias nggak macet cuma 45 menit atau bahkan kurang
tapi, kalau lagi macet....1 jam aja belum sampe kantor
padahal tiap pagi naik motor....dulu sih naik Transjakarta, angkot, metromini atau bus
tapi sejak kemacetan makin tidak terkendali, 6 bulan lalu pindah moda transportasi
[nebeng motor oom, hehehe]
karena sekarang, kemacetan Jakarta lebih membuat stres daripada pekerjaan di kantor
udah nggak bisa diprediksi, mau berangkat lebih pagi atau siangan, sama kena macetnya
hanya makin siang makin macet aja....
okelah, back to topic....
Ini pagi, dari lampu merah Joglo raya arah ke Pos Pengumben
seperti biasa, di pertigaan Copilas-Mega kebon jeruk macet
akibat jalanan yang menyempit dan lampu merah di Taman Alfa Indah
belum lagi jalanan yang berlubang dan membahayakan di kala hujan
sesudah lewat TL (Traffic Light) Taman Alfa Indah...
kemacetan yang lumayan kembali nampak di jalan Pos pengumben Raya
mulai dari gang kubur hingga TL srengseng
sampai di TL kelapa dua masih aja macet...dilanjutkan kemacetan hingga ke TL Pos Pengumben (Rumah Duren)
akhirnya, sepanjang jalan kebayoran lama raya hingga ke rawa belong lancar jaya
alhamdulillah, dari TL batu sari hingga ke budi raya pun lancar
hanya saja ketika di Kemanggisan raya, tepat sebelum fly over kemanggisan sudah terlihat buntut kemacetan
tumben banget, biasanya antrian kendaraan dimulai dari turunan fly over
sedangkan ini dari sebelum fly over aja udah macet, sampe ke jalan brigjen katamso
maklum, jalan di depan honda sampe pertigaan An-nur emang sempit banget
jadi kendaraan pada ngantri, belum lagi kendaraan dari dan menuju kota bambu
makin bikin jalanan kacau.....
setelah pertigaan kota bambu, pertigaan annur sampai fly over jati baru dan TL jembatan serong
alhamdulillah lancar jaya, hanya saja setelahnya hingga TL abdul muis lumayan padat....
alhamdulillah pas sampe TL abdul muis lampu hijau, jadi langsung belok kanan dan kiri menuju kampung bali
sampai kantor dengan perjalanan 55 menit saja pagi ini...

menurut saya kemacetan yang saya alami akibat :
1. Jalanan
kenapa ? karena jalanan tidak rata, ada yang lebar tapi bisa menyempit
belum lagi jalanan berlubang
2. Kendaraan
banyak banget yah mobil-mobil tapi isinya cuma 1 orang
paling banyak 2 orang, bukankah pemborosan ??
okelah alasan klasik, karena angkutan di Jakarta tidak nyaman, dsb
3. Etika berkendara
nggak cuma para bikers aja yang suka nyerobot
tapi juga mobil-mobil keren itu pada nggak tau etika berkendara kali yah
haduh....cuma bisa geleng-geleng kepala aja deh ngeliat tingkah mereka semua
walau pun jika dalam keaadaan terpaksa kadang aku juga harus melakukan hukum rimba

menurut saya seharusnya pemda DKI memikirkan kondisi jalan dengan volume kendaraan
kenapa bisa bangun mall dan apartemen juga gedung perkantoran ?
tertapi tidak bisa membangun trotoar yang nyaman untuk rakyat ?
atau menyediakan angkutan umum yang layak bagi rakyat ?
mana perwujutan MRT atau BRT ???
bukankah sejatinya Transjakarta dibangun untuk mencitrakan angkutan umum yang eksklusif ?
kenapa justru sekarang malah menjadi angkutan diskiminatif ???
mana mau para eksekutif muda menggunakan transjalarta
tentunya mereka lebih memilih menggunakan mobil pribadi atau motor
lagi pula, mengapa jalur yang bersinggungan dengan transjakarta harus di hapus ?
bukankah sebaiknya biarkan masyarakat memilih, menggunakan angkutan umum atau transjakarta ???
apa mungkin pemprov takut transjakarta rugi ??? jadi jalur yang bersinggungan lebih dari 50% di hapus ?
maka dibentuklah konsorsium ???
entahlah...saya hanya rakyat biasa yang buta akan birokrasi
buta akan kebijakan-kebijakan....saya hanya menyampaikan suara hati dan pemikiran saya
hanya bisa berandai-andai jakarta bsia menjadi lebih baik
dalam hal ini, tidak hanya pemerintah saja yang harus siap, tetapi masyarakat pun harus mau bekerjasama
karena jika tidak, sistem sebagus apapun jika masyarakatnya sendiri tidak mau menaati
maka hasilnya akan sama kacaunya.....
mengapa pula pemprov tidak bisa mengerem laju kendaraan ?
entahlah yang salah sistemnya, pemimpinnya, pemasaran kendaraannya atau masyarakatnya ???
marilah saling berbenah diri, jangan lah bersenang-senang di atas penderitaan orang lain
karena yang paling menderita pastinya rakyat biasa
orang kecil, orang pinggiran......

Yuk buat jakarta menjadi lebih nyaman...
jangan hanya mengandalkan pemeriah
sebangai masyarakat, kita juga harus berperan aktif....

#untukjakartaagarlebihbaik

No comments:

Post a Comment

Syukron for coming ^^